Hati yang patah

                                                          **HATI YANG JENUH**

                                                            **Oleh: Suratna Ero**

Hangatnya perapian malam
Mengingatkan akan hangatnya pelukanmu
Kesejukan sungai kebahgiaanku
Bagai menatap senyumanmu
Damailah jiwaku

Dimana belas kasihmu itu ?
Bersamamu seperti mimpi semu
Ku hanya bisa merasakan abadinya luka
Di dalam hati ini tersimpan banyaknya dosa

Kau bilang kita pasti bisa
Bisa saling mencintai
Bersama sampai tua nanti
Bersatu hingga ajal yang menjemput kita

Kau bilang perbanyaklah berdoa dan harapan
Impian kita akan terwujud
Namun kini apa yang terjadi
Biarlah hati yang memutuskan satu keinginanku

Cinta kita jangan sampai berubah
Hati kita tetap menyatu
Menciptakan bahagia bersama
Tak semuda yang kita duga
Bagai mana harusku hentikan air mata ini?

Impian kita hanya sebatas dalam mimpi
Biarlah hati yang memutuskan
Tentang akhir cerita cinta kita
Tetapi lengkaplah sudah sepih ini menggurungi diriku sendiri

Terkualai dikunya nelangsah yang berapi-api
Menyusuri jalan yang lenggang
Bersimbahnya angan tanpa tujuan
Dalam gelapnya malam yang pongah menghujam

Terbuai wajahmu menyusub bertubu-tubi
Membawa sebaris kata bahagia yang menengelamkan burani
Di atas pengharapan tak berkesudahan
Tentang rindu kusam

Tentang cinta yang terbuang
Mengutip satu namamu diantara keluh kesahku
Gunda ,gelisah air mata dan luka yang lara
Masih adakah sedikit senyumandarimu untuk ku

Di batas penantianku yang kini makin terbata
Jika masih ada ruang di hatimu untukku sedikit saja
Tolong bicaralah pada padang pasir yang memebentang luas
Pada pohon-pohon yang rindang

Dan angin yang mengusik keangkuhan
Setidaknya biar ada tanda yang bisa ku baca dan kuraba
Janganlah cuman sepih yang membuatku membeku
Karna aku selalu berjalan menujumu
Untuk itu ijinkan aku bersamamu