Kenapa Banyak Orang Suka Makanan Pedas?

Makanan pedas seolah tak bisa dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari orang Indonesia. Sambal adalah salah satu contoh makanan yang hampir wajib ada di meja makan.

pedas

1. Mengurangi Pembusukan
Dirangkum dari BBC pada Jumat, 16 Februari 2018, budaya makan pedas mungkin berkaitan dengan fakta bahwa beberapa rempah (yang memunculkan rasa panas atau pedas) bersifat anti-mikroba. Dalam sebuah survei terhadap resep di seluruh dunia, para peneliti mencatat bahwa jumlah penggunaan rempah dalam makanan meningkat seiring peningkatan suhu tahunan rata-rata. Menurut laporan BBC dituliskan bahwa pada tempat yang panas, makanan yang tidak disimpan dalam lemari pendingin, pembusukan akan berlangsung sangat cepat. Rempah-rempah mungkin dapat membantu makanan tetap bertahan sedikit lebih lama, atau setidaknya membuatnya lebih enak.

2. Membuat Berkeringat
Mengonsumsi makanan pedas sering kali membuat berkeringat. Keringat ini mungkin membantu untuk mendinginkan diri di daerah yang panas. Efek pendinginan eveporatif (penguapan) yang terjadi saat berkeringat berguna untuk menjaga keseimbangan tubuh. Namun dalam iklim yang sangat lembap, tidak masalah seberapa banyak seseorang berkeringat, penguapan tidak akan mendinginkan tubuh. Hal itu disebabkan udara sudah terlalu banyak air di udara. Hal tersebut dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan dengan membandingkan minuman yang diminum seusai berolahraga. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa minum air panas setelah berolahraga membantu mendinginkan badan lebih banyak dibandingkan minum air dingin. Tetapi dengan catatan hanya terjadi saat kelembapan udara rendah.

3. Peran Budaya
Pedas memang menimbulkan sensasi rasa baru dalam makanan. Apalagi jika sensasi ini didapat dari berbagai jenis rempah yang beragam. Akan tetapi, keragaman rasa ini di Eropa sekitar tahun 1.600-an dipandang sebagai sesuatu yang tak beradab, seperti yang ditulis oleh Maanvi Singh dalam bukunya The Salt. Orang Eropa pada saat itu mengubah standar makanan mewah yang berfokus dengan esensi paling murni dari bahan dasarnya. Peran budaya inilah yang menentukan bagaimana suatu masyarakat merespon rasa makanan, termasuk pedas. Seperti kebanyakan hewan, manusia menggunakan rasa sebagai cara untuk menentukan apa yang aman untuk dimakan. Begitu seseorang terbiasa dengan sebuah rasa tertentu, seseorang tersebut cenderung akan lebih menyukainya. Inilah yang kemudian menjadi alasan kuat mengapa orang Indonesia menyukai rasa pedas dari makanan. Bahkan, ada rasa yang kurang ketika kita tidak mengonsumsi makanan pedas.

4. Sensasi Tersendiri
Reaksi fisiologis terhadap makanan pedas juga terjadi dari hasil aktivasi sensor temperatur dalam mulut. Tubuh akan bereaksi seolah-olah terbakar. Dan kemudian akan berkeringat, memerah, bahkan mungkin muntah akibat makanan pedas. Sensasi ini memicu pengalaman intens yang dianggap bagian dari daya tarik makanan pedas.

Sumber : https://sains.kompas.com/read/2018/03/09/212415423/kenapa-banyak-orang-suka-makanan-pedas