© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


HUB.ID, Gagasan Besar KEMKOMINFO yang Menjadi Wacana

Hub.id adalah sebuah website yang bertujuan untuk menghubungkan antara investor dan startup. Program ini digagas oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi sekitar tahun 2015 yang lalu. Awal peluncuran website ini, Kemkominfo gencar-gencarnya mempromosikan program ini di beberapa daerah khususnya di Jakarta. Mereka memperkenalkan program ini ke beberapa startup dan juga para investor.

Wacana pengembangan Hub.id muncul dengan harapan untuk memperbaiki paradigma dunia startup (dan technopreneur/digitalpreneurs) agar tercipta lansekap industri startup yang lebih baik lagi di masa mendatang. Tentunya dengan terciptanya koneksi yang baik antar stakeholder tersebut, diharapkan juga akan mendorong adanya relasi yang saling menguntungkan antara pihak-pihak yang berkecimpung di dalamnya.

Tidak dapat dipungkiri, sampai hari ini masih terdapat banyak celah antara kebutuhan dengan kapabilitas antara stakeholder satu dengan lainnya. Di tengah menjamurnya startup dan bermunculannya banyak peminat investasi baik dari dalam dan luar negeri, keberadaan celah ini dikhawatirkan akan menghambat proses maturity industri startup dalam negeri, yang mana akan sangat berbahaya menimbang mendekatnya diberlakukan AFTA. Hub.id ingin mengambil peran secara aktif dalam mempersiapkan ekosistem startup Indonesia agar dapat makin berkembang dan memiliki daya saing yang tidak kalah dengan startup-startup mancanegara.

4 Likes

Menurut saya, HUB.id tak hanya sekedar wacana. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya pagelaran soft launching website pada 1 Oktober 2014 silam. Menurut website Duniaku Network, website tersebut dibentuk agar bisa menjadi sebuah direktori bagi para pelaku Startup digital di Indonesia. Selain itu, HUB.id juga diharapkan bisa menjadi sebuah rujukan bagi siapapun pelaku yang tergabung di dalamnya, baik Startup, pemerintah, media investor dan komunitas, untuk mendapatkan informasi dan fasilitas sesuai dengan yang mereka butuhkan. Selain meluncurkan HUB.id secara resmi, acara ini juga diisi dengan talkshow yang menghadirkan empat pembicara, antara lain Pak On Lee (CTO dari GDP Ventures), Budi Budiansyah (ketua program dari HUB.id), Aria Rajasa (Founder Gantibaju.com dan TeesIndonesia), dan Bambang Heru Tjahjono (Dirjen Aptika).Tahap awal yang dilakukan oleh HUB.id adalah untuk mendapatkan Startup yang siap agar terdaftar di website resminya. Untuk melakukan hal ini, HUB.id sudah melakukan roadshow ke berbagai kota seperti Bandung, Yogyakarta dan Malang dan bekerja sama dengan komunitas Startup yang ada di masing-masing kota tersebut. Meskipun roadshow di tiga kota awal tadi baru dalam tahap Pre-Soft Launching, namun antusiasme yang ditunjukkan oleh para Startup di tiga kota tersebut sangat tinggi. Kesimpulannya, website tersebut telah ada dan berjalan hingga sekarang. Melalui HUB.id ini, Kemenkominfo berharap bisa menyelesaikan program Digitalpreneurship yang mereka canangkan. Ada dua tujuan utama dari program tersebut, yaitu membantu mencapai target pemerintah yang membutuhkan hadirnya 4.18 Juta wirausahawan baru di Indonesia serta Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia diperkirakan dapat mendongkrak perekonomian Indonesia untuk dapat mencapai peringkat 8 besar dunia pada tahun 2045 yang akan datang.

5 Likes

Saya setuju dengan vicky, berdasarkan artikel yang saya baca di id.techninasia, HUB.id menggunakan metode pendekatan secara langsung, dan hasilnya telah terkumpul lebih dari 60 startup yang berasal dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang. Untuk investor, telah ada tujuh VC yang bergabung seperti East Ventures1, Mountain Ventures, Cyber Agent Ventures, dan yang lainnya. Jadi menurut saya HUB.id tergolong web yang sukses.

4 Likes

Oke , tapi saya tidak sependapat dengan anda dan juga saudara vicky dikarenakan pada artikel Masih terkesan ‘SETENGAH SETENGAH’ memang KEMKOMINFO melakukan roadshow ke beberapa kota besar yang ada di Indonesia dan melakukan mentor mentor kepada para start up yang mulai melakukan usaha , namun sayangnya mentor hanya dilakukan selama sehari , sedangkan dalam sehari kita belom tahu bagaimana feedback dari mentoring yang telah dilakukan padahal kita ketahui bahwa para startup membutuhkan waktu yang intensif dengan para mentor yang melakukan mentoring

Satu kejadian lagi adalah informasi yang tidak terperinci secara jelas

informasi yang diberikan pun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh para startup , menurut saya KEMKOMINFO hanya memberikan angin segar yang setengah setengah , niat yang baik namun implementasinya yang kurang baik :slight_smile: terimakasih

4 Likes

Saya sependapat dengan saudara Andry. Menurut saya, website hub.id tergolong produk yang gagal karena terkesan setengah-setengah. Alasan saya mengatakan hal itu karena saya melihat dari data visitor website tersebut seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini:

Pada gambar grafik di atas sangat jelas terlihat fluktuasi jumlah visitor website hub.id. Data awal di bulan september 2016 pengunjung website tersebut masih tinggi. Kemudian dari bulan oktober sampai desember 2016 terkesan stabil karena masih tidak jauh perbedaan visitornya. Kemudian naik drastis di bulan januari 2017. Namun turun drastis di bulan februari 2017 yang hanya mencapai puluhan visitor saja.

Alasan lain saya mengatakan produk tersebut gagal karena tidak adanya media penghubung antara investor dengan startup selain website hub.id. Hub.id tidak memiliki media sosial untuk menghubungkan investor dengan startup tersebut.

4 Likes

Kalau dilihat dari gambar diatas, post terakhir tahun 2015. Dari situ saya menyimpulkan kalau website Hub.id ini sudah tidak aktif atau tidak diurus lagi. Sungguh miris memang, program yang diharapkan dapat membantu para pengusaha muda (startup) Indonesia dan para investor. Namun realitanya saat ini tidak ada angin yang berhembus sedikit pun dari Hub.id dan Kemkominfo sendiri.

3 Likes

Hmmm, memang pergerakan dari HUB.id sendiri cukup lambat. Sejak diluncurkan pada Oktober 2014, program inisiasi Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk mendukung ekosistem startup ini tidak terdengar kabarnya. Lalu pada tahun 2015 menggelar roadshow perdana yaitu program mentoring. Setelah roadshow tersebut HUB.id seolah hilang kembali. Sampai sekarang (Tahun 2017) tidak terdengar lagi kabar mengenai HUB.id sendiri.
Berdasarkan data yang telah diposting oleh saudara Simson, dapat kita lihat bahwa pergerakan dari bulan ke bulan tidak stabil. Bahkan pada Januari 2017 ke Februari 2017 menurun drastis.
Disini saya merubah kesimpulan saya bahwa HUB.id ini awalnya memang bagus, banyak orang yang berminat dan tertarik menggunakannya sebagai wadah untuk mempertemukan para pelaku ekosistem guna meningkatkan perekonomian dan industri di dunia kreatif digital. Pemasaran yang dilakukan secara langsung juga berhasil menarik sejumlah start up dan investor untuk bergabung. Namun lama - kelamaan yang dikarenakan beberapa kekurangan yang dimiliki, HUB.id mulai ditinggalkan penggunanya. Sampai saat ini HUB.id ini sendiri dapat dikatakan kurang sukses (gagal). Tapi perlu dicatat, kita tidak tahu bagaimana ke depannya, apakah HUB.id ini bakal berbenah dan menjadi sukses kembali ataukah justru hilang begitu saja.

4 Likes

Setelah membaca informasi yang diberikan teman-teman, agaknya saya sependapat dengan apa yang mereka tuliskan. Hal itu dikuatkan dari beberapa artikel seperti Techinasia dan Similar Web yang masing-masing beranggapan bahwa website tersebut masih terkesan setengah-setengah dan jumlah pengunjungnya cenderung menurun. Dari dua artikel itu lah, menguatkan pendapat bahwa HUB.id masih tergolong website yang gagal dari segi pengelolaan.

4 Likes

Mungkin saran untuk ke depannya adalah bagaimana pemerintah memang bener bener membuat sebuah program yang tidak hanya sekedar angin segar sementara dan lebih mematangkan bagaimana nanti cara pengelolaan dari hub.id ini , sebenarnya website ini sangat berguna untuk para startup dan juga investor memiliki tujuan yang amat bermanfaat untuk semua. Jangan sampai KEMKOMINFO menghaburkan uang yang sudah digunakan untuk mengembangkan website ini

3 Likes

Saran saya pengelolaan website hub.id ini harus lebih dioptimalkan. Perlu adanya sosialisasi atau promosi dalam bentuk penawaran-penawaran kepada investor dan startup yang ingin bekerjasama menggunakan hub.id ini. Website ini harus memberikan feedback yang jelas, baik kepada investor maupun startup. Produk KEMKOMINFO ini hanya akan menghamburkan uang negara jika tidak dikerjakan secara maksimal.

2 Likes

Bisa jadi jika website ini mulai digencarkan lagi tahun ini, bisa meningkatkan keberhasilan dari website HUB.ID mengingat jumlah startup yang terus meningkat pada setiap tahunnya, dan di prediksi akan terus meningkat. Mungkin butuh pergerakan - pergerakan baru untuk mengembangkan website ini, bisa dengan melakukan outsourcing dsb.