Hanya Untukku - Sebuah Puisi

Aku tak memiliki
Sungguh aku tak mengerti
Barangkali awan mengawali
Aku tak menghalangi
Diriku tak sudi untuk berdikari

Biar jagat tenggelam dalam hangatnya angkasa
Bukan kehendakku untuk mencela
Bukan ciriku untuk mendera
Persada pun menolakku
Wujudku tak elok mengguru
Runtuh
Cukup aku diam dan tunduk

Cukup aku untuk mengenang
Biar fenomena menghukumku
Yang lalu bukan untukku
Esok pun bukan milikku
Mengenang
Cukup
Itu bagianku

Itulah sisa-sisa untukku
Yang kutaburkan dalam hatiku
Yang kuhamburkan dalam palung otakku
Tak ada lampau
Ataupun esok
Hanya kenangan
Tak pandang waktu
Mengunci saraf
Sarat rindu
Terbaik untuk jiwaku
Terlanjur nyaman
Nyaman di pangkuannya
Dia
Kenangan manis
Hanya untukku

Yang Terngiang
RZM