Jangan Lupakan Magnesium

Ada banyak zat yang diperlukan tubuh agar tetap sehat dan bugar.

Namun, kebutuhan akan zat tersebut juga harus seimbang. Kita tidak bisa hanya peduli pada beberapa zat saja dan mengesampingkan yang lain.

Ada banyak zat yang diperlukan tubuh agar tetap sehat dan bugar.

Namun, kebutuhan akan zat tersebut juga harus seimbang. Kita tidak bisa hanya peduli pada beberapa zat saja dan mengesampingkan yang lain.

Misalnya saja vitamin D yang penting untuk metabolisme tubuh dan membantu penyerapan kalsium ke dalam tulang dan otot. Perlu diingat, fungsi vitamin D dapat bekerja dengan optimal jika zat lain yang mendukung seperti magnesium juga terpenuhi.

Dalam artikel review yang dipublikasi di Journal of the American Osteopathic Association edisi Maret 2018, para peneliti menekankan pentingnya mendapat banyak mineral magnesium untuk membantu aktivasi vitamin D dalam metabolisme.

“Orang-orang banyak yang mengonsumsi suplemen vitamin D, tapi tidak menyadari bagaimana itu bekerja untuk metabolisme tubuh. Tanpa magnesium, vitamin D tidak akan berguna,” kata Mohammed Razzaque, profesor patologi di Lake Erie College of Osteopathic Medicine di Pennsylvania, diberitakan Live Science, Senin (26/2/2018).

Periset berkata magnesium adalah mineral yang paling dibutuhkan tubuh setelah kalsium, kalium, dan sodium.

Elemen magnesium berguna untuk mengaktifkan ratusan enzim yang terlibat dalam reaksi biologis penting, termasuk enzim yang berperan dalam metabolisme vitamin D.

Fakta berdasar hasil survei nasional tahun 2005-2006 di Amerika menunjukkan masih sedikit orang yang kebutuhan magnesiumnya terpenuhi, sekitar setengah dari semua orang Amerika.

Menurut National Institutes of Health (NIH), jumlah magnesium yang direkomendasikan adalah 400-420 miligram per hari untuk pria dan 310-320 miligram per hari untuk wanita.

Penelitian yang dilakukan pada 2013 juga telah mengungkap hubungan berbanding lurus antara magnesium dan vitamin D.

Peneliti saat itu menemukan bahwa orang yang mengonsumsi magnesium dalam kadar tinggi tidak akan memiliki kadar vitamin D rendah. Hal ini berbeda dengan mereka yang tidak mendapat cukup magnesium.

“Mengonsumsi magnesium dalam jumlah optimal mungkin akan menurunkan risiko defisiensi (kekurangan) vitamin D,” kata Razzaque.

Beberapa penelitian juga telah menemuan bahwa orang dengan asupan magnesium yang lebih tinggi memiliki kepadatan mineral tulang lebih tinggi. Ini menandakan asupan magnesium yang tinggi dapat mencegah kemungkinan mengalami osteoporosis.

Meski demikian, NIH menyarankan tetap dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah konsumsi suplemen magnesium dapat mencegah atau mengobati osteoporosis.

Magnesium banyak ditemukan di kacang almond, pisang, kacang mete, brokoli, beras meras, kacang-kacangan lain, kuning telur, minyak ikan, biji rami, sayuran hijau, susu, jamur, oatmeal, biji labu, biji wijen, kedelai, biji bunga matahari, biji-bijian, jagung manis, dan tahu.

Selain mendapat asupan magnesium dari makanan, sebenarnya magnesium juga bisa didapat dari suplemen. Namun, NIH menyarankan untuk mengonsumsi sesuai aturan pakai dan tidak melebihi kadar yang disarankan, yakni 350 miligram per hari untuk orang dewasa.

Terlalu banyak magnesium dari suplemen diet dapat menyebabkan diare, mual, kram perut, dan menyebabkan detak jantung tak teratur.

sumber : https://sains.kompas.com/read/2018/02/27/130300223/jaga-metabolisme-tubuh-pakar-minta-jangan-lupakan-magnesium