Kisah "Believe Your Instinct"

Pada hari ini, Pak Morrie mengatakan bahwa dia ada latihan untuk kita coba. Kita harus berdiri, menghadap jauh dari teman sekelas kita, dan jatuh ke belakang, bergantung pada siswa lain untuk menangkap kita. Sebagian besar dari kita merasa tidak nyaman dengan ini, dan kita tidak bisa melepaskan lebih dari beberapa inci sebelum menghentikan diri kita sendiri. Kami tertawa malu.

Akhirnya, seorang siswa, seorang gadis kurus, pendiam, berambut gelap yang saya perhatikan hampir selalu memakai sweater putih yang besar, menyilangkan lengannya di dadanya, menutup matanya, bersandar kembali, dan tidak bergeming, seperti salah satu dari iklan teh Lipton dimana model menceburkan diri ke kolam.

Sejenak, saya yakin dia akan jatuh ke lantai. Pada saat terakhir, pasangan yang ditugaskannya menangkap kepala dan bahunya, dan menariknya ke atas dengan kasar.

“Whoa!” Beberapa siswa berteriak. Beberapa tepuk tangan. Akhirnya Pak Morrie tersenyum.

“Lihat”, katanya pada gadis itu, “Kau menutup matamu. Itulah bedanya. Terkadang kau tidak percaya dengan apa yang kau lihat. Kau harus percaya apa yang kau rasakan. Dan jika kau ingin orang lain mempercayaimu, kau harus merasa bahwa kau juga bisa mempercayainya, bahkan saat dirimu dalam kegelapan. Bahkan saat kau jatuh.”

Bagaimana pendapat anda tentang kisah ini?

Sumber:
http://www.pravsworld.com/believe-your-instincts/

Intinya adalah bahwa jika kita ingin orang lain mempercayai kita, kita harus yakin bahwa orang lain bisa kita percaya. Karena ketika anda tidak yakin, maka orang lain juga tidak akan yakin dengan anda.