Faktor-faktor apa saja yang menghambat perkembangan pendidikan saat ini?

Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan pendidikan saat ini, baik yang berdampak positif maupun yang berdampak negatif. Hal-hal apa saja yang mempunyai dampak negatif terhadap perkembangan pendidikan ?

Sumber : wrdsb.ca

Proses pendidikan saat ini dirasa memang tidak lebih baik dari masa lalu, bahkan banyak yang merasakan bahwa pendidikan saat ini lebih buruk dibandingkan masa lalu. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya berita terkait permasalahan-permasalahan pednidikan di Indonesia. Mulai dari kejahatan di usia remaja, saling tuntut menuntut antara guru dan siswa bahkan berita dekadensi moral pelajar banyak diberitakan akhir-akhir ini.

Arti pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Dari definisi pendidikan diatas sudah jelas, bahwa penitikberatan dari pendidikan itu adalah sikap dan tata laku seseorang, (softskill), bukan pengetahuan umum (hardskill).

Semakin rendah jenjang pendidikan (pendidikan dasar) maka seharusnya semakin besar porsi softskill, semakin tinggi jenjang pendidikan (pendidikan tikngkat atas atau pendidikan tinggi) maka semakin besar porsi hardskill, mengingat sofskill-nya sudah dididik sejak pendidikan dasar.

Oleh karena itu, menurut hemat saya, faktor yang menghambat perkembangan pendidikan antara lain,

##Kemampuan Guru dalam mendidik Siswa

Guru merupakan orang-orang yang dipercaya oleh orangtua untuk ikut membantu mendidik anaknya. Oleh karena itu peran guru sangat vital dalam membentuk karakter seseorang.

Rata-rata siswa belajar disekolah selama tujuh jam dalam sehari, itu artinya hampir sepertiga waktunya dalam sehari mendapatkan didikan dari Guru di sekolah.

Dan yang perlu ditekankan adalah, mendidik softskill seseorang jauh lebih sulit dibandingkan mendidik hardskill seseorang. Oleh karena itu, di negara maju, misalnya Jerman, Guru TK dan Guru SD seleksinya jauh lebih ketat dibandingkan Guru SMA. Lulusan-lulusan terbaik dari universitas keguruan-lah yang mengisi pos-pos Guru TK dan SD.

Pelatihan-pelatihan guru secara berkesimbungan juga sangat diperlukan, mengingat tantangan dan masalah saat ini dan di masa yang akan datang juga semakin berkembang.

##Kemampuan Orangtua dalam mendidik Anaknya

Orangtua merupakan faktor kunci dari pendidikan itu sendiri, terutama ibu, mengingat sebagian besar proses pendidikan dilakukan oleh orang tua. Mulai dari balita hingga dewasa.

Di Jepang dikenal istilah “Kyoiku-Mama” (Ibu-Pendidikan). Para Ibu di Jepang rata-rata tidak bekerja, tetapi hanya untuk mendidik dan mengurusi anak-anak mereka. Mulai dari anak bangun tidur, hingga tidur lagi. Semuanya di bawah didikan sang Ibu.

Para Kyoiku-Mama ini rata-rata lulusan S1 hingga S2. Mereka sekolah tinggi bukan untuk berkarir tetapi “Mendidik Anak”. Itulah karir mereka yang tertinggi.

Sumber gambar : puntoacapo.info

Pemerintah Jepang memiliki kebijakan Ryosai Kenbo, istilah ini muncul di jaman restorasi Meiji dan banyak dianut keluarga Jepang. Ryousai: istri yang baik Kenbo:Ibu yang bijaksana. Intinya adalah bahwa wanita yang terhormat berperan sebagai istri yang baik dan bijaksana.

Sistem pendidikan dan kebudayaan Jepang sepenuhnya mengandalkan perempuan dalam membesarkan anak. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa masa depan Jepang dibentuk oleh tangan para perempuannya.

Menurut Reingold, seorang pengamat Jepang, definisi Kyoiku Mama adalah She becomes directly involved in and identified with the child’s succes or failur.

Oleh karena itu, ibu itu secara langsung terlibat dalam kesuksesan atau kegagalan anak-anaknya. Dan mereka juga dinilai berdasarkan kesuksesan atau kegagalan mereka

Perkembangan Teknologi Informasi dan Lingkungan

Tantangan masa lalu dan masa sekarang tentunya sangat berbeda. Salah satu pembeda yang sangat luar biasa adalah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dewasa ini.

Dengan perkembangan teknologi informasi, anak-anak sangat mudah dalam mendapatkan sebuah informasi, bahkan informasi yang buruk sekalipun. Pergaulan bebas, kekerasan, pornografi, obat-obatan terlarang dan hal-hal buruk lainnya sangat mudah diakses oleh anak-anak dengan bantuan teknologi informasi.

Dan yang paling perlu ditekankan adalah, semakin rendah kedewasaan seseorang, semakin mudah orang tersebut meniru sesuatu tanpa dapat meng-analisa baik buruknya. Oleh karena itu, sebetulnya tidak ada yang namanya "kenakalan remaja (dibawah 13 tahun). Mereka itu adalah korban dari orang tua dan atau guru dan atau lingkungannya

Mengingat kita tidak bisa membendung perkembangan teknologi, maka bagaimana menyikapi dan menggunakan teknologi itu sendiri merupakan kunci utama dalam proses pendidikan pada anak.

1 Like

Mengingat dampak negatif mengenai pendidikan negatif di Indonesia tentunya anda,dari pengalaman saya menjadi pelajar, pelajaran yang ada selama dijenjang pendidikan terlalu dipaksakan semua murid harus mengerti semua pelajaran secara kognitif,inilah yang tidak bisa dilakukan semua murid karena minat dan bakat mereka belum tentu di dunia pendidikan melainkan di bidang olahraga maupun seni,oleh karena itu sebaiknya pelajaran di Indonesia diubah kurikulumnya agar minat bakat masing masing murid dapat diarahkan ke jenjang yang lebih jauh lagi sesuai kemampuannya

ingin menambahkan dari opini anda, bahwa faktor-faktor yang dapat menghambat perkembangan pendidikan saat ini juga meliputi fasilitas yang menunjang sebuah sistem pendidikan itu sendiri. terutama di Indonesia. masih banyak di daerah-daerah terpencil yang masih belum bisa mengakses buku atau refrensi yang sekiranya dibutuhkan untuk menunjang sebuah sistem pendidikan. hal ini tentu dapat menghambat perkembangan pendidikan saat ini. selain itu, fasilitas meja atau kursi atau bahkan ruangan yang layak pun masih banyak yang belum memenuhinya.
selain itu, kemampuan peserta didik dalam mengolah sesuatu baik hal baik atau buruk juga masih kurang. masih banyak kita jumpai kasus-kasus yang terjadi karena hal tersebut. sebagai contoh, datangnya teknologi yang semakin lama semakin canggih ini belum tentu sepenuhnya membawa dampak positif terutama untuk peserta didik, banyak terjadi kasus tragis yang disebabkan karena teknologi sendiri. oleh sebab itu kembali lagi pada kemampuan guru dan orang tua dalam membantu peserta didik mengolah sesuatu hal