Harland “Colonel” Sanders, ikon Kentucky Fried Chicken yang sempat bekerja serabutan

KFC sekarang adalah sebuah perusahaan makanan cepat saji internasional yang menghasilkan jutaan dollar. Orang dibalik lahirnya Kentucky Fried Chiken tak lain adalah Harland Sanders, yang sering dipanggil dengan sebutan “Colonel” Sanders. Dia bukanlah seorang veteran perang sukses yang akhirnya menjadi koki. Dia tak lain hanyalah seorang tukang masak yang sukses di umur 60-an meski berasal dari keluarga miskin.

Harland Sanders lahir pada tahun 1890 dan besar di sebuah pertanian di Indiana. Saat masih berusia 6 tahun, ayah Sanders meninggal dunia, membuat dirinya harus bisa bekerja lebih keras untuk menafkahi adik-adiknya sementara ibunya juga bekerja hingga malam. Salah satu tanggung jawabnya untuk memberi makan adik adiknya itulah yang membuat Sanders bisa menjadi tukang masak yang handal di umur 7 tahun.

Ibu Sanders menikah lagi saat Sanders berusia 12 tahun. Ibunya menikahi laki laki yang tidak menyukai anak laki-laki, maka dari itu adik Sanders dikirim untuk tinggal bersama bibinya sedangkan Sanders sendiri dikirim ke pertanian sejauh 120 km dari rumahnya untuk bekerja.

Sanders sadar bahwa dengan belajar saja tidak cukup dan lebih baik bekerja daripada menghabiskan waktu seharian di sekolah. Dengan begitu, Sanders drop out dari sekolah saat ia berada di kelas 7.

Dia sempat bertugas di Cuba saat terdaftar sebagai tentara. Setelah itu, setengah dari umurnya dihabiskan bekerja serabutan dari memicu mesin uap kereta api, menjual asuransi, menjual ban, membuat sistem lampu serta mengoperasikan kapal feri.

Sanders juga pernah bekerja di sebuah bengkel di Kentucky dan pada tahun 1930 ia mulai bekerja sebagai penyedia makanan untuk orang orang yang mampir ke bengkel. Lokasi tersebut akhirnya mulai terkenal karena makanannya yang enak, akhirnya Sanders pindah dari lokasi bengkel dan membuka sendiri restoran miliknya.

Terobosan terbesarnya adalah pada tahun 1939 saat ia sadar bahwa menggoreng ayam dengan resep andalannya “11 rempah rempah” di sebuah alat baru yaitu panci presto (berbeda dengan panci presto sekarang), menghasilkan sebuah konsistensi idel yang ia cari cari selama ini.

Kepopuleran restoran milik Sanders terus meningkat hingga satu dekade lamanya dan pada tahun 1950 gubernur Kentucky memberikan gelar “Colonel” sebuah gelar kehormatan tertinggi yang diberikan oleh pemimpin negara bagian pada seorang warga. Mulai dari saat itulah Sanders mulai memakai setelan jas putih dan dasi kolonel yang menjadikannya sebuah ikon kultur populer sekarang.

Pada tahun 1952 dia membuat kesepakatan bisnis dengan teman dan rekannya sesama pemilik restoran, Pete Herman, untuk menjual menu ayamnya dalam bendera “Kentucky Fried Chicken” dengan kesepakatan royalty 4 sen per ayam yang terjual. Tak lama, KFC menjadi item top selling dan ia pun membuat kesepakatan bisnis yang sama di restoran lokal lainnya.

Keadaan menjadi baik, akan tetapi lokasi restorannya terpaksa dijual kepada pemerintah karena lokasi tersebut menjadi lokasi pembangunan jalan raya antar negara bagian. Sanders tidak ingin pensiun begitu saja, dia akhirnya berfokus untuk membuat waralaba project sampingannya yang dibuat olehnya 4 tahun sebelum restorannya tutup.

Dia berkeliling bersama istrinya dengan mobil penuh diisi alat alat penggorengan presto, tepung dan olahan rempah rempah. Dia masuk ke restoran satu dan lainnya mencoba untuk menjual ayam buatannya dan membuat kesepakatan jika pemilik restoran tersebut menyukai ayam buatannya.

Pada tahun 1963, banyak yang menawarkan kerjasama franchise milik Sanders tanpa harus dirinya yang pergi berkeliling, dan ada lebih dari 600 restoran tersebar dari Amerika Serikat hingga Kanada yang menjual KFC. Hingga suatu ketika di bulan Oktober, dia ditemui oleh John Y. Brown, Jr dan seorang modal ventura bernama Jack C. Massey yang ingin membeli franchise KFC.

Awalnya Sanders bersikeras tidak mau menjualnya, akan tetapi setelah berminggu-minggu dirayu, ia akhirnya setuju untuk menjual hak franchise KFC miliknya seharga 2 juta dollar pada bulan Januari 1965, dan tutup kesepakatan hingga Maret.

Dalam kontrak tersebut, perusahaan Kentucky Fried Chicken mendirikan restorannya sendiri diseluruh dunia dan siapapun yang bekerja tidak boleh membocorkan resep ayam gorengnya. Sanders mendapatkan tunjangan seumur hidup sebesar 40.000 dollar (kemudian ditambah hingga menjadi 75.000 dollar), posisi pemegang saham dan berperan sebagai brand ambassador KFC.

Sanders sebenarnya tidak bahagia dengan melepas usaha yang ia bangun dengan hasil jerih payahnya sendiri, tapi pada umur 75 tahun dia memutuskan untuk melihat perusahaan yang dulu ia buat sendiri tumbuh besar diluar kemampuannya.

Colonel Sanders tidak mencari kekayaan selama hidupnya, namun ia ingin dikenal atas apa yang telah dibuatnya, yaitu makanan hasil buatannya. Itulah mengapa ia terus menerus kesal dan geram karena melihat kualitas produksi ayamnya menurun padahal profitnya semakin bertambah.

Sumber: Saintia