Kalau saat LDR pacarmu sering ditemani sahabat lawan jenisnya, menurutmu bagaimana?

Dari beberapa testimoni para veteran LDR, didapati bahwa support dari orang-orang terdekat sangat berpengaruh bagi kelanggengan hubungan. Dengan adanya support tersebut, mereka yang LDR bisa merasa lebih kuat dan tidak kesepian.

Nah, salah satu bentuk support yang bisa dilakukan seseorang agar sahabatnya tidak kesepian tentu saja dengan menemaninya. Tapi sayangnya, banyak pasangan yang jadi berkonflik kalau sahabat pasangannya yang baik hati tersebut adalah lawan jenis. Padahal menurutku selama hubungannya wajar dan tidak saling berprasangka, semua akan baik-baik saja. Kalau pendapatmu bagaimana?

4 Likes

Tipikal orang beda-beda sih ya, mungkin ada yang memang bisa saling percaya, ada yang sering cemburu tapi masih bisa ditahan, pun ada yang bener-bener cemburuan sampai memicu perdebatan (konflik).

Kalau saya pribadi, selama saya kenal betul dengan sahabat pasangan saya itu, yah ga masalah. Walau ga bisa dipungkiri pasti ada rasa cemburunya, saya masih bisa tetap percaya karena sudah tahu juga bagaimana sifatnya, dan yang penting juga tahu bahwa kedekatan mereka itu normal seperti pasangan sahabat umumnya. Lain cerita kalau saya ga kenal sahabatnya, selama LDR hubungan bisa jadi malah penuh perdebatan perihal kedekatan pasangan saya dengan sahabatnya itu. Hehehe.

3 Likes

Hmm…saya merasa cukup relate dengan situasi tersebut. Tapi begini, saat dua orang menyepakati hubungan jarak jauh, keduanya harus siap dengan konsekuensi kalau intensitas interaksi mereka mungkin akan jauh berkurang dibandingkan ketika mereka masih tinggal berdekatan (atau tinggal bersama). Selain itu, karena ritme hidup yang dijalani di tempat masing-masing juga berbeda, wajar apabila intensitas interaksi langsung dengan orang lain seperti rekan kerja, keluarga atau sahabat yang berada di tempat yang sama jadi lebih banyak dibandingkan intensitas interaksi tidak langung dengan pasangannya. Perubahan pola interaksi ini bisa memicu kecemburuan, seperti misalnya ada pihak yang merasa tidak lagi diprioritaskan, atau kurang diperhatikan dsb.

Pada intinya menurut saya, wajar apabila keduanya jadi lebih banyak menghabiskan waktu dengan orang lain dan wajar juga kalau ada pihak yang merasa cemburu. Lagi-lagi kuncinya ada di komunikasi dan kemauan untuk saling memahami.

Saya ada beberapa saran mengenai hal ini:

  • Sebelum LDR, diskusikan dulu dengan pasangan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi, apa hal yang dikhawatirkan dan apa hal yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Selain itu diskusikan juga, pola komunikasi seperti apa yang diinginkan. Buat kesepakatan tentang hak bertanya dan hak menjawab mengenai kehidupan masing-masing saat LDR. Dengan begitu kekhawatiran dan rasa tidak nyaman kedua belah pihak dapat dikomunikasikan.

  • Meskipun hidup berjauhan, tetap libatkan pasangan dalam kehidupanmu juga. Kenalkan dia dengan orang-orang yang dekat denganmu, begitu pula sebaiknya. Dengan mengenal dan membangun komunikasi dengan orang-orang tersebut, prasangka dan kesalahpahaman bisa ditekan.

  • Mengkomunikasikan ketidaknyamanan boleh-boleh saja, tapi jangan sampai menuduh pasangan atas dasar kecurigaan. Tetap kedepankan komitmen untuk saling jujur dan terbuka. Mintalah penjelasan dengan cara baik-baik.

2 Likes

Wah, wah :rofl:

Keadaan seperti itu kayanya agak susah diterima, apalagi oleh orang yang mungkin udah percaya prinsip ‘cowok dan cewek ga mungkin cuma sahabatan aja’.

Sepertinya, aku orang yang percaya hal seperti itu. Menurutku cowok dan cewek yang bersahabat itu terjadi karena punya ketertarikan antara satu sama lain. Mungkin tertarik karena selera film yang sama atau selera bercandaan yang sama. Kaya cewek sama cewek sahabatan aja pasti ada hal yang bikin cocok kan, kalau ga ada ga mungkin sampai jadi sahabat. Nah, adanya modal ketertarikan itu, walaupun baru sekedar tertarik, menurutku tinggal tunggu waktu aja sampai tumbuh jadi perasaan yang lebih besar.

Tapi ada beberapa kondisi yang mungkin bisa aku terima yaitu misal aku tau kalau sahabat lawan jenisnya itu sudah punya pacar. Hal itu akan lebih menenangkan dibanding jika sahabatnya tidak punya pacar.

Jika memang pacarku harus sekali ditemani oleh sahabat lawan jenisnya karena butuh dukungan, aku lebih memilih untuk ga tahu sama sekali. Karena kalau dikasih tau atau lihat lewat media sosialnya pasti bakalan kepikiran dan itu malah yang bikin capek sendiri dalam menjalani hubungan. Dan hal-hal seperti ini sebaiknya memang dibicarakan di awal agar sama-sama saling mengerti.

3 Likes

:rofl::rofl:

Ini sebuah keterusterangan yang mengejutkan hahaha. Ada orang-orang yang memilih mengorbankan perasaannya demi terlihat cool; nggak curigaan dan nggak cemburuan, di mata pacarnya. Contohnya teman saya @danialbramanta yang pernah curhat kalau pacarnya dengan enteng bilang sering ditemani oleh sahabatnya saat mereka LDR. Teman saya dengan sok bilang kalau dia tidak keberatan karena itu sahabat pacarnya dan sudah dia anggap teman yang aman. Padahal sebetulnya dia sendiri khawatir hubungan persahabatan itu berkembang kemana-mana :rofl: Daripada makan ati memang lebih baik terus terang.

3 Likes

Tergantung pribadi orang sih, ada yang cuek aja tapi ada juga yang menganggapnya sebagai masalah. Tapi kalau saya sih seharusnya tidak menjadi masalah apabila si teman lawan jenis tersebut kita kenal atau sudah lebih dulu bersahabat dengan pasangan kita jauh sebelum kita dan pasangan kita menjalin hubungan.

Jangan sampai kecemburuan kita terhadap teman lawan jenis tersebut justru menjadi pemicu kerenggangan hubungan baik antara kita dan pasangan ataupun antara pasangan dan temannya.

Nah apabila teman lawan jenis itu merupakan orang baru dalam lingkup pertemanan pasangan kita maka sedikitnya kita harus menaruh perhatian lebih. Tentunya bukan dengan cara cemburu buta dan tanpa alasan pasti.

4 Likes

Sebagai insan yang sedang kasmaran, tentunya akan ada perasaan cemburu. Siapa sih yang suka orang yang dikasihinya dekat dengan orang lain? setiap hari berduaan dengan orang lain?

Rasa sayang itu menurut saya akan terlihat dai kecemburuan itu. Tetapi jika kondisinya adalahs sedang long distance relationship tentu kecemburuan tidak sembarangan bisa diekspos. Dia adalah manusia, kesepian bukan hal yang baik, tentunya dia butuh teman, entah itu teman perempuan atau laki-laki. Sebagai pasangan yang mengerti, seharusnya tidak melarang ini itu, karena kondisinya kamu tidak ada disana menemani dia, jadi apa kamu mau pasanganmu nolep? ga punya teman? sendirian kemana-mana? Kalau aku sih nggak.

Jika itu aku, aku akan membebaskannya, mau dia sering berduaan dengan sahabat lawan jenisnya, itu terserah pada dia. Aku mempercayai prinsip jika sayang, pasti akan dijaga, itu saja. Jika memang bisa beralih, ya mau bagaimana, kondisi ldr gabisa membuat dia nyaman dengan mu, yasudah, biarkan sayapnya mekar.

2 Likes

Sepakat sekali !!!
Apalagi kalau sudah berteman lama, sangat disayangkan jika pertemanan renggang karena hanya satu masalah yaitu cemburu.

Berteman tidak masalah, yang terpenting tahu batasan dan tahu kalau hubungan tersebut sebatas teman saja. Alangkah baiknya juga saling dikenalkan sahabat ke pacarmu biar sesama kenal dan mungkin bisa saling berteman dan paham karakternya.

Karena kita tidak bisa loh menjudge semua pasangan yang memiliki sahabat lawan jenis pasti akan ada hubungan. Masih banyak kok orang-orang yang bisa membuat batasan jika bersahabat dengan orang yang memiliki pacar.

2 Likes

Ini sih yang menjadi inti cara agar tidak ada kesalah pahaman dari fenomena ini, sepertinya kak @Diah_Atika_Sari pernah berada di posisi ini yaaa? wkwkkw canda kak.

Memang sih ya yang kayak gini tuh banyak banget yang selalu salah paham, padahal apa sih salahnya? Yang terpenting tidak terus-terusan dan tau batasan lah, dan harus bisa saling komitmen. Kenalinlah sahabtmu ke doimu biar dia tahu dan kenal juga, ceritakan sudah berapa lama kalian bersahabat. Kalau doi masih tidak menerima coba bicarakan pelan-pelan, buat dia percaya bahwa kamu tahu batasan dan memang hanya berteman tidak ada lebih.

Karena sayang sekali jika putus pertemanan hanya karena hal kesalahpahaman yang sepel ini, ingat kamu sebelum bertemu doi kamu selalu dibantu oleh temanmu loh. Cobalah untuk bisa melihat situasi dalam segala sisi, jangan mengutamakan ego. Pakai otak rasional jangan hanya terbawa perasaan terus.

Waah…nggak enak nih. Nama saya ikut kesebut.

Masalahnya begini, masa LDR itu masa yang rawan bagi pasangan. Masing-masing menjalani kehidupannya sendiri di tempat yang berbeda. Seintens apapun komunikasinya, pasti ada gap. Apalagi kalau komunikasinya tidak langsung. Beda kan pemahaman kita terhadap orang yang sehari-hari kita temui langsung dengan orang yang sering berkomunikasi tapi hanya lewat vidcall.

Nah, kalau dibilang si @BenjaminLazuardi tadi saya memilih memendam perasaan terluka saya karena pacar saya sering jalan dengan sahabatnya, bukan tanpa alasan. Menurut saya, di masa LDR, saling menjaga perasaan itu sangat penting. Saya tau posisi saya jauh, saya tidak melihat langsung kesehariannya, saya tidak benar-benar tau situasi apa yang dia hadapi, pun kalau saya tau barangkali bantuan yang bisa saya berikan juga terbatas. Oleh karena itu saya memilih untuk menjaga perasaan pacar saya. Tapi memang ada baiknya saya juga mengkomunikasikan apa yang saya rasakan agar menemukan titik temunya.

Ngomong-ngomong soal menjaga perasaan, ada baiknya masing-masing pihak menghindari hal-hal yang bisa membuat pasangannya tidak nyaman. Jalan sama sahabat lawan jenis salah satunya. Sekali dua kali tidak masalah, tapi kalau bisa lebih dihindari saja. Masa LDR itu masa yang sulit buat kedua belah pihak, jadi harusnya sama-sama berusaha untuk saling meringankan.