Ikan Tuna Kaleng Mengandung Zinc 100 Kali Batas Aman

Beberapa waktu terakhir, makanan dan minuman kemasan mendapat banyak perhatian publik. Mulai dari kasus mikroplastik yang terkandung pada air minum kemasan hingga ikan makarel kaleng yang bercacing. Tak sampai di situ saja, kali ini penelitian terbaru menemukan bahwa ikan tuna kaleng mengandung 100 kali lebih banyak Zinc (seng) dibanding batas aman. Menurut penelitian itu, hal ini bisa menghancurkan isi perut orang. Namun, dari manakah kandungan seng dari ikan tuna kalengan tersebut?

Kandungan seng ini berasal dari lapisan kaleng itu sendiri. Zinc merupakan mineral yang biasanya digunakan sebagai lapisan kaleng karena kulitas anti-mikrobanya.

Sayangnya, jika mineral tersebut tercampur dan termakan bisa membahayakan sistem pencernaan manusia. Itu karena mineral ini mengubah kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi.

Para ilmuwan mengingatkan bahwa hal ini berpotensi membahayakan kesehatan manusia jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Temuan jumlah kandungan zinc yang besar ini didapatkan para peneliti dari Binghamton University, Amerika Serikat setelah melakukan serangkaian pengamatan pada jagung manis, ikan tuna, asparagus, dan ayam kalengan.

Menurut laporan dalam jurnal Food & Function, pemilihan jenis makanan ini karena secara alami, mereka memiliki kandungan zinc yang rendah. Selain itu, makanan-makanan ini biasanya dikemas menggunakan mineral sehingga membuat penghitungan penyerapan zinc dari kaleng lebih mudah dihitung.

“Ditemukan bahwa zinc yang ada dalam satu porsi makanan ini kira-kira seratus lebih tinggi dari batas aman,” ungkap Profesor Gretchen Mahler dikutip dari The Sun, Rabu (11/04/2018).

Profesor Mahler dan timnya juga menemukan partikel-partikel zinc yang kecil dapat mengendap di saluran pencernaan dan mengubahnya.

“Kami menemukan nanopartikel zinc oksida (ZnO) pada dosis yang relevan dengan apa yang biasa Anda makan pada sebuah makanan dalam sehari bisa mengubah cara usus Anda menyerap nutrisi atau gen sel usus dan ekspresi protein,” ujarnya.

Dia juga memperingatkan mineral ini bisa menyebabkan peradangan dan membuat saluran pencernaan lebih permeabel dan penetrabel.

“Peningkatan permeabilitas usus bukan hal yang baik,” katanya.

“Itu berarti senyawa yang seharusnya tidak melewati aliran darah mungkin bisa (masuk dalam aliran darah),” jelasnya.

Sebenarnya, kandungan zinc juga kita dapatkan dari makanan biasa. Misalnya saja seperti daging, kerang, susu, keju, roti, hingga sereal. Hanya saja, kandungan zinc pada makanan kaleng ini mengandung nanopertikel yang berpotensi bahaya.

Sumber:
kompas.com