Keberadaan cinta sebenarnya

Keberadaan cinta itu tidak bisa dipegang, dilihat, didengar dan lainnya tapi bisa dirasakan setiap yang bernyawa".
Oke kita bahas sejarah cinta secara singkat
Siapa yang tidak mengenal kata cinta? Cinta telah hadir sejak zaman nabi Adam A.s diciptakan, dan kemudian diciptakanlah Hawa sebagai pasangan hidupnya. Cinta juga merupakan fitrah alami manusia dan tanpa keberadaan cinta, orang menyebutnya sebagai perasaan hampa. cinta juga banyak memberikan inspirasi dan pengorbanan akan tetapi cinta jugalah yang kadang membawa kesengsaraan bagi mereka yang merasakannya. Dalam kehidupan manusia cinta muncul dalam berbagai hal termasuk cinta kepada istri, anak, harta dan tahta dan sebagainya.

  1. Merasakan cinta kepada Allah Swt.
  2. Setiap Orang bisa merasakan cinta kepada keluarga-Nya.
  3. Setiap Orang bisa merasakan cinta kepada sahabat atau teman-Nya.

Kenapa sa ini sangat berperan penting untuk menumbuhkan cinta karena rasa itu lahir dari hati yang tulus dan suci. dengan begitu akan lahir cinta sejati. Apasih cinta sejati itu yaitu kedamaian antara dua makhluk atau lebih yang saling mengasihi dan saling merasakan kenyamanan bersama dari waktu kewaktu.

Siapa yang menciptakan rasa ini, apakah kita sendiri, jelas tidak rasa itu telah diciptakan oleh dia yang Maha Pencipta.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman mereka sangat mencintai Allah.” (QS Al-Baqarah: 165)

Menurut Pandangan Ulama tentang cinta
Ibnu Hazm sendiri menyebutkan bahwa cinta adalah suatu naluri atau insting yang menggelayuti perasaan seseorang terhadap orang yang dicintainya.

Menurut Ibn Katsir Rahimahullah menjelaskan maksud bahwa Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang sangat mencintai Allah”, dan karena kecintaannya itu maka seseorang atau orang-orang beriman akan berusaha untuk menyempurnakan pengetahuannya tentang islam dan senantiasa mematuhi dan menjauhi larangannya serta senantiasa bertawakal dan menyerahkan segala sesuatu kepada Allah SWT.
Maka rasa cinta ini yang paling utama adalah hanya kepada Allah Swt yang memberikan Nikmat Rasa dan Cinta sehingga semua makhluk dapat memilikinya.

Kedua merasakan cinta kepada keluarga
Keluarga adalah bagian terpenting dalam kehidupan. Setiap orang pasti mendambakan memiliki keluarga bahagia dan harmonis. Namun yang jadi pertanyaan, bilamanakah keluarga dikatakan bahagia? Apakah mereka yang memiliki banyak harta? Mempunyai suami tampan? Istri cantik rupawan? Ataukah yang dikaruniai banyak anak?

Ketika ada orang yang menikah, Rasulullah SAW selalu membaca doa “barokallahulaka, wa baroka’alaika, wajama’a bainakuma fii khoir” yang artinya:
“Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.”
Dari doa tersebut, kita bisa melihat bahwa Rasul tidak mengatakan supaya suatu keluarga jadi kaya-raya, melainkan agar diberkahi Allah SWT. Maksudnya berkah adalah hidupnya selalu dikarunia Allah Swt, rezekinya tercukupi dan bisa membawa kebaikan.
keluarga bahagia menurut islam:

1.Istri yang shalehah
Laki-laki mana sih yang tidak ingin mendapatkan pasangan yang shalehah? Pastinya seorang wanita yang shalehah adalah idaman setiap lelaki. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Dunia adalah harta dan sebaik-baiknya harta adalah wanita yang shalehah.” Dari hadist tersebut, telah jelas bahwa kedudukan wanita shalehah lebih mulia dibandingkan harta di dunia.

Seorang istri shalehah mampu menciptakan surga dalam kehidupan keluarganya. Ia patuh kepada suaminya, penyabar, taat kepada perintah Allah SWT, mendidik anak-anaknya dengan ajaran agama, senantiasa menjaga melindungi diri dari perbuatan maksiat, dan tidak mengumbar aib suaminya. Sungguh, suami manapun pasti akan jatuh cinta dengan istri yang shalehah. Oleh karena itu, apabila hendak mencari istri, carilah yang baik akhlaknya sebelum melihat rupa, harta, dan kedudukan wanita tersebut.

  1. Anak-anak yang berakhlakul karimah
    Anak adalah salah satu elemen penting dari keluarga. Diriwayatkan oleh Dailami, dari Ibn Asaskir, Rasulullah SAW bersabda: “Ada empat kunci kebahagiaan bagi seseorang muslim, yaitu mempunyai isteri yang salehah, anak-anak yang baik, lingkungan yang baik dan pekerjaan yang tetap di negerinya sendiri.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

  1. Keluarga yang barokah
    Ciri ketiga keluarga bahagia menurut islam adalah keluarga yang barokah. Ingat, kebahagian bukan diukur dari harta yang melimpah ruah. Tetapi bagaimana kita memanfaatkan rezeki yang ada menjadi lebih berkah. Antara suami dan istri haruslah saling bahu-membahu. Tidak apa-apa walaupun kita tak kaya, yang penting harta kita diperoleh dengan cara yang halal. Kemudian jangan lupa untuk bersedekah dan senantiasa bersyukur. Dengan demikian, jiwa kita akan lebih tentram dan kebahagian bisa diperoleh.

Yang ketiga merasakan cinta kepada sahabat dan teman yaitu Manusia secara kodrati adalah makhluk sosial sebagaimana mereka diciptakan oleh Allah SWT. Pengertian makhluk sosial sendiri adalah manusia yang tidak dapat hidup sendiri atau individu artinya manusia yang slalu membutuhkan orang lain. Oleh karena itu setiap manusia pastinya membutuhkan teman.

Dalam memilih teman hendaknya memang harus diperhatikan dengan baik. Karena lingkungan pergaulan yang anda pilih akan menentukan perkembangan diri anda sendiri tentunya. Lingkungan yang baik akan menciptakan pribadi baik dan sebaliknya lingkungan yang buruk akan menciptakan pribadi buruk tentunya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.”

Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk”. [HR. Bukhari dan Muslim]

2 Likes