Hidup itu seperti permainan catur. Untuk menang, Anda harus bergerak

image

Beberapa hal yang bisa kita ambil pelajaran dari permainan catur antara lain :

1. Satu Nyawa (One Life)

Tujuan permainan catur adalah mematikan raja lawan. Dengan demikian setiap pemain akan mempertahankan rajanya sedapat mungkin agar tidak mati. Pemain boleh kehilangan biji catur yang lainnya, tetapi tidak dengan raja. Jika raja mati, tamatlah riwayatnya, karena hanya ada satu.

Bagaikan permainan catur, setiap orang memiliki "raja"nya masing-masing, yaitu hal yang sangat penting yang tidak boleh hilang dari dirinya. Apabila hilang, ia akan mengalami kerugian yang sangat besar, bahkan kematian sesungguhnya. Raja bisa berupa kesehatan, mata pencaharian, karir, nama baik, reputasi, dan lain-lain. Agar bisa hidup terus, maka orang harus dengan sungguh-sungguh memelihara dan mempertahankan "raja"nya.

2. Keseimbangan Kekuatan (Balance of Power)

Biji catur yang paling lemah adalah pion. Langkahnya terbatas, hanya satu langkah maju atau diagonal, dan tidak bisa mundur. Sedangkan yang paling hebat adalah menteri. Langkahnya bisa ke segala arah dengan jumlah tidak terbatas. Namun pion yang terbatas itu tersedia dalam jumlah paling banyak di antara biji catur lainnya, yaitu delapan. Sementara menteri hanya ada satu saja. Berarti pion akan tetap diperhitungkan karena jumlahnya yang banyak. Peran pion secara keseluruhan akan seimbang dengan menteri. Bayangkan, apabila pion hanya ada satu dan menterinya delapan.

Sesuatu yang lemah, kecil, sedikit, akan menjadi berarti bila di"multiplikasi"kan, ditambah jumlahnya berlipat-lipat kali. Bandingkan segelas air dengan air di samudra raya yang mengeluarkan energi maha dahsyat saat terjadi Tsunami. Setetes air yang jatuh di batu tidak akan mengubah bentuk batu. Tetapi lain keadaanya apabila ini terjadi selama bertahun-tahun. Sekeping koin Rp 100, tidak ada artinya, kecuali bila jumlahnya sekarung penuh. Orang yang tidak pandai harus belajar dengan sangat giat dan tekun untuk mengimbangi orang pintar. Masyarakat yang bersatu dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

3. Pembagian Tugas (Division of Task)

Ada enam macam biji catur : pion, benteng, kuda, gajah, menteri, dan raja. Setiap jenis berbeda cara melangkah dan jumlah langkahnya. Tetapi semuanya berperan dalam memenangkan pertempuran, walaupun yang satu kelihatan lebih hebat dari yang lainnya.

Dalam tubuh manusia, tangan berbeda dengan kaki, mata berbeda dengan mulut, dan seterusnya. Masing-masing berbeda tapi berkontribusi dalam mendukung kegiatan manusia. Dalam perusahaan, ada petugas kebersihan, ada petugas keamanan, ada sopir, ada petugas administrasi, ada supervisor, ada manajer, ada CEO, dan seterusnya. Semuanya berkontribusi demi kelancaran dan keberhasilan perusahaan itu. Demikian juga dalam keluarga, maupun negara.

4. Antisipasi (Anticipation)

Pemain yang bermain serius akan memperkirakan langkah-langkah yang akan dijalankan lawan sebagai dasar untuk bertindak. Pemain dengan antisipasi yang tepat malah dapat menggiring lawan masuk ke dalam perangkapnya. Sebaliknya, antisipasi yang salah akan mengakibatkan penyesalan.

Antisipasi dibutuhkan dalam peperangan, baik dalam perang fisik maupun dalam kompetisi dan persaingan. Tim sepakbola akan mengantispasi ancaman lawan dengan menyusun formasi pemain. Antisipasi juga dibutuhkan dalam perencanaan dan hal-hal lain yang mengandung hambatan, misalnya perencanaan pesta, perencanaan bepergian ke luar negeri. Serangan pihak lain atau hambatan yang tidak diantisipasi akan menggagalkan tujuan.

5. Langkah Berharga (Valuable step)

Setiap langkah yang dijalankan adalah berharga dalam mencapai kemenangan. Salah melangkah akan menyebabkan kerugian bahkan kekalahan. Pemain yang sembarangan dan tanpa perhitungan akan menyesal karena akan mudah dikalahkan lawan yang tangguh.

Tindakan yang tidak berorientasi pada kemajuan akan membuat hidup tidak berkembang. Orang yang menghabiskan banyak waktu untuk bermain dan bersenang-senang akan kalah dengan mereka yang bekerja keras dengan perencanaan yang baik. Akan tiba saatnya mereka akan sadar dan menyesal bahwa mereka tidak mengisi langkah hidupnya dengan hal-hal yang dapat “menghebatkan” masa depan mereka.

6. Pengorbanan (Sacrifice)

Pemain yang memenangkan permainan catur dapat dikatakan tidak pernah dalam keadaan lengkap atau utuh. Ia tentu telah kehilangan beberapa biji caturnya karena telah dimakan oleh musuh. Hal yang sama terjadi pada peperangan yang sesungguhnya.

Dalam mencapai keberhasilan atau tujuan hidup lainnya, akan ada sesuatu yang dikorbankan. Akan ada hal-hal yang hilang atau keluar dari seseorang. Bentuknya bisa berupa tenaga, materi, waktu, kesenangan-kesenangan yang tertunda, dan juga harga diri akibat disepelekan, diejek atau dihina orang lain.

7. Kerjasama (Cooperation)

Untuk mematikan raja lawan, akan ada lebih dari satu biji catur yang terlibat dalam operasi penyerangan. Pemain akan menggunakan beberapa biji caturnya untuk mengepung raja lawan. Biji-biji catur tersebut seakan bekerja sama bahu-membahu dalam mengalahkan musuh.

Dalam banyak hal, diperlukan banyak pihak untuk mencapai keberhasilan. Membangun rumah memerlukan banyak orang untuk mewujudkannya, baik penyandang dana, arsitek, tukang bangunan, dan lain-lain. Banyak orang dibutuhkan untuk membangun perusahaan, mengelola restoran, mengelola bengkel, memadamkan kebakaran, mengadakan pesta, dan lain-lain.

8. Mati Langkah (Immovable)

Pihak yang kalah dalam permainan catur akan mengalami pengepungan yang dilakukan biji-biji catur lawan terhadap rajanya. Raja tidak sampai dimakan seperti biji-biji catur lainnya, melainkan hanya dikepung dan tidak bisa bergerak lagi. Tetapi mati langkah ini menyebabkan kekalahan.

Mati langkah adalah hilangnya kebebasan, tidak bisa bergerak sesuai keinginannya. Orang yang karirnya mati, tidak mungkin naik jabatan, bagikan sudah “mati” di perusahaan itu. Orang yang gemar menipu sana-sini akan kehilangan ruang geraknya karena tidak dipercaya di mana-mana. Mati langkah dapat juga diartikan tidak bisa lagi berkata-kata. Orang yang berkata bohong tentang keburukan orang lain tidak dapat berkata apa-apa lagi apabila orang lain tersebut pada kenyataanya bukan orang yang buruk.

9. Semua Mampu (All Are Capable Of)

Semua jenis biji catur bisa memakan semua jenis biji catur lawan. Semuanya mampu membunuh siapapun. Jadi, tidak ada biji catur yang paling hebat, sekaligus tidak ada yang paling lemah. Menteri bisa memakan pion. Pion juga bisa memakan menteri. Gajah bisa memakan kuda, dan sebaliknya.

Tidak ada orang atau pihak manapun yang tidak bisa dikalahkan. Raja bisa membunuh rakyat. Rakyat juga bisa membunuh raja. Professor lebih pandai dari orang biasa. Tetapi orang biasa juga bisa lebih tahu daripada professor. Dengan demikian, yang posisinya di atas tidak boleh sombong, dan yang di bawah tidak boleh rendah diri serta pesimis karena segalanya mungkin.

10. Lintasan (Track)

Suatu biji catur bisa memakan lawannya apabila berada pada jalur lintasannya. Benteng bisa memakan lawan yang berada di posisi vertikal atau horizontal. Gajah bisa memakan lawan yang berada di posisi diagonal. Gajah tidak bisa memakan lawan yang berada di posisi vertikal atau hozontal. Kuda tidak bisa memakan lawan yang posisinya diagonal, tetapi bisa memakan siapapun yang berada pada posisi L. Agar terhindar dari ancaman lawan, berdirilah di luar lintasan atau jangkauannya.

Pistol bisa menembak apapun yang berada pada jarak tembaknya. Agar terhindar dari ancaman pistol, beradalah jauh di luar jangkauannya. Juga agar terhindar dari bahaya tertabrak kendaraan, janganlah memotong jalur lintasan mobil, berhati-hatilah menyeberang jalan, atau janganlah bermain di lintasan kereta api. Sebaliknya apabila akan menaiki transportasi umum, menunggulah di tempat di mana ia akan lewat. Apabila mau pergi ke kota lain, ambillah jalan yang tepat menuju ke sana. Apabila ingin menjadi seorang pengacara, belajarlah di fakultas hukum karena di situlah lintasannya.

1 Like

Catur memiliki banyak filosofi yang dapat ditemukan dari elemen permainan catur seperti papan+bidak, aturan, dan pemain.

PAPAN dan BIDAK

Arena permainan catur terdiri dari papan dengan 64 kotak hitam-putih. Setiap bidak (hitam atau putih) memiliki arena permainan yang terbatas dan sama besar. Setiap bidak dilarang keras keluar dari arena permainan sebelum ajal menjemput (mati dimakan bidak lawan -red).

Dalam permainan catur terdapat dua jenis bidak, hitam dan putih. Bidak tersebut terdiri dari: raja, patih/ratu, benteng, kuda, seluncur/menteri, dan pion. Raja dan ratu hanya ada 1, pion ada 8 (identik dengan pasukan infantri alias pasukan berani mati), dan sisanya berjumlah 2. Tentunya setiap pemain memiliki jumlah bidak yang sama.

Dari uraian diatas, kita dapat mengambil salah satu filosofi catur: adil. Analoginya setiap pemimpin harus memiliki jiwa keadilan yang tinggi. Tetap sportif dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Sifat adil inilah yang akan menentukan keadlian berkompetisi. Keadilan akan membuat kompetisi berjalan fair play dan menarik.

ATURAN

Permainan apapun pasti memiliki peraturan karena jika tidak ada peraturan maka para pemain bisa bertindak seenaknyaa. Permainan catur adalah permainan yang sangat taat aturan. Contohnya: bidak yang boleh keluar arena hanyalah bidak yang sudah mati, setiap jenis bidak punya langkahnya masing-masing (kuda: L, benteng: lurus, menteri diagonal, pion: satu langkah maju, ratu: bebas, raja: bebas tapi hanya satu langkah), setiap pemain pun bergantian mendapat giliran langkah yang sama. Adil bukan?

Catur memang permainan yang sarat dengan aturan. Sifat aturan adalah mengikat. Yang tidak mau ikut aturan: tidak usah main!
Nah aturan main ini adalah saudara kandung dari kompetisi. Kompetisi yang baik adalah kompetisi yang aturan mainnya jelas, mengikat, dan adil. Kompetisi akan berjalan ketat dan menarik apabila aturan benar-benar ditaati pemain. Aturan ini yang akan mengikat dan membatasi pemain selama berkompetisi. Agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan sportivitas. Ingat DNA adil ada disetiap pemimpin terkemuka dunia. Kayaknya para pembuat aturan di negeri ini lebih perlu main catur ketimbang main studi banding

PEMAIN

Pemain adalah kunci utama permainan. Player is everything. Papan catur yang terbuat dari emas, bidak-bidak dari kristal, dan aturan yang ditulis diatas sertifikat tanah bermetrai satu milyar pun tidak ada gunanya apabila pemain yang ada tidak taat aturan.

Pemain yang berhasil memenangkan permainan atau kompetisi disebut pemenang. Pemenang pasti memiliki kompetensi dan memimpin perolehan nilai lebih tinggi dibanding yang kalah. Pemenang adalah pemimpin yang memiliki nilai paling tinggi. Pemenang yang sejati adalah pemenang yang lebih unggul dalam strategi dan tetap taat pada aturan main.

Selain dari filosofi diatas, ada beberapa filosofi yang masih dimiliki catur yang sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari:

  1. “Jangan pernah meremehkan orang meski orang tersebut kelihatan tidak berarti”……… filosofi ini dapat kita ambil dari sebuah pion, kelihatan biasa dan tak berarti, sering dipandang sebelah mata, dan sering diremehkan perannya dalam permainan. Namun jika mampu melewati segala rintangan dan sampai di titik terujung (titik awal di bidang permainan lawan) akan mampu berubah menjadi bidak yang jauh lebih kuat seperti benteng bahkan ratu sekalipun .

    Sama halnya dengan kehidupan kita, walaupun kita “kecil” tetapi jika berusaha dan kuat menghadapi cobaan yang ada hingga akhir, nanti kita bisa menjadi sesuatu yang “besar”

  2. Dalam permainan catur posisi skak adalah posisi dimana kita terjepit untuk melangkah, diperlukan strategi dan keputusan yang jitu untuk tetap bisa melanjutkan permainan dan bahkan membalikan keadaan.

    Dalam kehidupan hal ini dapat diartikan seperti keadaan membuat kita terjepit dan dihadapkan pada pilihan yang sulit sehingga kita harus mengambil keputusan yang benar-benar matang. Dibutuhkan kejelian untuk melewati masa-masa sulit ini dan menentukan langkah selanjutnya dalam hidup. Menentukan solusi jitu untuk keluar dari masa sulit dalam hidup ini ibarat permainan catur dalam posisi skak.

  3. Dalam permainan catur terkadang kita harus mengorbankan bidak yang kita miliki. Tentu saja berkorban untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar jangan sampai mengorbankan sesuatu, namun mendapatkan hasil yang lebih kecil dari apa yang kita korbankan. Tentu saja dengan perhitungan yang matang, tidak asal berkorban.

    Sama halnya dalam kehidupan, kita terkadang harus mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan hal yang lebih besar. Jangan sampai mengorbankan sesuatu namun mendapatkan hal yang lebih kecil dari yang kita korbankan. Hal yang kita terima dari pengorbanan itu harus sebanding atau bahkan melebihi apa yang kita korbankan.

  4. Dalam permainan catur, tujuan kita adalah memenangkan permainan dengan mengalahkan raja. Namun untuk mengalahkan raja dibutuhkan langkah yang panjang, dan setiap langkah harus dipikirkan dengan matang.

    Dalam kehidupan pun kita pasti memiliki tujuan hidup dan untuk mencapainya dibutuhkan strategi dan langkah yang panjang dan dengan penuh pertimbangan, tidak boleh hanya berfikir untuk hari ini saja. Harus berfikir untuk masa depan yang mungkin masih jauh, karena apa yang kita lakukan pada hari ini akan sangat menentukan hasil yang kita dapatkan nantinya.

  5. Dalam catur ada posisi yang namanya skakmat. Saat menghadapi skakmat kita akhirnya kalah, namun kita tidak boleh menyerah dan berusaha memenangkan pertandingan berikutnya.

    Dalam dunia nyata juga ada yang namanya skakmat, seperti usaha gulung tikar dan sebagainya. Jika bangkrut maka kita harus belajar dari pengalaman masa lalu, tanpa putus asa hingga bisa bangkit kembali.

  6. Catur adalah satu kesatuan dimana antara posisi yang satu dan lainnya memiliki ikatan yang kuat. Sehingga di dalam hidup sehari hari kita butuh orang lain dalam melangsungkan hidup kita. Tanpa orang lain kita tidak dapat hidup sendirian.

  7. Dalam permainan catur, tercermin kepribadian sang pemain. Bagaimana langkah yang kita ambil selama permainan menentukan kepribadian kita. Apakah cenderung menyerang namun beresiko mudah dikalhkan, atau bertahan menunggu situasi yang tepat, atau dinamis dengan menyerang dan bertahan jika diperlukan.

    Jika permainan melulu bertahan dan pasif, mengindikasikan karakter pemain adalah orang yang tenang, cenderung mengikuti arus, nrimo, apa saja yang ada itulah yang diterima. Ada tipe pemain yang menyerang. Ini menunjukkan seorang berkepribadian yang dinamis, kreatif dan penuh perjuangan. Cuma ada perbedaan kecil pada tipe pemain seperti ini, ada yang sembrono, cepat bertindak tapi kurang perhitungan, sehingga resiko sangat besar untuk gagal. Sedangkan bagian yang lain, walaupun dinamis dan kreatif, tetapi tetap waspada dan menghitung langkah dengan seksama, ini yang lebih baik. Berani berkreasi dan aktif dalam membuat terobosan, tetapi juga berhati-hati dalam menguji inisiatif tersebut.

1 Like