IPK Tinggi Penting Engga sih?

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa tolak ukur dalam dunia perkuliahan itu adalah IPK. Tapi ada dua tipe orang yang memandang IPK tersebut, ada yang mengatakan bahwa IPK itu tidak dapat menjadi tolak ukur suatu orang, namun ada yang mengatakan bahwa IPK itu penting dan menjadi tolak ukur orang tersebut. Nah menurut kamu IPK itu penting atau engga siih? dan apakah itu dapat menjadi tolak ukur suatu orang?

1 Like

menurutku IPK itu penting karena IPK merupakan mekanisme penilaian keseluruhan prestasi terhadap mahasiswa dalam sistem perkuliahan selama masa kuliah, sehingga itu dijadikan filter awal bagi HRD untuk merekrut ke suatu perusahaan. Akan tetapi, kita jangan hanya mengandalkan IPK saja, harus diimbangi dengan skill yang dibutuhkan. Tolak ukur setiap orang kan berbeda-beda, jadi tidak ada salahnya menganggap IPK itu penting.

Menurut saya kita memiliki IPK itu penting, apalagi IPK yang tinggi. IPK sendiri merupakan rekapan nilai dari semua mata kuliah yang kita kerjakan. Dengan IPK kita bisa mengetahui apakah kita bersungguh-sungguh atau tidak (ditinjau dari nilai). Jangan keseringan dengan ucapan “IPK itu tidak penting, karena yang penting itu blablabla…”, gini loh kalau IPK tidak penting kenapa kita harus kuliah? tentunya penting dong. Memang kalau kita daftar kerja apakah IPK tidak dilihat? tentunya dilihat dong. Dengan IPK tinggi menjadi nilai plus juga kan. Teman saya pernah bilang bahwa “IPK bukan segalanya namun segalanya berawal dari IPK” so sangat jelas bukan? bahwa IPK itu penting dan komponen lain juga penting seperti pengalaman dan skill.

Jadi, ketika kita memiliki IPK tinggi nah harus diseimbangkan dengan pengalaman dan skill yang mumpuni. Sehingga terlihat bahwa hal tersebut seimbang, antara akademis dan nonakademis. So, kalau IPK kita kecil yu kita tingkatin apalagi ketika masih ada kesempatan.

1 Like

Setuju dengan pendapat teman teman. IPK itu penting karena merupakan salah satu penilaian awal atau filter ketika akan melamar kerja. Selain itu, IPK yang tinggi menandakan bahwa selama masa perkuliahan, mahasiswa tersebut bersungguh sungguh dan diharapkan ilmu yang didapat cukup mumpuni sehingga nanti dapat diterapkan di lapangan. Namun, seperti yang kita tahu, mengandalkan IPK saja tidak cukup. Kita juga harus menyeimbangi dengan kemampuan dan pengalaman yang bisa dijadikan nilai plus. Ibaratnya, pintar saja tidak cukup. Kita harus bisa menyalurkan “kepandaian” kita, punya skill pendukung, dan ilmu yang kita dapat harus bisa disampaikan dengan cara kita sendiri. Misal lewat public spekaing, membuat project, dll sehingga nilai yang tinggi itu tidak hanya tertulis di atas kertas melainkan juga bermanfaat untuk diri sendiri dan orang di sekitar.

1 Like

Penting.
Alasannya, IPK yang bagus (baik atau tinggi) merupakan representasi bahwa seseorang tersebut semasa kuliahnya bertanggugjawab akan keputusannya (yaitu memutuskan untuk kuliah daripada bekerja) dan menjalankan tanggungjawab tersebut dengan baik hingga tuntas. Selain itu, di dalam dunia kerja, beberapa perusahaan kini mencantumkan syarat minimal IPK sebagai sarana atau pijakan awal untuk memfilter surat lamaran pekerjaan para job seeker menuju seleksi tahap berikutnya (wawancara)

Jika kita dihadapkan pada sebuah pernyataan menyakitkan “IPK tinggi tidak menjamin masa depanmu baik”, lalu, bagaimana dengan mereka yang memiliki IPK rendah? Jika yang IPK tinggi saja masih tidak dapat menjamin masa depan? Jika kita sanggup dan mampu meraih IPK tinggi, mengapa harus “berendah hati” pasrah dengan IPK rendah?
Soal masa depan, memang baik IPK tinggi maupun IPK rendah sama-sama tidak mampu menjamin masa depan,namun setidaknya, ketika kita memiliki IPK tinggi, kita naik satu level, kita memiliki bergaining position dan memiliki value yang bisa kita tawarkan di dunia pekerjaan, sehingga nantinya, dengan memiliki IPK tinggi mampu menjembatani kita meraih cita-cita

menurut saya penting karena dari ipk kita dapat melihat bahwa mahasiswa yang bersangkutan rajin dan sedikit banyak paham dengan materi kuliahnya. Dan untuk mendaftar kerja instansi yang bersangkutan juga pasti melihat ipk pelamar, tetapi ini juga tidak bisa seratus persen menjadi tolak ukur mahasiswa tersebut rajin atau tidak, masih bisa di ukur dengan tes-tes yang lainnya.