Instrumen apa saja yang terdapat dalam kebijakan fiskal?

Kebijakan fiskal

Instrumen apa saja yang terdapat dalam kebijakan fiskal?

Kebijakan fiskal memliki dua instrumen, yaitu Automatic instrument dan Instrumen dekreasi.

Referensi

https://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/teori-ekonomi-makro

Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang tertuang dalam APBN sebagai suatu rencana operasi keuangan pemerintah.

  • Peningkatan penerimaan karena perubahan tariff pajak akan berpengaruh pada ekonomi.

  • Pengeluaran pemerintah akan berpengaruh pada stimulasi pada perekonomian melalui dampaknya terhadap sisi pengeluaran agregat.

  • Politik anggaran (surplus, berimbang, atau deficit) sebagai respon atas suatu kondisi

  • Strategi pembiayaan dan pengelolaan utang.

Oleh karena itu Instrumen kebijakan fiskal merupakan penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang sangat berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku maka akan berpengaruh terhadap ekonomi.
Apabila pajak diturunkan, maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan mampu meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya, apabila pajak dinaikkan, maka daya beli masyarakat akan menurun serta output industri pun akan menurun secara umum.

Adapun instrumen instrumen kebijakan fiskal antara lain sebagai berikut:

  • Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif
    Anggaran defisit merupakan suatu kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran negara lebih besar dari penerimaan negara. Hal ini bertujuan untuk memberi stimulus pada kondisi perekonomian. Umumnya anggatan defisit ini sangat baik digunakan apabila kondisi ekonomi sedang resesif.

    Anggaran defisit dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu sebagai berikut:

    • Defisit konvensional: Defisit konvensional ini adalah anggaran defisit yang dihitung berdasarkan selisih antara realisasi total pembelanjaan dan realisasi total pengeluaran, termasuk juga dana hibah di dalamnya.

    • Defisit moneter: Defisit moneter merupakan anggaran defisit yang hasilnya diperoleh dari perhitungan berdasarkan selisih antara realisasi total belanja negara (tidak termasuk pembayaran pokok ataupun hutang) dan realisasi dari total penerimaan (tidak termasuk di dalamnya penerimaan dari hutang)

    • Defisit operasional: Difisit operasional ini hampir mirip dengan defisit moneter, hanya saja letak perbedaannya yaitu dalam nilai yang diukur. Dalam defisit operasional nilai yang dihitung adalah nilai riil atau asli bukan lah nilai nominal.

    • Defisit primer: Defisit primer merupakan defisit yang jumlahnya dihitung dari selisih antara realisasi dari belanja total (belum termasuk pembayaran pokok dan hutang) dan total penerimaan.

  • Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif
    Anggaran surplus merupakan suatu kebijakan pemerintah yang bertujuan membuat penerimaan negara lebih besar daripada pengeluaran negara. Umumnya politik anggaran surplus ini akan labih baik dilaksanakan pada saat perekonomian sedang dalam kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.

  • Anggaran Berimbang (Balanced Budget)
    Anggaran berimbang dilakukan oleh pemerintah untuk menentukan agar pengeluaran negara sama besar dengan penerimaan negara. Tujuan politik anggaran berimbang adalah terjadinya anggaran yang pasti serta meningkatkan disiplin.