Kisah "Being And Breathing In A Relationship"

Suatu malam yang hangat beberapa tahun yang lalu … Setelah menghabiskan hampir setiap menit bangun dengan Angel selama delapan hari berturut-turut, saya tahu bahwa saya harus mengatakan padanya hanya satu hal.

Begitu larut malam, tepat sebelum dia tertidur, saya membisikkannya di telinganya. Dia tersenyum, senyuman yang membuat saya tersenyum kembali, dan dia berkata, “Ketika saya berumur tujuh puluh lima tahun dan saya memikirkan tentang hidup saya dan bagaimana rasanya menjadi muda, saya harap saya dapat mengingat saat ini juga. ”

Beberapa detik kemudian dia menutup matanya dan tertidur. Ruangan itu tenang, hampir sunyi. Yang bisa saya dengar hanyalah desahan lembut napasnya.

Saya tetap terjaga memikirkan waktu yang kami habiskan bersama dan semua pilihan dalam hidup kami yang memungkinkan momen ini terjadi.

Dan pada titik tertentu, saya menyadari bahwa tidak masalah apa yang telah kami lakukan atau ke mana kami pergi. Masa depan juga tidak memiliki arti apa pun. Yang penting adalah ketenangan saat itu. Hanya bersamanya dan bernapas dengannya.

Moral: Kita tidak boleh membiarkan jam, kalender, dan tekanan eksternal untuk mengatur hidup kita dan membutakan kita pada fakta bahwa setiap momen kehidupan kita adalah misteri yang indah dan keajaiban, terutama saat-saat yang kita habiskan bersama orang yang dicintai.

Bagaimana pendapat Anda tentang kisah ini?

Sumber:
http://www.pravsworld.com/being-and-breathing-in-a-relationship/

Kisah ini mengajarkan kita seberapa penting sebuah momen kehidupan. Setiap momen dalam hidup kita itu sangat berharga. Jadi, nikmatilah momen-momen dalam hidup anda. Karena ketika anda sudah kehilangan kesempatan untuk menikmati momen dalam hidup anda, anda akan menyesalinya.