Hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan oleh seorang manajer produk ?

Menjadi seorang manajer produk mempunyai tantangan tersendiri, karena kita dapat terlibat secara langsung dalam pembuatan sebuah produk.

Tetapi disisi yang lain, sebagai seorang manajer produk, kita selalu dituntut untuk bisa membuat sebuah produk yang berhasil. Oleh karena itu, hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan oleh seorang manajer produk ?

Posisi manajer produk merupakan posisi yang sangat penting dewasa ini. Hal ini disebabkan karena perubahan jaman itu sendiri, dimana era industrialisasi berubah menjadi era informasi.

Pada era informasi, dikarenakan informasi menyebar dengan sangat cepat dan mudah, persaingan antar organisasi menjadi jauh lebih kompleks dan ketat dibandingkan pada era industri. Oleh karena itu, kreativitas dan inovasi merupakan kunci utama keberhasilan sebuah perusahaan pada umumnya dan produk pada khususnya.

Dikarenakan manajer produk merupakan posisi yang relatif baru, maka sering terjadi kesalahan-kesalahan dalam melihatnya. Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh manajer produk antara lain sebagai berikut.

Terlalu fokus terhadap area pemasaran

Terkadang manajer produk terlalu fokus terhadap pemahaman pasar dan kebutuhan pasar secara luas, dan lebih menekankan kepada calon “pembeli” produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Selain itu, manajer produk fokus dalam mengembangkan posisi produk, penyampaian pesan kepada pengguna, pembeda dengan kompetitor dan memastikan tim penjualan dan pemasaran bekerja secara efektif dan efisien dalam mengambil setiap peluang yang ada.

Hal-hal diatas adalah tugas dari seorang manajer pemasaran, bukanlah tugas seorang manajer produk. Manajer produk lebih fokus kedalam produk itu sendiri dan bagaimana produk yang dihasilkan dapat menyelesaikan masalah pengguna.

Terlalu banyak alasan pembenaran.

Ketika sebuah produk mengalami kegagalan, alih-alih melakukan analisis mengapa produknya mengalami kegagalan, tetapi malah mencari banyak alasan untuk membela diri. Alasan yang paling sering adalah, tidak adanya cukup dana, tim pengembang tidak bekerja dengan baik, membandingkan dengan sumberdaya yang dimiliki kompetitor dan lain sebagainya.

Ketika sebuah produk gagal, maka hal yang harus dilakukan adalah melakukan analisis secara mendalam terkait pertanyaan mengapa produk tersebut gagal, serta mencari solusi-solusi terkait dengan permasalahan yang ada dan melakukan prediksi terhadap kemungkinan dan risiko di masa yang akan datang.

Tidak banyak melakukan komunikasi dengan tim dan divisi-divisi penunjang

Manajemen Produk bukanlah sebuah divisi yang eksklusif, dimana divisi tersebut tidak berhubungan dengan divisi-divisi lainnya didalam perusahaan. Manajer produk harus mempunyai komunikasi yang baik dengan divisi-divisi lainnya, terutama yang berhubungan langsung dengannya.

Beberapa divisi yang berhubungan langsung dengan manajer produk adalah divisi pemasaran dan divisi bisnis (finansial). Selain itu, manajer produk haruslah mempunyai komunikasi yang baik dengan manajer proyek.

Manajer Produk berpikir “Apa” dan “Mengapa”Manajer Proyek berpikir “Bagaimana” dan “Kapan”. Ian McAllister, Director at Airbnb

Tidak memahami produk secara detail

Seorang manajer produk adalah wakil dari produk itu sendiri. Dia yang paling paham terhadap produk dalam menggambarkan visi dan kelebihan-kelebihan produk yang dibuat. Seorang manajer produk merupakan wakil dari produk itu sendiri, baik internal maupun eksternal.

Seorang manajer produk harus dapat menjelaskan ke eksekutif dan divisi-divisi terkait terkait dengan gambaran detail produk dan keuntungan-keuntungan apa saja yang didapat apabila produk tersebut berhasil. Selain kedalam, manajer produk juga harus mewakili produk ke luar, terutama kepada pengguna.

Mewakili pengguna disini maksudnya adalah suara pengguna harus didengar oleh manajer produk serta memastikan bahwa suara pengguna selalu dipertimbangkan dalam pengembangan produk.

Tidak memiliki intuisi yang baik

Intusi tidaklah sama dengan perasaan. Intuisi merupakan hasil analisis dari pengalaman-pengalaman yang ada. Oleh karena itu, faktor pengalaman merupakan faktor utama keberhasilan seorang manajer produk.

Intusi dan data merupakan kombinasi terbaik dalam membuat sebuah keputusan.

Apabila seorang manajer produk tidak memiliki intusi yang baik, maka akan banyak kesempatan-kesempatan, baik kesempatan besar maupun kecil, yang terlewatkan. Hal ini dikarenakan dia tidak dapat melihat gambaran besar dari produk dan hal-hal apa saja yang mempengaruhi keberhasilan produk itu sendiri.