“Kenangan Yang Tak Indah” - Challenge 30 hari menulis sastra

19-16
source of pict : https://images.app.goo.gl/8B5wR768VBQVPeCf8

“Kenangan Yang Tak Indah”
Oleh : Siti Sarahwati

Pada suatu malam ada seorang gadis yang tengah melamun di tepi jalan, dia bernama anes. Anes tampak sedang meratapi sesuatu, dan tak jarang air mata berjatuhan membasahi tubuhnya namun dia biarkan air matanya mengalir begitu saja. kemudian datang seorang lelaki tua yang menghampiri yang seketika membuat anes sangat marah dan mengusirnya seolah dia tidak senang akan kehadiran lelaki tua ini.

Ternyata 10 tahun yang lalu ada suatu kejadian yang sangat kelam yang membuat keadaan anes menjadi seperti sekarang ini, ya ternyata lelaki tua itu adalah ayah kandung anes, saat 10 tahun yang lalu ayah kandung anes seringkali bertengkar dengan ibu anes, sejak kecil anes merasa tidak pernah ada yang namanya keluarga bahagia di dunia ini. Hari-hari anes lewati dengan suasana rumah yang tidak pernah ada rasa tenang dan damai. Hingga suatu ketika ayah anes mengusir ibu anes sendirian, ibu anes berkelana entah kemana. Hingga anes sudah lama tidak bertemu dengan ibunya, hingga akhirnya anes bertemu dengan ibunya dengan kondisi yang sudah setengah gila, ibunya seringkali menyakiti diri sendiri, anes sangat menyayangi ibunya hingga seketika anes menangis terisak dihadapan ibunya yang sudah tak bisa lagi mengingat dirinya. Ibu anes sekarang sudah dirawat di rumah sakit jiwa yang mana banyak orang-orang yang mengalami kondisi yang sama dengan ibu anes.

Hingga suatu malam, ibu anes terbentur sebuah pohon di halaman tempat tinggalnya dimana ia dirawat seketika benturan keras itu membuat kenangan-kenangan akan masa lalu yang pahit dengan segala pertengkaran dengan suaminya terlintas dibenaknya sehingga membuat ibu anes semakin tak terkendali. Tanpa sepengetahuan penjaga rumah sakit, ibu anes pergi melarikan diri dia pergi ke sebuah jembatan sungai yang dekat dari tempat tinggalnya akhirnya dengan segala amarah yang telah dia pendam dan dengan kondisi yang semakin tak terkendali akhirnya ibu anes melakukan aksi bunuh diri dengan terjun bebas dari jembatan ke dalam sungai yang sangat luas dan dalam itu.

Setelah kejadian itu, akhirnya warga sekitar menemukan mayat ibu anes yang telah mengambang di sungai dan memberitahukan kepada pihak rumah sakit jiwa, pihak rumah sakit jiwa juga segera menghubungi anes yang pernah menjenguk ibunya. Setika anes pun sangat sedih dan menangis dengan hebatnya, setelah sekian lama dia tidak betemu dengan ibunya akhirnya sekarang dia benar-benar tidak bisa bertemu dengan ibunya lagi untuk selama-lamanya. Perasaan anes sangat hancur, di rumah ayahnya tengah asyik bermesraan dengan istri barunya.

Anes sudah sangat terpukul dan depresi berat karena keadaan yang menimpannya. Anes memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah dan berkelana entah kemana, hingga pada akhirnya kondisi kejiwaan anes perlahan mulai terganggu. Dia sering menangis sendiri tanpa ada orang yang memperdulikannya, tatapannya sangat kosong seolah dunia telah mati dan berakhir, dia hanya bisa diam dan selalu membawa foto ibunya kemanapun anes pergi, dia seringkali berbicara sendiri dengan foto ibunya yang sangat ia cintai.

Detik demi detik kenangan yang tak pernah indah ia selalu bayangkan meski memang tak sedikitpun ada kata damai, setidaknya dulu anes masih bisa bermain dan berbincang dengan ibunya. Kini semuanya hanya tinggal kenangan, waktu sudah berjalan dengan sendirinya tak ada yang bisa mengembalikan waktu yang telah terlewatkan. Itulah kisah anes seorang gadis yang sangat malang

-TAMAT-