Kejujuran dan transparansi dalam kepemimpinan?

leadership

(Purbaning Dharma Shanti Handoyo) #1

Ketika seseorang berfikir tentang kepemimpinan, gambaran yang ada dalam fikiran adalah keahlian yang dimiliki seseorang sejak lahir untuk memimpin suatu hal. Namun, definisi dari kepemimpinan sangatlah bebas dan terbuka karena kepemimpinan sangatlah kompleks.

Dalam hal kepemimpinan salah satunya diperlukan komunikasi yang baik. Hal tersebut dapat dibangun dengan berbicara jujur kepada orang lain dan menjadi pribadi yang terbuka dalam diri sendiri, hal berpendapat, dan berfikir.

Sifat jujur dan terbuka merupakan sifat yang berasal dari pribadi seseorang, sifat tersebut merupakan pondasi untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, dan sifat tersebut dapat membangun sebuah komunikasi yang baik dengan orang lain.

Kepemimpinan kepercayaan yaitu perilaku – perilaku yang membangun kepercayaan dalam hal konsistensi di dalam tindakan aktivitas atau dapat diandalakan. Membangun kepercayaan sangatlah sulit, sehingga sesorang pemimpin harus jujur dalam melakukan setiap tindakan.

Kejujuran seorang pemimpin diawali pada jujur kepada dirinya sendiri, hal itu merupakan kunci untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang baik.

Seorang pemimpin yang baik akan selalu jujur pada anggota tim atau kliennya atas setiap keuntungan atau resiko yang ada di dalam setiap keputusan yang diambil, karena setiap keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin yang jujur memiliki dasar atau berdasakan situasi yang ada.

Bekerja secara jujur merupakan hal yang sangat bijak, karena dampak dari ketidakjujuran dapat membuat seseorang kehilangan reputasinya yang telah diraih dalam bekerja. Jujur dalam bekerja dapat membuat seseorang percaya akan kinerja dalam bekerja, menciptakan image yang baik dihadapan publik, dan membuat lebih tanggung jawab dalam bekerja.

Selain sifat jujur, seorang pemimpin harus terbuka atau transparan, salah satunya terbuka dalam menyampaikan berpendapat dan berfikir.

Transparansi adalah suatu hal yang tidak ada maksud tersembunyi didalamnya, disertai dengan ketersediaan informasi yang lengkap yang diperlukan untuk bekerja sama atau berkolaborasi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Seorang pemimpin harus terbuka dan tentu diawali dari dirinya sendiri atau kepribadiannya hal itu merupakan point terpenting. Menjadi pribadi yang transparan akan memberikan kepercayaan kepada orang lain, khususnya kepada anggota tim terlebih kepada klien. Dengan seorang pemimpin yang transparan dapat membuat segala sesuatu menjadi nampak jelas dan semua orang dapat menilai kinerja sorang pemimpin dengan anggota tim.

Contoh seorang pemimpin yang jujur dan transparan atau terbuka yaitu Gubernur DKI Jakarta, Basuka Tjahaja Purnama atau sering dikenal sebagai Ahok.

Beliau merupakan pemimpin yang jujur, transparan, tegas dan bertanggungjawab dalam bekerja. Bermodal keyakinan bahwa "orang miskin jangan lawan orang kaya dan orang kaya jangan lawan pejabat" (Kong Hu Cu), keinginan untuk membantu rakyat kecil di kampungnya, dan juga kefrustasian yang mendalam terhadap kesemena-menaan pejabat yang ia alami sendiri, beliau memutuskan untuk bergabung dalam dunia politik pada tahun 2003.

Awal menjadi DPR, beliau dikenal oleh kawan dan lawan sebagai figur yang apa adanya, vokal, dan mudah diakses oleh masyarakat banyak. Lewat kiprahnya di DPR beliau menciptakan standard baru bagi anggota-anggota DPR lain dalam anti-korupsi, transparansi dan profesionalisme. Beliau berkeyakinan bahwa perubahan di Indonesia bergantung pada apakah individu-individu idealis berani masuk ke politik dan ketika di dalam berani mempertahankan integritasnya.

Baginya, di alam demokrasi, yang baik dan yang jahat memiliki peluang yang sama untuk merebut kepemimpinan politik.

Beliau berharap model berpolitik yang ia sudah jalankan bisa dijadikan contoh oleh rekan-rekan idealis lain untuk masuk dan berjuang dalam politik. Sampai hari ini belaiu masih terus berkeliling bertemu dengan masyarakat untuk menyampaikan pesan ini dan pentingnya memiliki pemimpin yang bersih, transparan, dan profesional.

Beliau merupakan pemimpin yang memegang teguh prinsip-prinsip dalam hidupnya, tegas dalam mengambil keputusan apapun resikonya, berani dalam menentang hal yang tidak sesuai dengan peraturan, beliau tidak mau berkompromi kepada siapapun, terutama kepada orang atau kelompok tertentu untuk menuruti keinginan mereka dimana hal itu merugikan rakyat, beliau orang yang selalu terbuka, transparan, mengatakan ap adanya.

Beliau tidak suka menyembunyikan sesuatu, jika hal itu menyangkut masalah tanggung jawab.

Referensi :