FoMo, Apakah Berdampak Negatif atau Positif?

FOMO-pc1

FoMo atau Fear of Missing Out merupakan istilah yang diartikan sebagai fenomena dimana seseorang merasa “takut tertinggal” oleh informasi atau hal hal yang up to date. Biasanya FoMo ini dialami oleh kalangan generasi milenial yang selalu berusaha untuk terus mengikuti perkembangan zaman. Sebagian banyak orang mengatakan bahwa fenomena FoMo ini berdampak buruk karena dapat mempengaruhi seseorang untuk bersikap konsumtif, namun ada pula yang mengatakan bahwa justru fenomena tersebut berdampak baik karena memperoleh banyak informasi.

Nah, menurut teman-teman sendiri sebetulnya FoMo ini berdampak negatif atau positif?

Summary

Gambar: https://ikon.tips/fomo-fear-of-missing-out/

4 Likes

Jika dilihat dari arti FoMo itu sendiri yang kerap kali dikaitkan dengan gangguan kecemasan dan timbulnya perasaan khawatir berlebihan bila tidak mengetahui tren terkini menurutku akan menimbulkan lebih banyak dampak buruknya karena seseorang yang memiliki perasaan FoMo ini cenderung lebih tenang ketika ia bisa terhubung ke dunia maya melalui gadget mereka sehingga menimbulkan ketergantungan terhadap gadget dan itu tidak sehat. Dampak negatif dari FoMo antara lain:

  1. Dapat menimbulkan perasaan negatif, dimana seseorang dengan perilaku FoMo akan sangat sering melihat postingan atau video orang lain dan akan menimbulkan perasaan kesepian yang mana hal tersebut termasuk dalam perasaan negatif
  2. Meningkatnya resiko psikologis, jika tidak digunakan dengan bijak, penggunaan media sosial secara terus menerus akan membuat seseorang menjadi mudah stress, tidak percaya diri, dan terobsesi bahkan bisa menimbulkan depresi
  3. Dapat mengganggu produktivitas, dimana seseorang akan selalu fokus pada ponselnya yang dapat mengakibatkan sulit berkonsentrasi saat bekerja atau belajar.

Terdapat beberapa tips untuk mengatasi FoMo, yaitu membatasi penggunaan gadget, mencoba untuk lebih fokus pada dunia nyata, berusaha untuk menghargai diri sendiri, dan berhenti untuk memaksakan diri dalam mencari pengakuan oleh orang lain.

Sumber

Mengenal FOMO dan Dampak Negatifnya - Alodokter

1 Like

Kemajuan teknologi membawa dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia. Dari informasi yang diberikan oleh Department of Psychology, School of Social Sciences, Nottingham Trent University, di Inggris, mengatakan bahwa FoMO adalah suatu kondisi yang bisa menyebabkan orang berlaku di luar batas kewajaran di media sosial, dan seperti yang kita tau segala sesuatu yang berlebihan tidak akan memberikan efek yang baik bagi diri sendiri. Dalam hal ini efek yang diberikan dari FoMo salah satunya adalah kecemasan. Jadi, perlu kita ketahui, kecemasan adalah suatu hal yang mampu memicu stres berlebihan dan depresi pada seseorang. Berdasarkan sebuah studi, kecemasan dapat membuat produksi hormon-hormon penting tubuh seperti serotonin dan adrenalin terganggu. Jadi menurut ku walau pun mengetahui hal-hal yang terbaru terlihat bagus, tapi lebih baik untuk tidak terlalu update dalam segala hal cukup update hal-hal yang penting dan bermanfaat.

FOMO adalah sebuah gangguan mental yang berkaitan dengan hubungan sosial seseorang. Seperti namanya, pengidap gangguan ini seakan gatal jika tidak “meng-update” dirinya dengan tren terbaru. Sindrom tersebut muncul akibat penggunaan media sosial yang terlalu berlebihan. Ketergantungan yang tidak sehat ini dapat memberikan beragam dampak negatif, seperti:

  1. Menimbulkan perasaan negative
    Berbagai riset menyebutkan bahwa orang yang terlalu sering melihat postingan foto atau video liburan orang lain akan merasa kurang nyaman dan lebih mudah merasa kesepian. Survei lain juga menunjukkan bahwa 60% remaja akan merasa khawatir ketika mengetahui temannya bersenang-senang tanpa dirinya. Perasaan tersebut bisa saja muncul akibat FOMO.
  2. Meningkatkan risiko terjadinya masalah psikologis
    Penggunaan media sosial secara berlebihan diketahui dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah stres dan terobsesi untuk mempertahankan image atau harga diri mereka di media sosial. Jika tidak digunakan dengan bijak, penggunaan media sosial secara kurang tepat tidak hanya dapat membuat seseorang mengalami FOMO, tetapi juga meningkatkan risiko munculnya gangguan mental, seperti gangguan cemas dan depresi.
  3. Menurunkan rasa percaya diri
    Unggahan orang lain di media sosial mungkin membuatmu membandingkan diri dengan orang lain dan menjadi tidak percaya diri karena merasa hidup mereka lebih sempurna. Hal ini bisa menyebabkanmu rentan mengalami stress.
  4. Mengganggu produktivitas
    Jika sudah mengalami FOMO dan kecanduan ponsel, seseorang bisa menjadi lupa diri dan seakan-akan memiliki dunia sendiri karena selalu fokus pada ponselnya di mana saja dan kapan saja. Hal ini bisa membuat seseorang sulit berkonsentrasi saat bekerja atau belajar, sehingga produktivitas dan prestasinya menurun.
Summary

FOMO, Sindrom akibat Adiksi Media Sosial - Cermati.com
Mengenal FOMO dan Dampak Negatifnya - Alodokter

Fomo merupakan suatu ke khawatiran seseorang akan pengalaman-pengalamannya, sehingga seseorang tersebut adanya dorongan dan menjadi terkoneksi terus-menerus. Menurut Pryzybylski (2013) orang dapat dikatakan Fear of Missing Out (FoMo) yakni individu merasa cemas, khawatir ketika berhubung ataupun tidak terhubung dengan suatu peristiwa atau kejadian percakapan dengan pihak lain. dampaknya sendiri menurut penelitian dari prancis dan Newman menyebabkan para remaja menunda akan waktu tidurnya karena mereka tidak ingin meninggalkan kejadian yang menyenangkan, terutama mengetahui bahwa temannya masih melakukkan aktivitas media sosial. tingkatan fomo yang paling tinggi adalah kecanduan karena takut akan ketinggalan informasi, penggunaan media sosial dengan itensitas yang tinggi.
jadi menurut hasil penelitian dari Dehaan dan Gladwell bahwa aspek-aspek FoMo salah satunya yaitu kebutuhan psikologis yang artinya mereka berhak untuk bebas dalam mengintegrasikan kehidupannya sendiri dan tanpa ada control dari orang lain. jika tidak terpenuhi maka menyalurkan melalui media sosial untuk mencari informasi tentang orang lain dan memperoleh pengakuan dari orang lain bahwa dia tidak ketinggalan zaman.

Sumber :
Purba, O. B., Matulessy, A., & ul Haque, S. A. (2021). Fear of Missing Out dan Psychological Well Being dalam Menggunakan Media Sosial. Jurnal Penelitian Psikologi, 2 (1), 42-52.