Jan Koum - Dibalik Aplikasi Whatsapp

##Biografi, Jan Boris Koum

###Pekerjaan

CEO of WhatsApp & Managing Director in Facebook, Inc.

###Afiliasi lainnya

###Tempat dan Tanggal Lahir

Kyiv, Ukrainian, February 24, 1976

###Kewarganegaraan

United States

###Pendidikan

Drop Out, San Jose State University

###Total Kekayaan

$8.3 Billion Dollar - 107,9 Trilliun Rupiah (2016)

###Peringkat berdasarkan Forbes

  • 23 Richest In Tech (2016)
  • 129 Richest In The World (2016)
  • 52 Richest in United States (2016)
  • 3 America’s Richest Entrepreneurs Under 40 (2015)

##Riwayat Hidup


WhatsApp saat ini sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat, aplikasi instan messaging ini sudah banyak digunakan di dunia. Jan Koum bersama dengan Brian Acton bersama-sama mendirikan WhatsApp itu sendiri. Dibalik kesuksesan WhatsApp ada kisah yang perlu dipelajari yaitu dari sosok pendirinya yaitu Jan Koum. Jan Koum lahir pada tanggal 24 februari 1976 di sebuah kota bernama Fastiv bagian Kiev, Ukraina. Koum merupakan keturunan orang yahudi. Karena adanya gerakan anti yahudi di Ukraina, keluarga Koum memutuskan pindah dari Ukraina ke Amerika Serikat pada tahun 1990. Saat itu Jan Koum berumur 16 tahun dan mereka tinggal di kota Mountain View, Amerika Serikat. Jan Koum mahir dalam berbahasa inggis, sehingga dia dapat dengan mudah masuk sekolah yang ada di Amerika. Meskipun Koum sering berkelahi, namun dia merupakan murid yang saat cerdas dan menyukai pemrograman kompeter yang dia pelajari secara otodidak dari buku-buku yang ada. Koum juga selama bersekolah telah bergabung dengan grub hacker yang dikenal dengan nama w00w00.

##Riwayat Karir


Koum melanjutkan pendidikannya di San Jose University, dan Koum bekerja sebagai penguji sistem keamanan komputer di Ernst & Young untuk memenuhi kebutuhannya. Tahun 1997 Jan Koum bekerja di Yahoo, ia bekerja sebagai programmer dan mengerjakan proyek iklan yang ada di Yahoo. Setelah bekerja di Yahoo selama 7 tahun, Koum pun memutuskan berhenti dari Yahoo. Koum pun mencoba keberuntungannya melamar pekerjaan di Facebook, tetapi ditolak oleh Facebook.

Pada tahun 2009, Iphone mengalami ketenaran dan membuat Koum mendapatkan ide. Ia tertarik pada kumpulan kontak di iphone dan juga pada app store, Koum melihat ada potensi yang besar dari aplikasi app store yang ada di iphone. Dari ide itu terciptalah aplikasi WhatsApp yang dapat menampilkan status pada kontak telepon di iphone.

Jan Koum memiliki teman yang bernama Alex Fishman, Koum pun menceritakan idenya kepada Alex Fishman. Mendengar ide Koum itu, Alex Fishman pun memperkenalkan Jan Koum dengan Igor Solomennikov seorang developer aplikasi yang ada di Iphone. Perkenalan Igor dengan Koum, membuat ide Koum berhasil terwujudkan dan menciptakan aplikasi yang diberi nama WhatsApp.

Pertama kali WhatsApp muncul, aplikasi Koum ini hanya di download sekitar 250 orang saja termasuk Koum dan kebanyakan dari teman-teman Koum. Melihat perkembangan WhatsApp, membuat Koum putus asa dan hampir menghentikan perkembangan WhatsApp. Berkat sahabatnya Brian Acton, Koum tetap melanjutkan mengembangkan aplikasi WhatsApp itu meskipun ada rasa ragu-ragu.

Pada tahun 2009, Apple datang dengan bantuan push notifications, ini merupakan jalan bagi Koum, untuk memodifikasi aplikasi buatannya yaitu WhatsApp, sehingga pengguna dari aplikasi WhatsApp saat mengubah status di aplikasinya otomatis mendapatkan pesan dari jaringan. Brian Acton pun membantu Koum untuk mencari investor agar dapat mendanai perkembangan aplikasi WhatsApp. Dana yang terkumpul sejumlah 250 ribu dollar yang didapatkan dari mantan karyawan Yahoo, yaitu Acton, dan secara resmi Acton pun bergabung dengan Jan Koum untuk mengembangkan aplikasi WhatsApp. WhatsApp terus dikembangkan oleh Jan Koum dan berhasil menambahkan fitur didalamnya yaitu pengiriman foto pada tahun 2009 pada Iphone, bukan hanya itu saja Koum juga merilis WhatsApp untuk device lain seperti Android dan Blackberry.

Pada tahun 2010 mereka berhasil mendapatkan 5000 dollar, sehingga membuat investor berdatangan untuk menanamkan modalnya di WhatsApp seperti Sequoia Capital yang menanamkan modal sebesar 8 Juta Dollar.

Semakin berkembangnya aplikasi WhatsApp ini, sehingga Facebook tertarik untuk membeli WhatsApp, namun ditolak oleh Jan Koum dan ditahun 2013 WhatsApp telah memiliki pengguna sekitar 200 juta. Hal ini kemudian membuat perusahaan Facebook merayu Jan Koum untuk menjual WhatsApp, Namun ditolak oleh Jan Koum. Terus berkembang kemudian pada tahun 2013, WhatsApp berhasil memiliki pengguna aktif sekitar 200 juta.

Google dan Facebook saling merebutkan untu memiliki WhatsApp, dan akhirnya Jan Koum dan Brian Acton setuju menjual WhatsApp kepada Facebook senilai 19 Millyar Dollar. Kekayaan Jan Koum pun meningkat ditahun 2015 tercatat kekayaan Koum sebesar 7,9 Millyar Dollar atau sebesar 109 Triliyun rupiah berdasarkan catatan dari majalah Forbes.

##Fakta-fakta


  1. In 1992 when he was 16 when he moved to the United States with his mother and grandmother, his father who stayed behind ran a government construction company

  2. Standing at 6’2” with a dark, unshaven look, Koum was living in government-assisted housing and collected Food stamps.

  3. He had his first computer when he was 19.

  4. He was studying math and computer science at San Jose State University, until he dropped out.

  5. Yahoo Co-founder David Filo convince him to drop out of school. Koum worked at Yahoo as an infrastructure engineer while still at San Jose State University when two weeks into his job at Yahoo, one of the company’s servers broke. David Filo called Jan when he was in class asked him to get his ‘ass into the office.’ Koum dropped out after that.

  6. Jan and co-founder Brian Acton were denied jobs at Twitter and Facebook five years ago. Destiny it seems decided they would work for Facebook but in a larger capacity than they had imagined. Koum owns about 45 percent of WhatsApp, which would net him $6.8 billion in the Facebook-Whatsapp deal. That figure dwarfs the amount the founders of Twitter received.

##Quotes


Do one thing, and do it well - Jan Koum

We focus a lot on the quality of experience, speed, reliability. It’s not sexy from a lot of people’s perspective, it’s not glitzy in the feature set, but it’s what people come to rely on - Jan Koum

Build a sustainable company that’s here for the next 100 years - Jan Koum

A lot of times, people start out with a lot of good ideas, but then they don’t execute. They lose the purity of their vision. You end up running around in circles. - Jan Koum

Communication is at the very core of our society. That’s what makes us human. - Jan Koum

I didn’t have a computer until I was 19 - but I did have an abacus. - Jan Koum

Anybody can build a company and sell the company the next day. That doesn’t make you special, it doesn’t make you unique, it doesn’t make you all that great. - Jan Koum

Be simple and reliable - Jan Koum

##Referensi


Pendiri WhatsApp merupakan orang yang dilahirkan bukan dari keluarga yang kaya raya. Dimana ia dapat meminta apapun dengan kedua orang tuanya dan saat itu juga dikabulkan. Kesuksesan yang ia dapatkan dalam mengembangkan aplikasi instan messaging dengan nama WhatsApp didapatkannya lewat kerja keras dan sikap yang pantang menyerah. Sampai sekarang WhatsApp mampu menjadi aplikasi Mobile yang paling banyak di akses oleh masyarakat diseluruh dunia. Namun dibalik kesuksesan WhatsApp ada kisah yang peril dipelajari dari sosok pendirinya yaitu Jan Koum. Jan Koum lahir pada tanggal 24 Februari 1976 di sebuah kota bernama Fastiv Bagian Kiev, Ukraina. Koum merupakan keturunan orang yahudi. Karena adanya gerakan anti yahudi di Ukraina, Keluarga Koum memutuskan untuk pindah dari Ukraina ke Amerika Serikat pada tahun 1990. Saat itu Koum masih berumur 16 tahun dan mereka tinggal di kota Mountain View, Amerika Serikat. Jan Koum mahir dalam berbahasa inggris, sehingga dia dapat dengan mudah masuk ke sekolah yang ada di amerika. Meskipun Koum dianggap nakal dan sering berkelahi, namun dia merupakan murid yang sangat cerdas dan menyukai pemograman computer yang dia pelajari secara otodidak dari buku-buku yang ada. Koum juga selama bersekolah telah bergabung dengan grub hacker yang dikenal dengan nama w00w00. Lulus dari sekolah, Koum kemudian melanjutkan pendidikannya dengan masuk di San Jose University. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliahnya, Jan Koum kemudian bekerja sebagai penguji system keamanan computer di Earnst & young.

Perjalanan Karir


Jan Koum bekerja di yahoo selama Sembilan tahun. Akan tetapi, lama kelamaan, Koum tidak nyaman dengan banyaknya iklan yang harus di urus. Akhirnya, pada tanggal 31 oktober 2007, Koum memutuskan untuk keluar dari perusahaan Yahoo. Rencana berikutnya, Koum dan Acton melamar pekerjaan di Facebook, namun keduanya titolak. Pada tahun 2009, Koum membeli iPhone yang sedang booming. Koum tertarik pada aplikasi iPhone yang masih sangat minim, sehingga tercetuslah pemikiran dari Jan Koum - Pendiri WhatsApp, untuk menciptakan aplikasi instan messaging yang memunculkan status di kontak telepon dan dapat mengirimkan pesan dengan cepat. Hal tersebut mendasari munculnya aplikasi WhatsApp.

Fakta Tentang Jan Koum


  1. Pada tahun 1992 ketika Koum masih berusia 16 tahun saat dia pindah ke amerika serikat Bersama ibu dan neneknya, ayahnya yg masih tinggal di Ukraina untuk menjalankan Perusahaan Kontruksi Pemerintah.

  2. Koum sempat merasakan mendapatkan jatah makanan gratis yang seharusnya diperuntunkan bagi para gelandangan yang tidak memiliki rumah. Dan juga pernah merasakan tidur hanya dengan beralaskan tanah di tempat-tempat umum.

  3. Koum belajar matematika dan ilmu komputer di San Jose State University, sampai dia putus sekolah.

  4. Dia memiliki komputer pertamanya saat berusia 19 tahun.

  5. Co-Founder Yahoo, David Filo meyakinkan Koum untuk putus sekolah. Koum bekerja di yahoo sebagai Insfrastructure Engineer dan saat itu Koum masih kuliah di San Jose State University. Ketika dua minggu setelah Koum memasuki pekerjaannya di yahoo, salah satu server di perusahaan tersebut rusak. David Filo Menelpon Koum saat dia masih berada di kelas dan memintanya untuk segera kembali ke kantor. Dan Koum pun keluar setelah kejadian itu.

  6. Jan Koum dan Co-Founder Brian Acton ditolak pekerjaan di Twitter dan Facebook. Namun takdir tampaknya memutuskan mereka akan bekerja untuk Facebook tapi dalam kapasistas lebih besar dari apa yang mereka bayangkan. Koum memiliki 45% saham dari WhatsApp, yang akan menghemat sekitar $6,8 miliar dari kesepakatan Facebook dan WhatsApp. Angka itu pun dapat mengalahkan Jumlah dari pendapatan pendiri Twitter.

Quotes by Jan Koum


“No one wakes up excited to see more advertising, no one goes to sleep thingking about the ads they’ll see tomorrow.”

“Do one thing, and do it well.”

“Build a sustainable company that’s here for the next 100 years.”

“Marketing and press kicks up dust. It gets in your eye, and then you’re not focusing on the product.”

“It’s not hard to sell a company, but if you look at [leading online] companies today like Facebook, Google, Yahoo and Twitter, they didn’t sell. They stuck around and built a great offering for users.”

“Be simple and reliable”

“Build a sustainable company that’s here for the next 100 years”

Sekilas Perjalanan Aplikasi WhatsApp


Referensi


Jan Koum


Biografi
Jan Koum adalah warga Ukraina yang mendirikan aplikasi perpesanan WhatsApp. Lahir di kota Kiev pada tanggal 24 Februari 1976. Pria lulusan San Jose State University ini mendirikan WhatsApp bersama rekannya Brian Acton. Jan Koum dibesarkan di kota Kiev, pada usia 16 tahun ia pindah bersama ibu dan neneknya ke Mountain View, California. Ibunya bekerja sebagai pengasuh bayi, sedangkan Koum bekerja sebagai pembersih di sebuah toko kelontong.

Koum mulai tertarik pada dunia pemrograman saat berusia 18 tahun. Masa-masa pendidikannya tidak terlalu cemerlang, ia hampir tidak lulus dari sebuah SMA di Mission Viejo, California. Setelah lulus SMA ia melanjutkan ke San Jose State University sambil bekerja sebagai penguji keamanan di Ernst & Young dan bertemu Brian Acton.

Pada tahun 1997, Jan Koum mulai bekerja di Google sebagai teknisi infrastruktur. Sembilan tahun setelah itu, Koum bekerja di Yahoo! dan memutuskan untuk berhenti kuliah. Kemudian pada bulan September 2007, Koum dan Acton keluar dari Yahoo dan bekeliling Amerika Selatan. Mereka sempat melamar di Facebook tetapi gagal.

Januari 2009, disinilah awal mula munculnya ide mendirikan WhatsApp. Awalnya ia membeli iPhone dan menyadari bahwa AppStore yang baru berusia tujuh bulan akan menggebrak industri aplikasi dunia. Ia mengunjungi kediaman temannya Alex Fishman dan merundingkan idenya tersebut. Resmilah pada tanggal 24 Februari 2009, ia mendirikan WhatsApp Inc di California.


Pengalaman Sebagai Seorang Progamer
Jan Koum bekerja di Ernst & Young ketika pertama sekali berkarir sebagai programmer, Jan Koum mencoba bekerja sebagai seorang profesional sembari kuliah untuk membiayai perkuliahan dan kehidupannya sehari - hari. Namun di tengah perjalanan Jan Koum memutuskan diri untuk keluar dari kampus dan fokus bekerja dan belajar pemrograman secara otodidak.

Pada tahun 1997 Jan Koum direkrut Google untuk bekerja disana sebagai teknisi infrastruktur. Di GOOGLE Jan Koum bertemu dengan Brian Acton yang dulu pernah bekerja di Ernst & Young juga.Tapi dengan niat tulus dan bekerja keras, Jan Koum pun ditawari untuk bekerja sebagai Engineer di Yahoo. Pasti ini anak sayang sama orang tua, rejeki nya ada aja jalannya. Di kala itu Google belum sebesar sekarang ini. Yahoo merupakan salah satu raksasa jasa internet yang saat itu masih berada di atas angin.

Dan Jan Koum pun diterima dan bekerja disana sebagai Engineer profesional dan berpengalaman. Melihat perjalanan hidupnya ke belakang Jan Koum merasakan perjalanan hidup yang sungguh memprihatinkan ketika di Ukraina, Uni Soviet.

Jan Koum tidak pernah memiliki komputer ketika masih kecil di Ukraina, disana komunikasi sulit dan semuanya serba dibatasi, ada kesulitan untuk berkarya dan berekspresi di Ukraina kala itu.


Kelebihan WhatsApp Sebagai Aplikasi Messenger
Whatsapp kini dapat diinstall di berbagai sistem operasi mobile yang masih ada hingga sekarang, seperti Android, Ios, Blackberry, Nokia Symbian, Windows Phone. Aplikasi ini memang sangat ringan dan mudah digunakan, kemampuannya berkomunikasi dengan berbagai perangkat membuatnya menjadi aplikasi yang serba bisa menempel di mobile apapun.


Pelajaran Dari seorang Jan Koum

  1. Untuk sukses harus menjalani ide sendiri dengan fokus dan baik terpengaruh oleh indahnya ide orang lain.

  2. Whatsapp merupakan aplikasi antar handphone yang berbeda, aplikasi ini didasari oleh kehidupan keluarga Jan Koum yang berdangkat ke Amerika dan menjadi imigran disana. Artinya kehidupan masa lalu jangan disesali, kehidupan tersebut bisa jadi adalah inspirasi kita menuju kesuksesan, jadi jangan lupa mensyukuri semua itu.

  3. Marketing dan media menghembuskan debu ke atas, it’s get in your eyes, sehingga anda tidak fokus lagi dengan produk dan ide sendiri.

  4. Produk buatan Jan Koum sama sekali tidak menggunakan iklan seperti aplikasi lainnya, artinya membuat sesuatu itu tidak semata - mata hanya uang dan hepeng.

Referensi
-https://en.wikipedia.org/wiki/Jan_Koum
-http://forward.com/news/world/193103/whatsapp-founder-jan-koums-jewish-rags-to-riches-t/
-http://www.biografiku.com/2016/01/Biografi-Jan-Koum-Kisah-Inspiratif-Dari-Pendiri-Whatsapp.html
-http://money.cnn.com/2014/02/20/technology/social/jan-koum-whatsapp/

Koum lahir di Kiev, Ukraina pada tanggal 24 Februari 1976 dikeluarga Yahudi. Koum pindah ke California, Amerika Serikat bersama ibu dan neneknya pada tahun 1992. Saat itu ibunya bekerja sebagai pengasuh bayi, dan Koum sendiri bekerja sebagai Cleaning Service disebuah toko Sewalayan. Saat ia berumur 18 tahun, ia mulai berminat dalam bidang Programming. Ia melanjutkan pendidikan di San Jose State University sekaligus bekerja di Ernsty & Young sebagai Security Tester.

Pada tahun 1997 Koum bekerja di Yahoo sebagai Infrastructure Engineer, tak lama setelah ia bertemu dengan Brian Acton saat bekerja di Ernsty & Young. Mereka berdua bekerja selama 9 tahun untuk Yahoo. Setelah itu, mereka berdua mendaftarkan diri untuk bekerja di Facebook, namun ditolak. Pada saat itu ia membeli sebuah iPhone, dan disini Koum melihat ada celah bisnis bahwa Appstore akan mengeluarkan industri aplikasi baru. Ia mengunjungi temannya yaitu Alex Fishman dan mereka membicarakan ide Koum untuk membuat aplikasi selama berjam-jam. Koum secara spontan memberikan nama idenya yaitu Whatsapp atau dalam bahasa Indonesia artinya “Ada apa?”. Pada tanggal 29 Februari 2009 ia berhasil membangun perusahaan Whatsapp Inc yang berada di California, Amerika Serikat.

Saat ini Whatsapp digunakan oleh lebih dari 1 milyar pengguna dari seluruh dunia, terutama di seluruh Eropa, Amerika selatan, dan Afrika. Pada awal tahun 2012, pendiri Facebook Mark Zuckerberg mulai tertarik untuk bekerja sama. Disini Mark mulai membuka hubungan pertemanan oleh Koum dengan menelfon Koum secara personal. dari sini mereka mulai saling bertemu, hiking bersama, dan makan malam bersama. Pada tanggal 9 Februari 2014, Mark mengundang Koum datang kerumahnya untuk makan malam bersama. Mark menggunakan momentum ini untuk membeli Whatsapp. Koum tidak menginginkan penjualan Whatsapp , melainkan kerjasama. disini Koum meminta waktu beberapa hari kepada Mark untuk memikiran tawaran yang telah diberikan kepadanya.

Akhirnya, pada beberapa hari kemudian, Koum mendatangi kediaman untuk mendapatkan kesepakatan dari kedua pihak. disini mereka mencapai kesepakatan dengan nilai pembelian seharga $19 Triliun.

Dalam menciptakan aplikasi mobile yang berkualitas, Koum sangat menginginkan suatu aplikasi pesan yang murni hanya untuk kirim pesan. Koum sangat cerdik dalam memanfaatkan kesempatan. Pada tahun 2009, sebelum peluncuran Appstore yang diluncurkan oleh Apple, ia telah mempersiapkan untuk menjual aplikasi Whatspp, sehingga ia “Menang Start” dalam pengembangan aplikasi pesan. Pada dua tahun awal peluncuran Whatsapp, Koum mendapatkan pemasukan jutaan dollar tanpa melakukan pengiklanan produk. Awalnya Koum memporelah keuntungan dari tarif yang dipasang untuk pengguna Android dan Iphone dalam menggunakan aplikasi. Whatsapp diunduh oleh lebih dari 250 juta pengguna dalam satu bulan peluncuran pertamanya,

Kaum dan Partnernya mempelajari strategi penjualan saat bekerja untuk Yahoo. Yahoo bekerja untuk periklanan, kebanyakan pengguna Yahoo sangat membenci Iklan yang tiba-tiba muncul dilayar, disini munculah ide untuk membuat Aplikasi chatting tanpa ikan yang sangat disukai oleh pengguna diseluruh dunia.

REFERENSI
https://successstory.com/products/whatsapp



Jan Koum dan strategi bisnis Whatsapp

Masa kecil Jan Koum memang sulit. Terlahir sebagai keturunan Yahudi pada tanggal 24 februari 1976, Koum dibesarkan di pinggiran kota Kiev, Ukraina. Ayah Koum adalah seorang manajer konstruksi dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Koum sempat menjadi tukang sapu toko kelontong saat pindah ke Amerika Serikat. Ia pun pernah bekerja di Yahoo selama kurang lebih 9 tahun sebagai programmer dan menangani proyek periklanan. Bahkan Koum bersama temannya, Brian Acton, sempat melamar pekerjaan di Facebook, namun mereka ditolak.

Kemudian pada tahun 2009, saat itu Iphone sedang mengalami ketenaran dan Jan Koum pun membelinya, ia kemudian tertarik pada kumpulan kontak di iphone dan juga pada app store, ia melihat potensi besar dari aplikasi app store di iphone yang kemudian memberinya sebuah ide yaitu menciptakan aplikasi yang dapat menampilkan status pada kontak telepon di iphone. Ide itulah yang kemudian mendorong terciptanya aplikasi WhatsApp.

Setelah bertemu dengan Alex Fishman dan Igor Solomennikov, Jan Koum kemudian berhasil mewujudkan idenya. Dipilihlah nama WhatsApp karena terdengar seperti frasa “what’s up”. Kemudian pada hari ulang tahunnya, 24 Februari 2009, ia mendirikan WhatsApp Inc di California. Jan Koum banyak menghabiskan waktunya dengan mengembangkan aplikasi ciptaannya tersebut meskipun aplikasi WhatsApp buatannya masih sering mengalami crash dan bisa dikatakan belum sempurna dan masih dalam versi awal. Saat diluncurkan pun, aplikasinya hanya di download sekitar 250 orang saja, dan kebanyakan dari teman-teman Jan Koum sendiri.

Versi awal WhatsApp hanyalah sebagai update status di kontak telepon di Iphone. Kemudian Jan Koum merilis WhatsApp v2.0 yang dilengkapi dengan fitur pesan instan yang kemudian berhasil menaikkan jumlah pengguna aplikasi tersebut menjadi 250 ribu pengguna. Saingan aplikasi WhatsApp ketika itu hanyalah Blackberry Messengger (BBM) saja, namun melihat terbatasnya penggunaan BBM hanya di ponsel Blackberry saja maka Jan Koum terus mengembangkan aplikasinya.

Akan tetapi yang aneh dari Whatsapp adalah mereka tidak memiliki budget untuk marketing, PR, ataupun user acquisition. Lantas strategi growth hacking apa yang mereka gunakan? Dalam 7 tahun berjalan, Jan Koum selalu memegang prinsip “Do one thing, and do it well.” Ia menempelkan “No Ads! No Games! No Gimmicks!” di mejanya.

Strategi pertama yang digunakan yaitu channel distribusi. Tahun 2009, saat Whatsapp meluncur, smartphone dan akses internet dari mobile sedang ramai digunakan. Koum mengambil kesempatan dengan membuat aplikasi yang dapat digunakan di semua OS, tidak terbatas ke satu OS tertentu seperti BBM. Ia tahu peluang terbesar Whatsapp adalah dengan banyaknya orang yang mengakses internet melalui mobile, sehingga mereka sangat memastikan user experience yang paling bagus.

Strategi berikutnya adalah menyediakan alterntif sms dan mms yang lebih murah dan lebih bagus. Pada saat itu, sms masih menjadi pengirim pesan paling bagus karena penggunaan smartphone yang belum melonjak tinggi. Blackberry Messenger sudah mulai digunakan, tetapi dinilai sedikit sulit karena harus melakukan add pin terlebih dahulu. Whatsapp hadir dengan penggunaan yang sangat simpel, dengan memasukkan nomor handphone dan menggunakan paket internet saja.

Strategi yang terakhir adalah berpikir global. Misi Whatsapp adalah menyatukan dunia melalui pengiriman pesan. Seluruh manusia dapat dengan mudah terkoneksi satu sama lain untuk bertukar informasi dan saling membantu.

Kini, aplikasi WhatsApp telah menjadi aplikasi populer yang telah memiliki hampir 800 juta pengguna di seluruh dunia. Atas alasan itu pula, Facebook dan Google berlomba-lomba membelinya tetapi akhirnya Facebook yang memenangkan pertarungan tersebut dengan nilai yang fantastis (USD19 miliar atau setara dengan Rp266 triliun), sontak Koum dan Acton menjadi milyarder baru di dunia bisnis teknologi dan internet.

Sumber :

Kesuksesan Di Balik Aplikasi WhatsApp

Bagi semua pengguna Smartphone Mulai dari Android, iOS , BlackBerry psati semua telah mengenal aplikasi WhatsApp. Pada masa ini, whatsApp merupakan sebuah apliaksi populer dengan pengguna yang banyak di berbagai belahan dunia. Tapi, dibalik kesuksesan pengembanangan aplikasi WhatsApp ini banyak pengguna yang tidak mengetahui bagaimana kisah kehidupan sang pendiri yang harus menjalani masa masa sulit hingga akhirnya sukses dengan pengembangan aplikasi ini. Pendiri WhatsApp ini bernama Jan Koum.

Kisah Inspirasi, Belajar dari Perjalanan Hidup Pendiri WhatsApp yang Terjal
Jan Boris Koum, Sang Pendiri WhatsApp


Masa - Masa Sulit dalam Kehidupan Jan Koum

Dahulu, Jan koum tinggal bersama orang tuanya di sebuah desa Kiev, di Ukraina. Jan Koum dan ibunya kemudian migrasi ke negara Amerika Serikat, dengan harapan mereka akan mendapat kehidupan yang lebih baik di sana. Namun ayahnya tidak ikut, dia lebih memilih tetap tinggal di kampung halaman mereka.

Di Amerika, Jan Koum dan ibunya beruntung karena mendapatkan apartemen kecil sebagai tempat tinggal dengan bantuan pemerintah Amerika. Untuk dapat menyambung kehidupan, mereka tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah, Jan Koum bekerja sebagai tukang sapu disebuah toko dan ibunya menjadi seorang baby sister. Pekerjaan tersebut mereka lakukan secara ikhlas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Jan-Koum-in-his-Young-Age_1439270798_1439533642


Perjuangan Sekolah Jan Koum

Setelah pindah ke Amerika serikat, akhirnya Jan Koum bersekolah. Diantara teman-teman sekolahnya, dia termasuk murid yang paling miskin. Jan Koum satu-satunya murid yang tidak memiliki mobil di sekolah. Setiap hari ia berangkat ke sekolah pagi sekali agar tidak ketinggalan bis sekolah. Selain itu, Jan Koum juga mengalami kendala lain selama belajar karena pada saat itu dia belum mahir bahasa Inggris. Namun, usaha kerasnya dalam belajar akhirnya berbuah manis, dia bisa lulus dari sekolahnya.

Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan Sarjana di San Jose University, disana ia mengambil jurusan komputer dan matematika. Tetapi setelah mengikuti pendidikan ditempat tersebut, prestasi Koum sangat buruk dan akhirnya Drop Out dari kampus. Jan Koum merasa lebih enak belajar secara otodidak dan melanjutkan hobinya, yaitu programming.

Setelah Drop Out, Jan Koum akhirnya harus bekerja sebagai pembungkus barang di supermarket untuk menyambung hidup. Dia juga pernah bekerja di toko elektronik, internet provider, hingga perusahaan audit. Hingga pada tahun 1997, Jan Koum bertemu dengan Brian Acton dari Yahoo.Ich. Enam bulan setelahnya, Koum mulai bekerja di Yahoo bersama Brian Acton.


Masa Mendirikan WhatsApp
Koum menghabiskan waktu selama sembilan tahun bekerja di Yahoo, termasuk pada Yahoo Shopping. K merasa tidak nyaman dengan banyaknya iklan yang harus ia urus dan persebaranya yang di mana-mana. Dan pada akhirnya Koum memilih putus kerja dari Yahoo pada 31 Oktober 2007 silam. Pada Saat itu, usia Koum 31 tahun dan telah mengumpulkan uang untuk memulai bisnisnya sendiri. Dia bertekad bahwa bisnisnya tersebut tak akan diganggu oleh banyak iklan. Akhirnya Jan Koum dan Acton memutuskan untuk berpisah karena memiliki perbedaan prinsip. Tapi walaupun begitu, komunikasi mereka masih tetap terjalin dengan baik.

Pada tahun 2009 Jan Koum membeli sebuah iPhone, dan pada saat itu, dia merasa bahwa aplikasi pada AppStore masih banyak kekurangan, dan ini kemudian dijadikan peluang bisnis oleh Koum. Jan Koum mendapatkan ide untuk mendirikan sebuah aplikasi perpesanan yang bisa juga meng-update status di mana status tersebut berguna untuk memberikan kabar kepada orang lain. Dari ide tersebut kemudian muncullah nama WhatsApp.

Sebenarnya aplikasi WhatsApp tersebut mirip dengan aplikasi BlackBerry messenger. Namun pada saat itu BlackBerry messanger hanya bisa dimanfaatkan oleh pengguna ponsel BlackBerry. Berbeda dengan WhatsApp yang bisa diaplikasikan pada semua jenis smartphone dan kontak WhatsApp berasal dari nomor hp masing-masing pengguna. Selain itu, Whatsapp menawarkan layanan messenger yang mudah digunakan dimana pesan akan sampai ke tujuan dengan sangat cepat.
WhatsApp mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Inilah yang kemudian membuat Facebook tertarik untuk mengakuisisi perusahaan yang dibesut oleh Jan Koum tersebut. Akhirnya Whatsapp resmi ‘dipinang’ oleh Facebook dengan harga USD 19 miliar. Jan Koum yang memiliki 45 persen saham WhatsApp mendadak menjadi orang kaya dengan kekayaan sekitar USD 6,8 miliar. Uniknya, ternyata Jan Koum pernah ditolak ketika melamar kerja di Facebook.

image


Strategi WhastApp

–WhatsApp merupakan aplikasi yang mendukung multiplatform,bisa digunakan di iOS, Android, TizenOS, maupun telepon berbasis Java.

– WhastApp tidak menanamkan iklan pada aplikasi sehingga membuat user lebih nyaman

– WhastApp tidak kalah bersaing dengan aplikasi Social Media lainya, yaitu dengan pembuatan fitur fitur terkini sehingga pengguna tidak cenderung berpindah ke aplikasi lain.

– WhatsApp melakukan kompresi aplikasi chatting yang berukuran lebih kecil dibanding dengan apliaksi social media Line maupun BBM.

Sumber :
-https://successstory.com/people/jan-boris-koum
-https://www.maxmanroe.com/kisah-inspiratif-di-balik-kesuksesan-whatsapp.html
-http://money.cnn.com/2014/02/20/technology/social/jan-koum-whatsapp