Kesuksesan Startup iGrow di bidang pertanian,Bagaimana dengan sektor perikanan?

Perjalanan Andrea Senjaya yang sukses dalam membangun startup di bidang pertanian

IGrow merupakan startup yang bergerak di sector pertanian. Startup yang dirilis pada tahun 2014 telah berhasil memperoleh keuntungan yang sangat besar. Andrea Senjaya,Co-Founder sekaligus CEO iGROW dalam berita http://tekno.liputan6.com ,ia berbagi berbagi pengalamannya,bagaimana ia bisa sukses dengan bisnis iGrow. Berawal dari produk pertamananya yaitu Yukitatani,yang merupakan sebuah marketplace yang menghubungkan masyrakat urban dengan petani. Akan tetapi yukitatani tidak bertahan lama,Andrea Senjaya memaparakan bahwa tidak mudah mengubah kultur petani,terutama soal inventori dan transaksi digital. Selepas itu,mereka melihat fakta banyaknya lahan terbengkalai dan petani gurem di Indonesia dan juga permasalahan kredit perbankan disektor pertanian.Kemudian,dari fakta-fakta tersebut Andrea Senjaya dan temanya merilis iGrow pada tahun 2014.Andrea senjaya memaparkan manfaat dari iGrow,salah satunya,dengan iGrow ini investor bisa menanamkan uangnya pada lahan kosong,dengan jaminan hasil ,karena iGrow menggandeng gapoktan (gabungan kelompok tani) atau usaha kecil menengah yang teruji. Ia pun juga menjelaskan pembagian hasil yang di dapatkan iGrow. Pembagian hasil dari iGrow ini sebanyak 40% untuk investor,40% untuk petani dan 20% untuk iGrow.
Selain itu juga ia sudah mempersiapkan resiko-resiko yanh akan terjadi,contoh gagal panen,untuk mencegah resiko tersebut iGrow membuat strategi penanganan resiko degan menyisihkan dari tiap investasi/pendapatan dana sebesar 7,5-12,5 persen sebagai endowment fund untuk menjaga hal yang tak diinginkan. Strategi yang baik serta peluang yang sangat besar tidak dapat dipungkuri iGrow ini memiliki prospek yang sangat bagus untuk kedepannya. Sekarang pun iGrow telah menunjukan keberhasilannya,sampai saat ini statika yang mereka tampilkan dalam web https://www.igrow.asia/ , sudah ada 18.947 sudah menjadi member serta 2.000 petani yang sudah menjadi petani mitra mereka.

Startup di bidang pertanian sudah banyak sekali bermunculan di indonesi,salah satunya iGrow. Akan tetapi bagaimana sektor-sektor lainnya seperti sektor perikanan, apakah ada startup yang dapat sukses menangani sector di perikanan Indonesia?

Sumber: http://tekno.liputan6.com/read/2573181/wow-startup-pertanian-ini-beromzet-puluhan-miliar

iGrow adalah Contoh Sukses tentang Website Pertanian

Seperti dilansir oleh dailysocial.id
Saat ini sudah ada lebih dari 800 pengguna yang berinvestasi di iGrow. Untuk memaksimalkan kualitas saat ini juga sedang membatasi order, karena sedang mengupayakan pengembangan platform dan sumber daya di lapangan. Untuk menjamin tanaman yang diinvestasikan pengguna panen dengan sukses, selain pendekatan menyejahterakan petani, tim iGrow juga memiliki rekanan strategis di bidang pertanian untuk memastikan proses bercocok tanam dan panen dilakukan secara benar.
Menariknya banyak perusahaan yang langsung membeli ketika kebun sudah mulai memanen, seperti tanaman kacang langsung dibeli GarudaFood, produk buah oleh Carrefour, dan sebagainya.
Saat ini iGrow juga sedang mengembangkan Balai Akademi Produksi, untuk memaksimalkan return of investment dari pengguna, yakni dengan memaksimalkan pemrosesan limbah pertanian. Termasuk mengelola hasil atau kulit olahan buah tertentu menjadi pupuk atau yang lain. Melalui balai ini, dipastikan berbagai komponen hasil pertanian akan mampu bernilai ekonomis. Tim iGrow selalu menekankan bahwa misi utamanya bukan hanya sekedar untuk menjadi sebuah portal bisnis komersial, namun memang benar-benar untuk menumbuhkan pertanian di Indonesia, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem pertanian lokal.

Saya melihat IGROW cukup sukses dalam membantu para petani di Indonesia. Akan tetapi apakah petani di daerah terpencil juga dapat terbantu dengan adanya website ini? Karena ketika saya melihat pada halaman https://www.igrow.asia/home/how_it_works di sana disebutkan bahwa para investor bisa memantau langsung melalui web tersebut atau mendatangi langsung tempat untuk melihat tanaman. Setau saya untuk daerah terpencil jangankan untuk membuka internet, sms saja masih sulit dan juga tidak mungkin investor akan mengunjungi langsung tempat terpencil itu. Apakah ada solusi lain untuk daerah-daerah terpencil? Terima kasih,

Untuk menangani masalah perikanan di Indonesia cenderung masih sulit ditemukan. Padahal Indonesia merupakan negara kelautan yang 2/3 wilayahnya merupakan lautan. Yang saya ketahui sampai saat ini hanya pasarlaut.com. Dalam menangani hal ini, kita dapat bekerja sama untuk membangun sistem yang sesuai dengan kebutuhan para nelayan di Indonesia berdasarkan keluhan-keluhan yang mereka hadapi. Terlebih, sudah banyak kesuksesan di bidang pertanian yang sangatlah mungkin untuk diterapkan di sektor perikanan. Jika nantinya sistem berjalan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan pemerintah akan membantu hal ini.

Pertanyaan yang bagus mba firnanda.menurut saya itu salah satu kelemana di indonesia juga.Di Indonesia tidak semua tempat terjangkau dengan jaringan internet khususnya daerah-daerah diluar pulau jawa.mungkin salah satu solusinya, iGrow bisa menggaet perusahaan telekomunikasi di Indonesia.

Ketika IGROW bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi di Indonesia, otomatis mereka harus membagi hasil dengan perusahaan tersebut. Hal itu akan menyebabkan keuntungan yang didapat akan semakin mengecil. Bagaimana menurut Anda agar perusahaan telekomunikasi mau bekerja sama akan tetapi tidak mengurangi keuntungan yg didapat? Apakah prinsip sponsorship dapat dilakukan?

Melihat wilayah Indonesia dan transportasi yang ada sekarang, dan sifat dari hasil tangkapan laut yang bisa cepat busuk, menurut saya adalah MUNGKIN, namun dengan catatan bahwa perusahaan tersebut tidak dibuat terpusat namun dibuat di masing-masing daerah dan langsung di distribusikan di kota terdekat dan kota besar terdekat, dan tidak didistribusikan ke pulau lain.
Atau dengan cara lain perusahaan tersebut harus melakukan perhitungan berapa lama ikan tersebut masih layak dan lama pendistribusiannya dan menemukan cara yang tepat untuk menangani hal tersebut.

salah satu penunjang kepopuleran iGROW [selain memenangkan lomba startup pastinya] adalah populernya investasi sebagai salah satu solusi untuk berputarnya roda ekonomi, dan iGrow sendiri menawarkan investasi di bidang pertanian yang bisa dibilang unik karena menanam beberapa tumbuhan yang belum populer seperti zaitun dan diawasi oleh pihak yang professional di bidang pertanian termasuk yang terlibat adalah bpk Muhaimin iqbal sendiri yang mendirikan startup center tempat ide iGrow itu dikembangkan dan dimentoring hingga memenangkan kompetisi. Disini kualitas teknologi website sepadan dengan pengelola pertanian yang professional jadi tingkat kepercayaan investor menjadi tinggi.