Krisis lokasi sebagai Tantangan Besar renewable energy, bagaimana mengatasinya?


Gambar 1. Renewable Energy (Sumber: Loading...)

Poin utama dari renewable energy adalah energi yang tidak habis, dapat digunakan tanpa mengurangi ketersediannya di masa mendatang atau masa depan. Renewable energy menggunakan sumber energi yang terus diisi ulang oleh alam, baik matahari, angin, air, panas bumi, maupun tumbuh-tumbuhan. Renewable energy sources diantaranya, seperti hydropower, solar energy, geothermal, marine energy, wind energy, bioenergy, dan sebagainya. Indonesia sendiri sangat kaya potensi energi terbarukan yang sebagain belum dimanfaatkan secara optimal. Krisis mulai bermunculan dan mendukung minimnya optimalisasi pemanfaatan renewable energy. Salah satu krisis yang perlu disoroti, yaitu krisis lokasi.

image
Gambar 2. Potensi Energi Terbarukan Nasional menurut Teknologi Tahun 2019 (Sumber: IESR)

Pada gambar 2, terlihat data mengenai potensi energi terbarukan di Indonesia di mana dominansi provinsi dengan potensi tertinggi, yaitu Kalimantan Barat disusul Papua. Hal inilah yang menjadi perbincangan hangat. Mengapa? Jika ditinjau lebih lanjut, konsumsi energi terbarukan memiliki dominansi di Pulau Jawa, sedangkan tempat produksi dan rencana pembangunan berkelanjutan renewable energy marak secara rata di luar Pulau Jawa. Tentunya hal ini menjadi tantangan double bagi kepengurusan energi terbarukan karena perlu melihat dari sisi produksi dan konsumsi dan berdampak pada perlunya investasi keuangan negara yang sangat besar hanya untuk implemetasi bagian renewable energy.

Bagaimana perspektif Anda menanggapi challenge ini?

Referensi:
[1] The National Renewable Energy Laboratory (NREL). 2001. Renewable Energy: An Overview/
[2] Adiatma, Julius Christian & Tampubolon, Agus Praditya. 2019. Laporan Status Energi Bersih Indonesia. Jakarta: Institute for Essential Services Reform (IESR)