Korupsi dan problematika politik Indonesia

Teman-teman semua pasti masih ingat korupsi besar-besaran oleh pemerintah eksekutif dan legislatif kota Malang tahun 2018 lalu. Korupsi yang menyita perhatian publik ini karena menyangkut 42 anggota DPRD beserta walikota dan jajaran kepala dinas kota Malang. Belum lagi, di Sumatera Utara, juga pernah terjadi kasus serupa yang menyeret banyak pihak didalamnya. Hal ini jelas menjadi tamparan keras bagi semua pihak, baik bagi partai politik, pemerintah daerah, maupun masyarakat. Menurut teman-teman semua, problematika apa yang dihadapi sehingga kasus seperti ini dapat terjadi? Langkah apa yang dapat digunakan guna mengurangi atau mengantisipasi korupsi di ranah pemerintahan?

1 Like

Seharusnya para koruptor bisa mendapatkan hukuman yang berat agar jera dan juga diperlukannya pendidikan dini mengenai perilaku tidak baik karena akan lebih baik jika sudah ditanam sewaktu kecil. Dan juga lingkungan harus mendukung karena misalnya saja ada 1 orang yang baik apabila ditempatkan dengan orang yang melakukan kecurangan hal itu dapat menarik orang-orang yang tadinya jujur untuk menjadi orang yang melakukan kecurangan (korupsi).

Terimakasih atas pendapatnya. Lantas hukuman apa yang sekiranya dapat dikatakan “bikin jera”? Lalu bentuk pendidikan dini yang seperti apa? Toh kalau berkaca dari pola dan sistem pendidikan kita, selalu diajarkan soal tidak boleh mencuri (bertindak merugikan orang lain), dll. Soal lingkungan juga berpengaruh? Saya kurang sepakat soal ini, mengingat mau ditempatkan dimana saja, kalau toh dia mau mencuri (korupsi) ya korupsi saja.

Problematika yang dihadapi adalah budaya korupsi yang sudah mengakar dan dianggap lumrah, khususnya di ranah pelayanan publik yang berperan besar dalam masalah ini. Karena kasus korupsi bukan hanya tentang persoalan hukum saja tetapi juga persoalan sosial yang harus dibenahi. Selain melakukan penguatan kelembagaan birokrasi dan memperperbaiki regulasi, pemberatasan korupsi juga harus merangkul masyarakat untuk mengoptimalkan peran sosial control-nya sehingga demokrasi berjalan sesuai harapan.

1 Like

Lagi dan lagi isu korupsi masih terus menjadi isu teratas. Seharusnya sebagai tokoh masyarakat DPR harus memberikan contoh baik. Izin bertanya, kita sudah tau bahwa korupsi itu merugikan negara dan setiap tahun masalah ini pasti selalu ada. Nah menurut saudara, harus dengan cara apa agar para koruptor itu kapok dan tidak lagi melakukan aksinya? Terima kasih

Kalau saya, akan bikin 2 cara, pencegahan dan penguatan penindakan. Pencegahan bisa dengan memasukkan kurikulum sadar anti korupsi ke institusi pendidikan. Penguatan penindakan dengan memberikan hukuman yang dapat memberikan efek jera. Caranya dengan memberi hukuman mati atau dengan hukuman dimiskinkan dan dipermalukan. Nantinya mungkin perlu museum koruptor yang dapat dikunjungi oleh anak-anak TK/SD sebagai wisata anti korupsi. Saya yakin ini akan menjadi perdebatan pro-kontra yang menarik