Kisah "Philosophy For Life"

Ryan dan Tyler adalah anak kembar. Ketika keluarga memakan pie untuk makanan penutup, masing-masing anak laki-laki mengeluh bahwa yang lain mendapat makanan yang lebih besar. Jadi Ibu memutuskan hal ini. Dia pertama-tama akan memotong sepotong ukuran dua kali lipat, maka satu anak laki-laki akan memotong ini menjadi dua bagian yang sama dan anak laki-laki lainnya akan memilih salah satu bagiannya.

Si kembar menghargai keadilan ini dan menjadi pandai memotong sepotong kue menjadi dua bagian yang persis sama. Kemudian anak laki-laki itu bertanya, “Bu, apakah ada cara untuk mewujudkan keadilan seperti itu pada pilihan lain?”

Ibu menjawab, "Pasti ada perselisihan. Tapi kita bisa meminimalkannya dengan menerapkan aturan emas, ‘Perlakukan yang lain hanya dengan cara yang Anda inginkan agar Anda diperlakukan dalam situasi yang sama.’ Jika orang mengikuti ini, akan ada sedikit keluhan tentang perlakuan tidak adil. "

Ini adalah pelajaran hidup yang sangat berharga bagi putra-putranya. Mereka mendorong pemikiran ini untuk memprovokasi gagasan saat berhadapan dengan setiap aspek kehidupan mereka. Ajaran ini juga harus ditanamkan oleh kita dalam hidup kita untuk dinamika sosial damai yang lebih baik.

Apa pendapat Anda tentang kisah ini?

Sumber:
http://www.pravsworld.com/philosophy-for-life/

Cerita ini mengajarkan kita untuk adil kepada siapapun. Seperti pada cerita tersebut, sang ibu membagi pie menjadi bagian yang sama. Dengan adanya keadilan ini akan membuat dunia menjadi lebih damai.