© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Kisah Sebuah Tes Tulis Lamaran Kerja

tes tulis lamaran kerja

Dikisahkan suatu waktu di Indonesia, ada sebuah perusahaan yang melakukan rekrutmen untuk sebuah posisi. Perusahaan tersebut perusahaan besar, yang sampai sekarang pun namanya insya Allah masih cukup dikenal di Indonesia. Pelamar untuk posisi tersebut terbilang besar, sekitar 2000-an orang. Namun hanya 1 orang yang akhirnya diterima bekerja disana.

Dalam proses rekrutmen, perusahaan tersebut memberikan sebuah tes tertulis. Isi tes tertulisnya, adalah sebuah kasus untuk dijawab oleh calon karyawannya. Berikut kasus dalam tes tulis.


Anda sedang mengendarai motor ditengah malam yang hujan, ditengah jalan Anda melihat 3 orang sedang menunggu kedatangan angkot :

  • Seorang nenek tua yang sangat lapar.
  • Seorang dokter yang pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya.
  • Seseorang special yang selama ini menjadi idaman hati Anda.

Anda hanya bisa mengajak satu orang untuk dibonceng, siapakah yang akan Anda ajak ?
Dan jelaskan mengapa Anda melakukan itu!!

Jika Anda ikut dalam proses rekrutmen tersebut, kira-kira jawaban Apa yang akan Anda berikan?
Jangan scroll kebawah sebelum Anda memberikan jawaban Anda.

-----------------?

dari 2000an pelamar & jawaban, hanya 1 yg diterima, Orang tersebut tidak menjelaskan jawabannya, hanya menulis dengan singkat :

“Saya akan memberikan kunci motor saya kepada sang dokter dan meminta dia untuk membawa nenek tua tersebut untuk ditolong segera. Sedangkan saya sendiri akan tetap tinggal disana dengan sang idaman hati untuk menunggu angkot.”

Dan diterimanyalah ia serta langsung mendapat kualifikasi smart & brilliant employee

Lepas dari nilai non-syari terkait khalwat-nya, Bagi saya pribadi, hikmah yang bisa saya petik adalah kita dapat melakukan sebuah efisiensi pekerjaan yang menyenangkan. Syaratnya hanyalah kita mau berkorban lebih untuk mendapatkan sesuatu yang insya Allah lebih besar.

Pesan moral apa yang dapat anda petik?

SUMBER :

Berikut salah satu cara berfikir cerdas. Melihat hal-hal hanya dari perspektif Anda pasti malas berpikir. Ini naluriah untuk mengevaluasi peristiwa dan orang-orang atas dasar bagaimana mereka dapat mempengaruhi Anda dan bagaimana Anda dapat menggunakan kebaikan Anda sendiri di dalamnya.

Hal ini membutuhkan usaha mental lebih banyak untuk latihan empati dan imajinasi untuk berpikir tentang bagaimana situasi mempengaruhi orang lain, dan bagaimana setiap orang dapat bekerja sama untuk membuat sesuatu terjadi benar-benar menakjubkan.