Hal-hal apa yang diperlukan untuk mengambil data?

Dalam pengambilan data pasti membutuhkan persyaratan agar data yang kita ambil valid atau bisa dipertanggung jawabkan. apa saja hal yang kita perlukan untuk mengambil data?

image
sumber gambar

Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.

Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data.

Namun bagaimanakah cara untuk dapat mengolah suatu data? Apa saja hal yang diperlukan dalam pengambilan suatu data?

Berikut adalah hal yang diperlukan dalam pengambilan suatu data.

1.Sumber Data

Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.

  • Contoh data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber.
  • Contoh data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya.

2.Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.

Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.

Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya.
Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan wawancara.

  • Angket
    Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.

    Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.**

    Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :

    • Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
    • Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
    • Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau tertutup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
  • Observasi
    Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.

    • Participant Observation
      Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
      Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.

    • Non participant Observation
      Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
      Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
      Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
      Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.

  • Wawancara
    Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
    Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)

    Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.

    1. Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
    2. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.

Daftar Pustaka
http://libweb.surrey.ac.uk/library/skills/Introduction%20to%20Research%20and%20Managing%20Information%20Leicester/page_54.htm
https://cyfar.org/data-collection-techniques

Dalam pengambilan data, kita harus memperhatikan banyak aspek agar data yang kita kumpulkan akurat dan valid agar bisa olah menjadi informasi yang berguna baik untuk diri sendiri maupun banyak orang. Berikut ini merupakan beberapa tahapan yang diperlukan untuk mengambil data:

1. Identifikasi isu terkini
Dalam hal ini kita harus selalu up to date terhadap segala informasi baik dari media online maupun offline. Cari tahu isu apa yang paling hangat dibicarakan dan perkirakan isu tersebut akan tetap hangat dalam jangka waktu yang cukup lama.

image

2. Buat target /goal
Setelah mendapat isu yang kita butuhkan, selanjutnya kita harus membuat target dalam pencarian data ini. Misalnya seperti apa tujuan kita mencari data pada isu tersebut.

image

3. Rencanakan sebuah pendekatan serta metode
Setelah itu, yang perlu kita lakukan adalah merencanakan sebuah pendekatan dan metode untuk pencarian data. Misalnya seperti bagaimana proses mencari data tersebut, data tersebut ditujukan untuk siapa, dimana lokasi pencarian data tersebut, dan sebagainya.

image

4. Cari data
Pada tahap ini, kita harus melaksanakan tahapan tahapan sebelumnya. Serta kita harus mencatat segala yang kita dapat untuk meminimalisir terjadinya data yang invalid.

image

5. Analisis data
Setelah mencari data, pada tahap ini kita mengumpulkan data data yang diperoleh lalu manganalisanya. Kita cari hubungan antara data data tersebut lalu buat kesimpulan. Setelah itu coba aplikasikan kesimpulan yang kita dapat pada isu pada poin pertama, jika bisa menjadi sebuah solusi maka data data yang kita kumpulkan merupakan data yang valid serta berguna.

Berdasarkan hal diatas, mencari data memang membutuhkan sebuah ketelitian serta kesabaran. Akan tetapi jika kita mengabaikan hal tersebut maka data yang kita kumpulkan akan menjadi tidak valid dan bisa saja merugikan diri kita sendiri bahkan orang lain.

Sumber :

Mengumpulkan data sangatlah rumit. Banyak orang yang mengambil data secara asal-asalan tanpa memperhatikan apakah data itu benar benar valid atau tidak. Padahal mengumpulkan data yang valid sangatlah penting agar kita nantinya bisa mendapat informasi yang benar. Berikut adalah hal yang diperlukan untuk mengumpulkan data :

1. Buat Rencana Kerja

image

Sebelum melakukan pengumpulan data, penting untuk merencanakan rencana kerja dalam pengumpulan data. Mengembangkan rencana kerja akan membantu kalian mengetahui tujuan utama kalian dalam pengumpulan data sehingga akan mempermudah proses kedepannya. Merancang rencana kerja dengan tenggat waktu untuk semua aspek penting agar data yang didapat nanti mudah untuk dikelola.

2. Menentukan metode pengumpulan data

image

Data yang Anda kumpulkan bisa berasal dari berbagai sumber. Demikian juga, ada beberapa teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data. Kalian dapat melakukan wawancara, pengamatan langsung, atau dengan kuesioner/survei. Metode-metode tersebut memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri. Seperti jika kalian menggunakan metode wawancara, hasil yang kalian dapatkan akan lebih akurat karena kalian bertanya langsung kepada peserta. Namun kelemahan metode ini adalah kurang efektif dan memakan terlalu banyak waktu. Oleh karena itu sangat penting untuk menentukan metode pengumpulan mana yang akan kalian gunakan sesuai dengan kebutuhan.

3. Menentukan sample

image

Ukuran sampel yang ideal tergantung pada bagaimana rencana kalian untuk menganalisis data yang kalian kumpulkan dan ukuran populasi keseluruhan (misalnya jumlah peserta, pengunjung, dll.). Misalnya, jika kalian meminta guru untuk menilai seberapa besar kemungkinan mereka menerapkan kurikulum baru dalam skala 1 sampai 7 (“sangat tidak mungkin” menjadi “sangat mungkin”), kalian mungkin melaporkan tanggapan rata-rata dan persentase responden yang “kemungkinan” dan “sangat mungkin” untuk menerapkannya. Jika hal ini serupa dengan bagaimana rencana kalian untuk melaporkan hasil evaluasi kalian, maka perhatian utama kalian adalah memilih sampel yang kira-kira cukup besar untuk mewakili populasi secara akurat.

4. Memilih peserta

Awalnya kalian mungkin tergoda untuk mendapatkan umpan balik dari semua orang yang berpartisipasi dalam program kalian. Ini mungkin strategi yang tepat, jika program melayani audiens yang sangat kecil. Dengan sekelompok peserta yang besar, pendekatan ini bisa membuang waktu dan uang. Alih-alih mengumpulkan informasi dari semua orang, akan lebih efektif jika kalian mendapat informasi dengan pemilihan sample yang tepat.

Sumber :

  • meera.snre.umich.edu/step5