Kisah "How High Can You Jump?"

Anda melatih kutu dengan memasukkannya ke dalam toples yang memiliki tutup. Kutu melompat, sehingga mereka akan melompat dan menyentuh tutupnya lagi dan lagi. Ketika Anda melihat mereka melompat dan menabrak tutupnya, Anda akan melihat sesuatu yang menarik. Kutu terus melompat, tetapi mereka tidak lagi melompat cukup tinggi untuk mencapai puncak.

Kemudian Anda bisa melepas tutupnya dan meskipun kutu terus melompat, mereka tidak akan melompat keluar dari toples. Saya ulangi, mereka tidak akan melompat karena mereka tidak bisa. Alasannya sederhana saja. Mereka telah mengkondisikan diri mereka untuk melompat hanya setinggi itu. Setelah mereka mengondisikan diri untuk melompat hanya setinggi itu, itu saja yang bisa mereka lakukan.

Seringkali, orang melakukan hal yang sama. Mereka membatasi diri dan tidak pernah mencapai potensinya. Sama seperti kutu, mereka gagal melompat lebih tinggi, berpikir bahwa mereka melakukan semua yang bisa mereka lakukan.

Sumber:
http://www.pravsworld.com/how-high-can-you-jump/

Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak membatasi diri kita untuk melakukan suatu hal. Seperti pada kisah tersebut, saat toples ditutup, kutu mulai menabrak tutup toplesnya. Kemudian semakin hari dia akan semakin rendah lompatannya. Mengapa? Karena ada batasan. Nah kita jangan seperti itu. Batasan memang selalu ada, namun kita tidak boleh terlalu membatasi diri. Jika kita terlalu membatasi diri, maka kita tidak akan pernah berkembang.