Inspiratif " Jika anak "

anak

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.

Jika anak dibesarkan dengan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.

Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah.

Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri.

Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri.

Jika anak dibesarkan dengan iri hati,

ia belajar kedengkian.

Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah.

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.

Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.

Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai.

Jika anak dibesarkan dengan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya.

Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan.

Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan.

Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan.

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan.

Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran.

Apa pesan moral yang dapat disimpulkan ?

SUMBER :
http://ceritamotivasiterupdate.blogspot.co.id/2012/03/jika-anak.html

1 Like

Perhatikan cara mendidik anak, disaat anak masih diusia balita perlakukan mereka dengan halus lembut penuh kasih saying, karena diusia itu lah anak mulai membentuk mental dan karakter mereka.

Karena dengan cara itu lah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik disaat para orang tua mendidik dengan lembut. Beda halnya dengan orang tua yang mendidik dengan cara kasar, anak akan cenderung memiliki sifat tertutup meskipun sebaik apapun usaha kita untuk dekat dekat dengan anak dikemudian hari tetap saja anak akan berperilaku murung dirumah, dan cenderung tidak banyak berbicara dengan orang tuanya.

Hal itu sangat berbahaya karena ketika kita mendidik anak kita dengan keras mentalnya akan terpacu namun justru akan menjadi pribadi yang takut salah. Dan anak akan memiliki pribadi yang sangat buruk diluar rumah ketika mereka bergaul di lingkungan luas

Menurut saya, pesan moral dari rangkaian kalimat motivasi “Jika Anak” adalah menjadi orangtua yang memiliki tugas mendidik anak sangatlah berat namun bukan berarti tidak bisa. Tantangan setiap “tindakan” atau “perkataan” yang diterima anak secara langsung atau tidak langsung dapat memengaruhi nilai yang diterima dan akan diterapkan anak pada masa mendatang.

Setiap cara didikan oarangtua maupun lingkungan sekitar memiliki nilai positif dan negatifnya. Hal ini tergantung pada pola respon dan penerimaan anak itu sendiri. Seperti contoh pada kalimat, “jika anak dibesarkan dengan olok-olok, Ia akan belajar rendah diri” menyiratkan nilai negatif dari sikap “olok-olok” yang diterima anak, padahal disisi lain sikap “olok-olok” tersebut sebenarnya juga bisa menjadi alat bagi orangtua untuk menanamkan rasa percaya diri dan penerimaan diri secara utuh, sehingga anak bisa memiliki sikap mudah bersyukur dan tidak banyak menuntut atas apa yang ia terima. Oleh karena itu, setiap “tantangan” dalam mendidik anak itu bisa diambil nilai positif jika orangtua mampu memberika pengertian yang bijak atas nilai negatif yang diterima anak.