Kenapa bermain game bisa bikin stres?

  Bermain game menjadi salah satu kegiatan yang sering dilakukan remaja. Semakin canggihnya teknologi, kini bermain game bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Mudahnya mengakses jaringan internet dan memainkan game menjadikan aktivitas ini sangat digemari. Bermain game memiliki dampak positif seperti menghibur diri, melatih rasa sportif, hingga menghilangkan stress. tapi tahukah youdics bermain game juga bisa bikin stres lho.
Nah, menurut youdics kenapa sih bermain game bisa bikin stres? apakah kalian juga pernah merasakannya?

Berbagai penelititian telah membuktikan bahwa beberapa permainan dengan level kekerasan yang tinggi contohnya Call of Duty dapat menyebabkan stress. Namun penelitian yang lebih baru menemukan bahwa tidak semua stress yang disebabkan oleh video games berbahaya.

Penelitian pada tahun 2019 oleh Departemen Ilmu Psikologi Universitas North Carolina di Charlotte mengkonfirmasi genre permainan yang berbeda dapat memberikan level stress yang berbeda-beda juga. Contohnya, permainan seperti Call of Duty atau Mortal Kombat dapat menyebabkan tingkat stress yang lebih tinggi daripada Tetris atau Candy Crush. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa tanda stress dialami oleh partisipan seperti contohnya perubahan detak jantung dan respon emosional dari sebelum dan setelah melakukan dua jenis permainan itu, namun tidak ada peningkatan tekanan darah yang digunakan sebagai indikator tubuh mengalami ancaman. Maka dari itu, video games memang akan menyebabkan dampak psikologis yang menunjukkan tanda stress tapi tidak sampai mengancam diri.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Comfy Sacks pada lebih dari 1000 games menunjukkan 60% partisipan menyatakan bahwa Permainan tembak-tembakan dengan tipe orang pertama (first-person shooters games) merupakan tipe game yang lebih menyebabkan stress. Namun dalam penelitian yang sama 54% partisipan yang sebagian besar adalah gamer yang bermain game setiap hari, mengakui bahwa memainkan permainan yang lebih mudah dapat mengurangi level stress.

Kalau dari saya pribadi, bermain games dapat menyebabkan stress yang cukup tinggi kalau permainannya membuat tegang seperti tipe horror, thirller, maupun yang butuh konsentrasi tinggi. Namun stress itu baru akan terasa apabila terlalu lama bermain game contohnya apabila lebih dari 6 jam, bahkan 10 jam.

Sumber

Stress lah masa engga, maen game yang ga disukai karena terpaksa itu bikin stress, kalah tapi sebabnya ga disadari juga bikin stress, atau aspek lain dalam game seperti ketemu bocil sok pro, bocil tengil, bocil afk juga bikin stress. Itulah kenapa main game bikin stress menurut pengalaman teman saya.

hal yang membuat game menjadi beban stress, salah satunya, adalah tingkat kesulitan game itu sendiri. Mungkin utk beberapa orang tidak terbebani, tetapi tingkat kesulitan ini menjadi beban stress ketika si pemain sudah terobsesi dengan game itu juga, sehingga ini dapat menutup akal sehat si pemain agar tidak selalu memikirkan game tersebut.
Selain itu juga mungkin karena game yang dimainkan kemenangan bergantung oleh pemain lain, sehingga pemain yang sudah dengan baik memainkannya dibuat stress karena tidak mendapatkan kemenangan karena pemain lain tidak sepaham atau tidak baik mainnya.

Bermain game merupakan sarana dimana kebanyakan digunakan oleh kalangan remaja, bermain game juga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengaruh akan teman sebaya atau sebagai bentuk pelarian mengatasi stress akan akademik/sekolah, keluarga, ataupun permasalahan pribadi. dari hasil penelitian yang dilakukkan terdapat data bahwa terdapat penyimpangan akan perkembangan remaja yang optimal hal ini tandai karena senang menyendiri, menikmati dunia maya di media sosial. kurangnya kepercayaan diri , putus asa, dan lain lain.
Bermain game dapat memicunya tingkat stress, dikaitkan dengan teori yang dikemukakan oleh Lawrence Green bahwa perilaku kebiasaan bermain game dengan durasi yang tinggi mengakibatkan munculnya quality of life atau kualitas hidup dan hal ini dapat menggangu kesehatan mental pada remaja. penyebab kecanduan bermain game dengan durasi yang tinggi ini dapat menyebabkan beberapa gangguan pada kesehatan mental. ketika seseorang bermain game dengan durasi waktu yang tinggi maka seseorang tersebut akan menarik diri dari kehidupan sosial sehingga ketika adanya perubahan-perubahan yang muncul maka seseorang tersebut akan lebih kesusahan untuk beradaptasi dan tidak mampu untuk mengatasinya oleh karena itu dari situlah akan terjadi gangguan-gangguan pada kesehatan mental seperti stress, depresi. Hal ini juga di dukung oleh penelitian di Indonesia bahwa kondisi merupakan hal yang dapat menimbulkan stress dalam masa remaja, karena dengan adanya target dari perkembangan yang semestinya harus dicapai di usianya.
Jika dilihat dari sudut pandang penulis ini, menurut saya boleh saja bermain game akan tetapi harus dapat menentukan Batasan waktu yang seharusnya mengerti pada setiap individu, karena itu perlu tetap adanya untuk tetap besosialisasi dengan lingkungan sekitar agar mengerti dan mampu beradaptasi jika ada perubahan-perubahan yang signifikan, jika tidak maka seperti hasil penelitian sebelumnya yang sudah dilakukkan dapat memicu timbulnya individu tersebut tidak mampu untuk beradaptasi jika ada perubahan hingga munculnya gangguan kesehatan mental seperti stress, depersi.

Sumber :
Erik, S., & Syenshie, W. V. (2020). Hubungan Durasi Bermain Game dengan Kesehatan Mental pada Remaja Pria. Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa, 2 (2), 69-79.