Kenapa Cewek Lebih Sering Baper?

392a3f2acad7b048d35486c3117ba87a
Photo by Behance (Pinterest)

Cewek pasti merasa lebih baper (terbawa perasaan) daripada pria saat mereka jatuh cinta. Tahukah kamu apa yang menyebabkan perasaan yang menggebu-gebu ini? Hal ini dikarenakan hormon endorfin yang bergejolak, dunia terasa miliknya sendiri, dan hubungan intim masih terasa sangat menakjubkan. Seorang cewek dapat mencintai seseorang secara emosional seiring dengan berjalannya waktu.

Kebanyakan cewek selalu menyangkutkan segala sesuatunya dengan perasaan. Apalagi ketika ada seorang cowok yang disukai memberikan respon positif. Diberi perhatian sedikit, perasaan sudah melayang. Padahal, belum tentu perhatian yang diberikan itu adalah bentuk perhatian yang spesial, bisa jadi ke semua cewek memang seperti itu.

Dan, cewek itu gampang banget luluh jika dipuji dan diberi perhatian secara terus-menerus. Bagi kaum hawa, pujian dan perhatian dari seorang cowok merupakan bentuk sebuah kasih sayang. Padahal, beberapa cowok yang melakukan itu hanya untuk basa-basi agar ada topik pembicaraan. Jadi jangan kecewa ya karena udah baper duluan! Hihihi…

Biasanya, cewek itu terlalu memercayai apa yang dikatakan oleh kekasihnya. Karena alasan cinta, cewek sering kali bertingkah dan bertindak bodoh. Mereka selalu memercayai apa pun yang dikatakan oleh kekasihnya dengan alasan enggak mau berdebat. Padahal, belum tentu apa yang dikatakan adalah hal yang benar. Hiyaa…

So, baper itu wajar ya ladies tapi jangan jadi “bodoh” karena cowok. Percaya boleh tapi jangan terlalu berlebihan. Kamu mungkin bisa dibuat nyaman olehnya, tapi tanyakan dulu apa maksud dan tujuannya. Supaya kamu tidak kecewa. Setuju?

Sumber Referensi :
Halodoc.com

Sepakat… saya pun termasuk orang yang cenderung suka baper bahkan dengan hal-hal kecil yang dilakukan orang lain. Dipuji dikit, baper… dibaikin dikit, baper… hehehe. Terkadang saya juga bertanya-tanya, kalau saya sering baper gini apa nanti bisa dibodohin laki-laki yaa? Kaena kalau dilihat dari apa yang sudah saya alami, saya orangnya kurang tegas dan cenderung menggunakan perasaan.Jadi dari kita sendiri sudah seharusnya mengontrol perasaan kita dengan menggunakan logika akal yang sudah kita punya.

Menurut saya, menjadi baper itu ada sisi positifnya… yaitu menjadi lebih peka dan peduli terhadap sekitar. Karena hatinya memang mudah tersentuh jadi tidak menjadikan dirinya cuek dengan halhal yang terjadi di sekitarnya. Saya juga pernah mendengar bahwasanya, perempuan cenderung emnggunakan perasaan daripada logika. Hal itu dibuktikan dengan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya biasanya lebih “tampak”. Saya tidak mengatakan kasih sayangnya lebih “besar” dari seorang ayah, karena menurut saya kasih sayang itu tidak terukur. Tetapi yang terlihat adalah bagaimana orang tua menunjukkan kepada anaknya…