James Goodnight : CEO of SAS Institute

Biografi, James Goodnight


Pekerjaan


Co-Funder, CEO of SAS Institute

Pekerjaan lainnya


• Entrepreneur
• CEO
• Statistician
• Software engineer
• Inventor

Tempat dan Tanggal Lahir


Salisbury, North Carolina, United States
6 Januari 1943

Kewarganegaran


Amerika

Kekayaan


US$9.3 billion (October 2016)

Peringkat berdasarkan Forbes


51 Forbes 400 (2016)
24 Richest In Tech (2016)
144 Billionaires (2016)
54 in United States (2016)

Riwayat Hidup


Goodnight lahir dari sepasang suami istri dari Albert Goodnight and Dorothy Patterson di Salisbury, NC, pada 6 Januari 1943. Goodnight tinggal di Greensboro, NC. Ketika berusia 12 tahun, James Goodnight dengan keluarganya pindah ke Wilmington di Carolina Utara.

Ketika Goodnight berusia belasan tahun, Goodnight membantu ayahnya yang bekerja di toko perangkat (hardware store) yang bernama “Hanover Hardware”. Setelah usaha dari ayah Goodninght berjalan, sang ayah memperluas bisnisnya ke peralatan rumah tangga. Dari hal inilah Goodnight belajar hal teknis. Selain membantu dalam hal teknis, Goodnight belajar cara berhubungan dengan pelanggan.

Ketika belajar di North Carolina State University, Goodnight bertemu dengan istrinya, Ann, sedangkan istrinya, Ann, belajar di Meredith College. Setelah menikah, Goodnight dan Ann mempunyai tiga anak.

Goodnight mempunyai ketertarikan untuk meningkatkan pendidikan di negarnya, khususnya di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Pada tahun 1996, Goodnight dan istrinya bersama patner bisnis Goodnight, John Sall bekerja sama mendirikan sekolah dan diberi nama Cary Academy.

Sebelum menjadi CEO, Goodnight bekerja dengan keahliannya dalam hal programming yang Goodnight dapatkan ketika Goodnight mengambil kursus komputer saat Goodnight menjadi mahasiswa tingka dua di North Carolina State University, sehingga membantu Goodnight untuk mendapatkan posisi di perusahaan sebagai perlengkapan elektronik untuk stasiun kereta bawah tanah yang menghubungkan dengan ruangan kapsul “Apollo”.

Riwayat Karir


Karir Goodnight dengan komputer berawal ketika Goodnight mengambil kursus komputer saat Goodnight menjadi mahasiswa tingka dua di North Carolina State University. Pada saat musim panas Goodnight mendapatkan tugas proyek membuat sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk departemen ekonomi pertanian. Hal itu dilakukan bersama dengan adanya kontribusi beberapa alumni.

Proyek tersebut diberi nama Statistical Analysis System (SAS) dioperasikan oleh consortium of Eight Land-Grant Universities dan dibiayai oleh USDA. Pada tahun 1976, Goodnight bersama John Sall dan dua rekan lainnya yaitu Anthony James Barr dan Jane Helwig mendirikan SAS Institute yaitu, perusahaan yang bergerak dalam pengembangan perangkat lunak (Software Developer). Setelah sofware tersebut mendapatkan 100 konsumen pada tahun 1976, Goodnight dan ketiga temannya meninggalkan tempat belajarnya dan beralih ke SAS Institute.

Goodnight menjabat sebagai CEO dari SAS Institute lebih dari 35 tahun, dengan awal biaya $138,000 pada tahun pertama, pada tahun 1993 menjadi $420 million dan $2.43 billion pada tahun 2010. Dibawah kepemimpinan Goodnight, SAS Institute meningkat dan berkembang tiap tahun. Goodnight menjadi dikenal sebagai pencipta budaya dan pembela SAS, dan media sering menggambarkan sebagai “utopian”.

Goodnight sebagai CEO sekaligus pencipta dari bisnis analisis software yang telah mendunia. Dibawah kepemimpinannya, SAS menjadi terkenal karena inovatif dan budaya perusahaan. Goodnight berkomitmen untuk seimbang dalam hal bekerja dan sosial, sehingga membuat SAS sebagai tempat bekerja yang terbaik yang dikenal oleh masyarakat luas, telah terbukti bahwa SAS berada pada nomor 1 di Fortune list di US dan peringkat nomor 1 di Great Place untuk bekerja di institute internasional.

Strategi SAS Institute untuk menyediakan lingkup kerja bagi karyawannya yang nyaman sehingga karyawan yang bekerja dapat meraih suatu perfoma yang maksimal yang telah ditunjukkan di Harvard Business Review. Dan Harvard Business School memberi gelar kepada Goodnight sebagai Great American Business Leader karena membuat SAS sebagai bisnis yang dapat mengubah kehidupan America, dan itu berhasil selama akhir dekade.

Kini software SAS sendiri memiliki lebih dan 200 produk dan telah digunakan oleh perusahaan, universitas, dan pemerintah dan diperkirakan mnecapai lebih dari 70.000 pengguna untuk menganalisis data.

Fakta - fakta


  1. James Goodnight lebih dikenal dengan sebutan “Jim”.
  2. Pertama berdiri pada tahun 1976 proyek ini (SAS) telah memiliki lebih dari 100 pelanggan.
  3. Mendapatakan award “Great American Business Leader” by Harvard pada tahun 2004.
  4. Pada tahun 2005, Goodnight menuliskan sebuah artikel berisi penyataan tentang perusahannya yang menjadi terkenal.
  5. Keberhasilan Goodnight dalam memimpin SAS : SAS merupakan panutan bagi bisnis analisis software dan service. SAS adalah perusahaan yang vendor yang terbesar dalam pasar bisnis intelligence. SAS membantu konsumen lebih dari 45.000 situs untuk meningkatkan kualitas dalam mengambil keputusan yang cepat
  6. James Goodnight masuk dalam peringkat 25 besar dalam pengusaha yang mengagumkan ole majalah Inc. America’s 25 Most Fascinating Entrepreneurs by Inc. magazine.
  7. Goodnight ikut berpartisipasi dalam meja bundar dunia bisnis dan menjadi dewan, dalam suatu perkumpulan para CEO.

Quotes


  • “I’ve never really thought of myself as an entrepreneur. I think of an entrepreneur as someone who wants to make a lot of money. That has never been at the top of my list.” – James Goodnight
  • “I’m not big on reading business books. I get copies of all of them, because people want me to put a comment on the jacket. Every once in a while, I’ll get interested and read one all the way through.” - James Goodnight
  • “I don’t keep up on a lot of the business trends.” - James Goodnight
  • “There’s this creative thing in me that wants to have my work used - like the author of a book who wants it read.” – James Goodnight
  • “A light went on, and I fell in love with making machines do things for other people.” – James Goodnight
  • “Happy employees lead to happy customers and a healthy company. If a company treats its people like they make a difference, they will make a difference” – James Goodnight

[details=Summary]http://www.bornrich.com/james-goodnight.html
https://en.wikipedia.org/wiki/James_Goodnight
http://www.sas.com/en_us/company-information/leadership/jim-goodnight.html
http://www.forbes.com/profile/james-goodnight/[/details]

1542324004-james-good-203556

James Goodnight ialah pendiri dari SAS Institute. Padahal sebelum ia mendirikan SAS Institute yang membuat ia bisa membuat kekayaan sekitar 9 biliun dollar ia sempat keluar dari North Carolina State University. Lantas resep rahasia apa yang membuat ia berhasil menjadi 50 orang terkaya di dunia ?

James Goodnight Sendiri lahir dari pasangan Albert Goodnight dan Dorothy Patterson di Salisbury, NC tanggal 6 Januari dia tinggal di Greensboro NC hingga umur 12, lalu ia pindah ke Wilmington. Jim “Panggilan James Goodnight” muda sering bekerja dia toko perangkat keras milik ayahnya. Berangkat dari sinilah kecintaan Jim terhadap Komputer mulai tumbuh. Ia mengikuti beberapa les komputer lainnya untuk mengasah lebih tajam skill skill komputernya, Lambat laun pun ia mulai dikenal sebagai Programmer yang handal.

Rasa ingin tahu kembali mengambil andil besar dalam kesuksesan Jim. Seperti pada saat ia ingin tahu tentang mengirim manusia ke bulan. Skill Programmingnya membantu ia mendapatkan pekerjaan di suatu perusahaan yang bertugas membuat alat komunikasi dari bumi ke Kapsul Apollo. Pada saat mengikuti Program Apollo inilah ia bisa mengasah skill kerja sebagai suatu Organisasi dan mengasah skill Kepemimpinannya.

Dari sanalah tumbuh skill yang semakin mempermulus jalannya menuju kesuksesan. Seperti saat ia menjadi CEO SAS Institute yang ia jabati selama lebih dari 35 tahun. Perusahaan itu berkembang mulai dari $138,000 di tahun pertamanya, menjadi $420 miliar di 1993 dan $2.43 bilyun pada 2010. Resepnya ia selalu percaya pada kebahagiaan pegawai pasti berbanding lurus dengan kesuksesan suatu perusahaan, Di SAS Institute dia membuat lapangan voli dan puskesmas di perusahaannya sendiri guna menyejahterkan pegawainya. Hingga Jim pernah masuk dalam daftar 50 orang terkaya di amerika pada tahun 2016 versi majalah Forbes.

Seperti yang kita bahas cara Jim meraih kesuksesan ialah dengan mengetahui minat dan bakatnya sejak dini. Lalu secara rendah diri terus mengasah skillnya tersebut. Lalu rasa ingin tahu dan rasa tidak pernah puas juga mengambil andil yang besar dalam jalan Jim menuju kesuksesan. Lalu ia memiliki softskill dalam hal kepemimpinan yang sangat amat bagus seperti ketika ia tidak hanya menyenangkan client nya saja tetapi pegawainya pun juga ia sejahterakan.

Quote : "Happy employees lead to happy customers and a healthy company. If a company treats its people like they make a difference, they will make a difference,"

Source :



olympic-size-pool-at-sas-institute-campus-recreation-and-fitness-center

James Howard Goodnight adalah pengusaha asal amerika dibidang programmer perangkat lunak yaitu SAS atau Statistical Analysis System, vendor perangkat lunak analisis bisnis terdepan di dunia. Goodnight telah memimpin perusahaan ini sejak diluncurkan pada tahun 1976. Selama bertahun tahun perusahaan tersebut terus tumbuh dari $ 138.000 pada tahun pertama bisnisnya, menjadi $ 420 juta pada tahun 1993 dan $ 2,43 miliar pada tahun 2010. Ditangan James Goodnight perusahaan itu terus tumbuh pesat tiap tahunya.

James Goodnight adalah sosok yang pekerja keras. Saat masih muda Goodnight sering menghabiskan waktunya untuk bekerja di toko peralatan ayahnya Albert di Wilmington. Dia tidak keberatan harus memasukan barang-barang ke gudang sampai menjaga rak-rak di toko peralatan tersebut. Goodnight tidak menolak meskipun waktunya sering dihabiskan di toko daripada untuk bermain dengan teman-temannya. Setiap jamnya Albert memberikan gaji satu dolar. Dengan gaji itu Goodnight dapat memanfaatkan uang itu untuk berbagai keperluan pribadinya, daripada harus meminta langsung ke orang tua tanpa usaha yang berarti.

Setelah memiliki sebuah toko peralatan, ayah Goodnight memperlebar bisnisnya untuk menjual peralatan elektronik seperti kulkas hingga AC. Bekerja di toko ayahnya membuat Goodnight mengerti cara berbisnis, bagaimana cara berhubungan dengan orang lain, mengerti cara memperlakukan pelanggan yang baik, dan dapat mengerti akan tanggung jawab. Karena hal-hal itulah, tidak heran jika ia sekarang menjadi seorang yang sukses hingga dapat menjadi CEO SAS Institute.

Dibawah kepemimpinan James Goodnight, SAS telah menjadi terkenal karena inovasi dan budaya perusahaannya. Komitmennya terhadap keseimbangan kehidupan kerja telah membuat SAS menjadi perlengkapan di daftar tempat kerja terbaik di seluruh dunia, termasuk daftar No. 1 di Fortune untuk Amerika Serikat dan Nomor 1 di peringkat multinasional Kelompok Besar untuk Work Institute.

Menurut Goodnight kunci sebuah perusahaan bisa sukses adalah kreatifitas yang memunculkan berbagai inovasi dan memanfaatkan modal perusahaan dengan sebaik-baiknya. Memunculkan berbagai inovasi dapat membuat perusahaan dapat bertahan sampai sekarang karena semakin lama teknologi dituntut untuk semakin baik, khususnya untuk perusahaan Goodnight SAS yang bekerja dibidang perangkat lunak. Bisa mengatur modal sebaik-baiknya juga sangat penting untuk sebuah perusahaan. Dengan dapat mengetahui prioritas, perusahaan dapat membagi modal dengan benar untuk meminimalisir kerugiaan. Selain dua kunci tersebut, Goodnight juga menerapkan kekeluargaan di lingkungan kerja perusahaannya. Kenyamanan kerja yang diperoleh karyawan SAS dapat menjadikan mereka lebih produktif dalam bekerja dan membuat mereka selalu ingin kembali keesokan harinya.

Dengan skill pebisnis dari usia muda yang telah diajarkan oleh ayahnya saat menjadi karyawan toko, dan terus berjuang membangun perusahaan membuat James menjadi orang yang sukses. Harvard Business School juga memberikan Goodnight julukan “A Great American Business Leader”, karena telah menjadikan SAS bisnis yang mengubah cara orang Amerika tinggal, bekerja dan berinteraksi selama beberapa dekade terakhir.

James Goodnight juga meluncurkan SAS in School, sekarang disebut SAS Curriculum Pathways. SAS Curriculum Pathways yang mengembangkan perangkat lunak pendidikan. SAS in School dibangun untuk membantu sekolah memenuhi tantangan milenium baru dan memperluas penggunaan teknologi sebagai alat pembelajaran. Dari tahun ke tahun, SAS Curriculum Pathways mendapatkan penghargaan untuk teknologi pendidikan. Selain SAS in School Goodnight juga membangun Cary Academy untuk kelas 6 sampai 12.
Jika sudah tau passion kita dimana, kita hanya perlu terus mengasah kemampuan kita itu. Dengan kemampuan dan minat, kita akan tau dimana kita harus memulai sebuah usaha yang akan dirintis dari nol hingga menjadi usaha yang cukup menghasilkan bahkan lebih. Kerja keras dan pantang menyerah juga diperlukan jika kita ingin menjadi orang yang sukses seperti James Goodnight.

“I’ve never really thought of myself as an entrepreneur. I think of an entrepreneur as someone who wants to make a lot of money. That has never been at the top of my list.”-James Goodnight

SUMBER:


http://www.biostat.wustl.edu/~phil/stuff/bigjim.html

James-Goodnight
Mungkin beberapa dari kalian belum kenal dengan orang yang bernama James Goodnight. Mungkin kalian hanya mengenal Mark Zuckerberg, Bill Gates, Steve Jobs, dan Jack Ma. Bagi yang belum tahu, James Goodnight adalah CEO dari SAS. SAS merupakan perangkat lunak analisis terdepan di dunia. James Goodnight lahir pada tanggal 6 Januari 1943. James Goodnight sendiri sudah 35 tahun meminpin persuhaan ini. Dengan lamanya meminpin perusahaan membuat James Goodnight menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Total dari kekayaannya yaitu 9,2 miliar USD atau sekitar 120 miliar rupiah.

Saat kecil hidup James sudah dikelilingi oleh benda yang namanya komputer. Dari situlah James mulai mendalami ilmu-ilmu yang berhubungan dengan komputer. Karena kerja keras dan kegigihannya membuat ia menjadi progammer yang pro.

Pada tahun 1976, James Goodnight dan North Carolina State University membuat perangkat lunak SAS. James membuat SAS sendiri untuk menganalisis data penelitian pertanian. Setelah empat dekade kemudian, reputasi yang solid untuk inovasi telah mengamankan SAS di antara perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia.

Goodnight melanjutkan komitmen terhadap teknologi terobosan ini dengan menginvestasikan kembali sekitar seperempat dari total pendapatan setiap tahun dalam penelitian dan pengembangan, hampir dua kali lipat dari persentase perusahaan perangkat lunak besar lainnya. Suksesnya perusahaan SAS tersebut karena James Goodnight mempunyai prinsip yaitu mempertahankan lingkungan kerja yang membuat orang-orang kembali setiap pagi.

Di bawah kepemimpinannya, SAS telah menjadi terkenal karena inovasi dan budaya perusahaannya. Komitmennya terhadap keseimbangan kehidupan kerja telah membuat SAS menjadi perlengkapan di daftar tempat kerja terbaik di seluruh dunia, termasuk daftar No. 1 di Fortune untuk Amerika Serikat dan Nomor 1 di peringkat multinasional Kelompok Great Place to Work Institute. Selain itu, James Goodnight juga turut menulis buku dengan judul “Managing for Creativity”.

Quote :
> "Innovation is the key to success in this business, and creativity fuels innovation"

Sumber :
https://www.bloomberg.com/research/stocks/private/person.asp?personId=219264&privcapId=102594

https://www.linkedin.com/in/jim-goodnight/?trk=public-profile-join-page