Konsentrasi Flotasi

Flotasi merupakan pemisahan satu mineral atau lebih dengan mineral lainnya melalui pengapungan. Mengapungkan mineral tertentu dari mineral lainnya dengan bantuan gelembung udara sampai ke permukaan air. Secara spesifik pemisahan ini disebut froth flotation atau flotasi buih. Media pemisahannya adalah air dan gelembung udara.
Flotasi merupakan metode fisika kimia untuk memisahkan mineral dengan memanfaatkan sifat permukaan mineral yaitu sifat hidrofilik dan hidrofobiknya (Rahayu,2002). Pada proses flotasi diperlukan bahan kimia tambahan berupa zat kolektor. Kolektor merupakan reagen yang memiliki permukaan selektif, karena mempunyai gugus hidrofobik dan hidrofilik. Salah satu bahan kimia yang dapat digunakan sebagai zat kolektor adalah bahan kimia yang mengandung surfaktan seperti deterjen. Selain lebih ekonomis, deterjen memiliki kemampuan seperti zat kolektor yaitu dapat mengubah sifat kompleks ion dari hidrofilik menjadi hidrofobik. Selain itu deterjen dapat juga berfungsi sebagai pembuih. Oleh karena itu, metode flotasi dianggap lebih murah dan mudah. Proses flotasi pemisahan timbal dalam galena (mineral timbal sulfida dengan komposisi kimia PbS) dipengaruhi juga dari banyaknya gelembung udara untuk mengangkat partikel-partikel yang memiliki massa jenis lebih kecil dari timbal. Jika misel yang terbentuk semakin banyak maka semakin menurun pula kinerja surfaktan dalam membentuk gelembung udara. Hal ini menyebabkan proses flotasi juga akan terganggu sehingga terjadilah penurunan persentase pemisahan timbal dalam galena (Sabariman, 2004 ; Karamah et al., 2008).

sumber: https://core.ac.uk/download/pdf/191016063.pdf
https://www.geologinesia.com/2016/06/mengenal-galena-dan-kegunaannya.html
https://ardra.biz/sain-teknologi/mineral/pengolahan-mineral/pemisahan-secara-flotasi/