Hama dan penyakit apa saja yang biasa menyerang tanaman Kelor, dan bagaimana menanggulanginya?

Kelor (Moringa oleifera Lamk) merupakan tanaman perdu dengan tinggi batang 7-11 meter. Batang berkayu getas. (mudah patah), cabang jarang, tetapi mempunyai akar yang kuat. Bunga berbau semerbak, berwarna putih kekuningan, dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau

Hama Pada Tanaman Kelor

Yang paling umum adalah hama belalang, jangkrik dan ulat. Serangga menggigit dan mengunyah bagian tanaman, menyebabkan kerusakan daun, tunas, bunga, tunas, buah atau biji serta gangguan aliran getah. Serangan serangga lebih sering terjadi di daerah kering di mana daun kelor sangat menarik bagi serangga. Biasanya, serangan ini terjadi pada awal musim kering ketika serangga tidak dapat menemukan sumber bahan pakan hijau lainnya.

Solusi terbaik dalam mengatasi serangan serangga yang hebat adalah memotong kembali batang pohon, tanpa meninggalkan bagian yang dimana daun tumbuh. Jangan khawatir, pertumbuhan berikutnya akan sangat cepat, terutama bila mendapat pasokan air yang cukup.

Mengenai ulat Lepidoptera, sangat penting untuk mendeteksi serangannya sejak dari awal, agar dapat bertindak sebelum terlambat. Penyemprotan harus ditujukan pada pusat tanaman dan terutama pada tunas dimana ulat muda biasanya terdapat.

Penggunaan insektisida dan petisida, sebaiknya menggunakan bahan organik, seperti ekstrak daun mimba yang dapat digunakan untuk melawan serangga, jika disemprotkan pada waktunya. Atau insektisidan dan pestisida organik lainnya yang tersedia di pasaran.

Serangan rayap juga menyebabkan kerusakan pada perkebunan kelor.

Beberapa solusi organik yang ada untuk pengendalian rayap:

  • Menebarkan pasta biji mimba ke tanah.
  • Memberikan ekstrak daun jarak pagar, kulit mahoni, daun tephrosia atau persia lilac pada sekitar pangkal batang.
  • Menumpukan abu di dasar tanaman.
  • Membuat perangkap rayap menggunakan mangkuk diisi dengan jerami basah, tanah dan limbah sayuran lainnya. Mangkuk diisi pada pagi hari, simpan pada bagan tanah yang rendah dengan mengubur dasar mangkuk dan ditutup dengan dedaunan kering untuk mempertahankan kesejukan. Perangkap ini harus diperiksa setiap 24 sampai 48 jam.

Penyakit Pada Tanaman Kelor

Penyakit yang paling banyak menyerang tanaman kelor adalah serangan jamur, terutama jamur Cercospora spp dan Septoria lycopersici. Bintik-bintik cokelat dapat muncul pada daun dan kemudian menyebar menutupi permukaan daun sepenuhnya, menyebabkan daun menguning dan mati.

Alternaria juga sering dengan ciri munculnya warna coklat gelap dengan bintik-bintik lingkaran konsentris pada sudut daun. Tanda hitam atau coklat juga muncul pada cabang-cabang. Jamur ini dikenal sebagai Alternaria solani. Timbulnya penyakit ini sulit untuk dideteksi dan seringkali terlambat untuk diatasi, sehingga defoliasi tidak bisa dihindari. Hal yang penting adalah mengingat periode pada saat gejala muncul, agar dapat bertindak lebih awal pada musim berikutnya. Gunakan fungisida nabati untuk mengatasinya.

Sumber: https://kelorina.com/budidaya/hama-penyakit/

1 Like

Umumnya hama yg menyerang kelor adalah belalang, jangkrik dan ulat. Dengan bentuk mulut dan cara memakan dari ketiga hama tersebut menyebabkan kerusakan pada daun, tunas, bunga, buah bahkan biji.

Penyakit yang sering menyerang tanaman kelor adalah serangan jamur, terutama jamur Cercospora spp dan Septoria lycopersici.

Cara menanggulangi hama dan penyakit tersebut bisa diperhatikan dari seberapa besar dampak dan pengaruhnya. Jika hama dan penyakit yang menyerang dalam kategori sedikit dan ringan, solusinya dengan memangkas bagian tanaman yang rusak dan membuangnya agar tidak merambat ke bagian tanaman lainnya. Jika hama dan penyakit yang menyerang dalam kategori sedang, maka penanggulangannya dengan memanfaatkan bioinsektisida dan fungisida nabati. Jika hama dan penyakit yang menyerang dalam kategori besar maka langkah terakhir adalah menggunakan insektisida sintesis.

Mengingat tanaman kelor yang merupakan salah satu tanaman obat keluarga, yang ditanam dipekarangan rumah dan tidak dalam jumlah yang banyak seperti dikebun. Maka akan lebih mudah untuk menanggulangi serangan hama dan penyakit. Jika terlihat ada hama atau patogen segera di buang agar tidak merusak tanaman. Sebisa mungkin mampu lebih peka untuk mendeteksi hama dan penyakit, untuk mencegah kerusakan pada tanaman.