Indigo dalam pandangan islam, Anugerah atau musibah ?

indigo

Sebagian besar masyarakat umum memandang indigo sebagai sebuah anugerah spesial dari sang pencipta. Bahkan ada yang mengatakan bahwa anak indigo memiliki 6 panca indra sehingga menjadi luar biasa cerdas. Namun, bagi si anak indigo sendiri apakah hal tersebut dianggap sebagi suatu karunia, atau malah sebaliknya, sebagai beban ? lantas, bagaimana menurut islam sesuai Quran dan hadist ?

Risa, tokoh dalam film Danur, disebut-sebut sebagai indigo karena peka terhadap hal-hal gaib yang tidak bisa dirasakan oleh manusia pada umumnya. Orang yang memiliki kemampuan merasakan, melihat, bahkan berkomunikasi dengan makhluk halus seperti Risa disebut-sebut diberikan kelebihan oleh Tuhan. Bukan hanya Risa, mungkin teman, keluarga, atau bahkan Moeslemates sendiri juga sama?

Sebenarnya indigo itu apa sih? Kalau menurut Islam bagaimana ya?

Pengertian Indigo

Anak indigo atau anak nila (bahasa Inggris: Indigo children) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural.

Disebut indigo karena konon aura orang yang memiliki kemampuan ini berwarna nila atau indigo.

Bukan hanya melihat hal-hal yang bersifat gaib, orang indigo disebut-sebut mampu pula berkomunikasi dengannya. Juga memiliki ‘kekuatan’ lain seperti dapat melihat kejadian di masa depan atau masa lalu. Tak heran, banyak yang meminta bantuan kepada orang indigo untuk berkomunikasi dengan kerabat yang sudah meninggal, untuk meramal kejadian yang akan datang, atau menengok kembali hal yang sudah terjadi di waktu lampau.

Keberadaan Makhluk Gaib Menurut Islam

Indigo disebut dapat melihat makhluk halus dan berkomunikasi dengannya.
Apakah Moeslemates mempercayai adanya makhluk halus?
Makhluk halus atau makhluk gaib seperti jin dan setan sejatinya ada menurut Islam.

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al-Hijr: 27)

Keberadaan setan (syaitan) pun disebut-sebut dalam ayat Al-Qur’an.

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Faathir: 6)

Ayat ini sekaligus menjelaskan diciptakannya setan adalah untuk menggoda manusia agar berbuat maksiat sebaliknya jin diciptakan untuk menyembah Allah.

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaKu.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Meskipun menurut Islam keberadaan makhluk gaib itu ada, namun dunia mereka dan dunia manusia berbeda sehingga sesungguhnya tidak ada yang bisa melihat jin dan setan kecuali sesama mereka.

Dia adalah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhaiNya. Sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (QS. Al-Jin: 26 – 27)

Ayat lain pun menjelaskan

Sesungguhnya, ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf: 27)

Berdasarkan ayat di atas dapat disimpulkan bahwa sejatinya manusia tidak bisa melihat jin maupun setan. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang mengaku dapat melihat bahkan berkomunikasi dengan mereka?

Bisakah Manusia Melihat Makhluk Gaib/Jin?

Ayat sebelumnya telah menjelaskan bahwa jin dan sejenisnya hanya bisa dilihat oleh sebangsa mereka. Ada dua kemungkinan yang mengaku bisa melihat keberadaan jin. Pertama, ada jin yang bersemayam dalam tubuh manusia itu. Kedua, orang tersebut hanya mengada-ada.

Lalu bagaimana tentang berkomunikasi dengan yang telah meninggal?
Manusia yang telah meninggal, arwahnya berada di alam kubur. Alam ini berbeda dengan alam manusia. Kalau ada yang mengaku melihat arwah orang yang telah meninggal, maka sesungguhnya itu bukan arwah orang tersebut melainkan jin yang menyerupainya dengan tujuan menakut-menakuti dan menyesatkan manusia.

Bisakah Manusia Meramal Masa Depan Atau Melihat Kembali Ke Masa Lalu?

Selain melihat makhluk halus dan mampu berkomunikasi, ‘kelebihan’ indigo yang disebut lazim dimiliki adalah mampu melihat masa depan.

Benarkah manusia bisa meramal?

“Kunci-kunci perkara gaib itu ada lima dan tidak ada yang mengetahuinya melainkan Allah: Tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi besok kecuali Allah; tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang ada di dalam rahim kecuali Allah; tidak ada satu jiwapun mengetahui apa yang akan diperbuatnya besok; tidak mengetahui di negeri mana (seseorang) meninggal kecuali Allah; tidak ada yang mengetahui kapan turunnya hujan melainkan Allah; dan tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat kecuali Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Ahmad)

Namun seringkali prediksi yang disampaikan para indigo benar adanya. Hm, bagaimana ya? Ternyata ada dalilnya loh.

Beberapa orang bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai dukun-dukun, lalu beliau menjawab: “Mereka (para dukun) bukanlah apa-apa.”
Mereka berkata: “Wahai Rasulullah! Terkadang apa yang mereka ceritakan adalah benar.”
Rasulullah SAW bersabda: “Perkataan yang nyata (benar) itu adalah perkataan yang dicuri oleh jin, kemudian dia membisikkannya ke telinga walinya (dukun) lalu mereka mencampuradukkan bersama kebenaran itu dengan seratus kedustaan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hal ini diperkuat oleh ayat dalam Al-Qur’an

“Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui rahasia langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan lontaran api. Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan berita-beritanya. Tetapi sekarang barangsiapa yang mencoba mendengar-dengarkan seperti itu tentu akan menjumpai lontaran api yang mengintai untuk membakarnya. Dan sungguh dengan adanya penjagaan tersebut kami tidak mengetahui apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Rabb mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.” (QS. Al-Jin: 8-10)

Jelaslah bahwa manusia tidak bisa melihat masa depan. Itu hanya akal-akalan jin saja.
Rasulullah SAW saja tidak berani membicarakan hal yang belum terjadi.
Apabila hal ramal meramal tersebut diteruskan, dapat mengarah ke syirik sebab memohon petunjuk kepada selain Allah SWT sedangkan syirik adalah dosa besar yang dapat menyebabkan kita terjerumus ke neraka, naudzubillah.

Indigo: Berkah atau Musibah?

Selama ini, orang-orang telah salah kaprah. Para indigo dianggap spesial padahal sebenarnya mereka diganggu jin. Tak jarang banyak orangtua yang bangga anaknya disebut indigo. Apabila tidak dihentikan, sama saja dengan membiarkan anak mereka terus-terusan diganggu jin.

Lalu bagaimana solusinya? Islam menyarankan agar orang-orang semacam ini diruqyah agar tidak ada lagi jin yang menempati tubuhnya dan tidak mengganggu lagi. Dijamin, hidup pun akan lebih tenang tanpa ‘kemampuan’ tersebut.