Katanya, Mantan Napi Sulit Mencari Kerja, Mengapa Tidak Berlaku Untuk Mantan Koruptor & Artis?

image

Di Indonesia berlaku hukum siapa yang kaya, kuat, dan punya pengaruh di dunia politik maka hidupnya tidak akan susah. Mau keluar masuk penjarapun sepertinya tetap bisa eksis untuk menjadi orang terpandang.

Mantan napi korupsi apalagi artis yang tertimpa musibah tidak akan ada jatuh miskin lalu kelaparan di jalan raya. Berbeda sekali dengan mantan napi rakyat biasa. Mereka keluar penjara susah untuk mencari kerja, padahal mereka diberikan pelatihan agar keluar lapas bisa bekerja, namun faktanya persaingan dengan banyaknya pengangguran yang sudah sesak tidaklah mudah. Terlebih ada SKCK pun pasti ada nota hitam sebagai pertanda mantan narapidana. Apakah ada perusahaan yang mau menerima mereka? Atau akan lolos tes CPNS? Saya rasa tidak .

Berbeda dengan napi korupsi, mereka tentu punya modal. Hasil korupsi walau sudah disitapun masih ada harta tersembunyi, bunganya jelas banyak, percuma ada money laundry di negara tetangga kalau tidak dimanfaatkan mereka. Hukuman 5 tahun, bisa saja potong remisi keluar tetap kaya. Bisnis dimana-mana atas nama orang lain yang masih saudara sendiri, politik saat ini bergerak ke sistem oligarki.

Dari fenomena tersebut, nampak bahwa demokrasi nampaknya hanya klise saja, pada dasarnya itulah yang kita rasakan saat ini. Sama halnya dengan artis yang tetap saja namanya tenar selama ia bisa mengemas dirinya dengan baik, entah itu melakukan sensasi atau dengan karya nyata yang disuka banyak orang.

Apa pandangan kalian tentang persoalan ini? "Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" hanyalah janji-janji surga. Atau ada pendapat lain?

Stigma dan pola pikir masyarakat. Hal tersebut menurut saya menjadi faktor utama mengapa mantan napi hidupnya berantakan pasca keluar dari tahanan. Coba kita lihat sekeliling, jika ada salah satu tetangga kita yang baru saja keluar dari lapas, maka kemungkinan besar akan menjadi pergunjingan orang sekampung, jangankan untuk mencari kerja, bisa saja mereka malah dikucilkan dari lingkungannya. Masyarakat masih menganggap lapas tidak mampu membuat para penghuninya jera dan keluar dari lembah hitam kejahatan. Hal tersebut yang sudah seharusnya menjadi perhatian kemenkumham, maupun lembaga terkait lainnya, agar mengedukasi masyarakat untuk lebih membimbing dan membantu para mantan napi ini untuk kembali ke lingkungan masyarakat dan kembali ke kehidupan normal.

Hal yang sungguh berbanding terbalik terjadi jika kasusnya terjadi ke koruptor maupun artis, ini disebabkan karena citra yang mereka bangun di televisi ataupun sosial media sudah melekat dengan baik. Masyarakat justru beranggapan mereka lah korban nya. Kita ambil contoh dengan kasus yang masih viral, seperti kasus Saipul Jamil. Pasca keluar dari lapas ia malah dielu-elukan oleh para fansnya bak pahlawan. Padahal kasus yang menjerat bukan kasus sepele, melainkan kasus pelecehan seksual!

Problem ini juga semakin di dukung dengan tidak adanya ketegasan regulasi dan sanksi sosial dari pihak-pihak terkait, seperti melarang koruptor untuk kembali ke dunia politik maupun ikut pemilu, atau melarang publik figur kembali ke dunia hiburan. Jadi menurut saya edukasi ke masyarakat mengenai permasalahan ini sangat diperlukan, agar stigma dan pola pikir masyarakat bisa dibuat lebih bijak untuk menyikapi persepsi terhadap para mantan napi ini.