Kenapa penyakit dental pada Beruang madu lebih sering terjadi pada Beruang di penangkaran?

image

Beruang madu punya sifat pemalu dan penyendiri. Di antara keluarga beruang, beruang madu berbadan paling kecil. Panjang beruang madu hanya 1,4 meter, tinggi 70 sentimeter, dengan berat 50-65 kilogram. Bandingkan dengan beruang kutub yang beratnya 400-600 kilogram. Bulu beruang madu hitam dan hitam kecoklatan, matanya berwarna coklat atau biru, hidung lebar, dan moncong tidak terlalu panjang. Kepalanya besar dengan daun telinga kecil dan bundar. Namun beruang madu bisa penyakit dental, Kenapa penyakit dental bisa terjadi pada Beruang madu?

Penyakit dental pada beruang madu lebih sering terjadi pada beruang di penangkaran, hal ini dikarenakan sulitnya mendapatkan diet natural dari beruang madu seperti saat hidup liar di hutan. Diet yang lunak serta kandungan gula yang tinggi pada diet yang diberikan di penangkaran (seperrti pada buah-buahan domestic serta enrichment yang bersifat manis) menjadi salah satu penyebab terbentuknya plaque (Fleming dan Burn, 2014). Kasus penyakit dental lainnya pada beruang seperti erosi enamel serta predisposing gigi menjadi fracture juga terlihat pada berung yang mengalami “Bar Biting” (merupakan manisfestasi umum dari tingkah laku abnormal beruang yang berada di penangkaran) (Maas, 2000; Vickery dan Mason, 2004). Hal itu perlu dioperasi karena hal itu bisa membahayakan.