Faktor-Faktor Apa saja yang Memengaruhi Keterbukaan Diri Seseorang?

keterbukaan diri

Dala kehidupan terkadang ada individu yang terbuka, tetapi tidak sedikit yang tertutup. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keterbukaan diri seseorang ?

image

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keterbukaan diri yaitu Devito (1997) :

  • Menyingkapkan diri kepada orang lain
    Secara umum keterbukaan diri adalah hubungan timbal balik. Dalam pengungkapan diri menyatakan secara tidak langsung bahwa dalam proses ini terdapat saling berhubungan, dimana setiap pengungkapan diri individu diterima sebagai stimulus untuk penambahan pengungkapan diri.

  • Ukuran audiens
    Pengungkapan diri, mungkin karena sejumlah ketakutan yang dirasakan oleh individu karena mengungkapkan cerita tentang diri sendiri, lebih sering terjadi dalam kelompok yang kecil dari pada kelompok yang besar. Dengan pendengar lebih dari satu seperti monitoring tidak mungkin karena respon yang nantinya bervariasi antara pendengar.

  • Topik
    Topik mempengaruhi jumlah dan tipe pengungkapan diri. Menemukan bahwa pengungkapan diri mengenai uang, kepribadian dan fisik lebih jarang dibicarakan daripada berbicara tentang rasa dan minat, sikap dan opini, dan juga pekerjaan.

  • Valensi
    Nilai atau kualitas positif dan negatif pengungkapan diri juga berpengaruh secara signifikan. Pengungkapan diri yang positif lebih disukai daripada pengungkapan diri yang negatif.

  • Gender
    Banyak penelitian mengindikasikan secara umum, bahwa wanita lebih terbuka daripada pria.

  • Ras, kewarganegaraan, dan umur
    Terdapat perbedaan ras dan kebangsaan dalam pengungkapandiri.

  • Penerimaan hubungan (Receiver Relationship)
    Seseorang yang menjadi tempat bagi individu untuk terbuka mempengaruhi frekuensi dan kemungkinan dari pengungkapan diri. Individu cenderung terbuka pada individu yang hangat, penuh pemahaman, memberi dukungan dan mampu menerima individu apa adanya.

Menurut Devito dalam Sugiyo (2005: 14) keterbukaan adalah antara komunikator dengan komunikan harus saling terbuka, selain itu merespon secara spontan dan tanpa alasan terhadap komunikasi yang sedang berlangsung termasuk mengandung unsur terbuka.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keterbukaan diri antara lain: efek diadik, besar kelompok, topik, valensi, gender, penerima hubungan dan kepribadian.

  1. Efek diadik
    Individu akan melakukan keterbukaan diri bila orang yang bersamanya juga melakukan keterbukaan diri. Hal ini dikarenakan efek diadik membuat seseorang merasa aman dan dapat memperkuat seseorang untuk melakukan keterbukaan diri.

  2. Besar Kelompok
    Keterbukaan diri dianggap lebih efektif bila berada dalam situasi kelompok kecil dibandingkan kelompok besar, karena dalam kelompok kecil interaksi anggota kelompok lebih mudah dan cepat mendapat respon ataupun umpan balik dari orang lain.

  3. Topik
    Individu cenderung terbuka tentang informasi mengenai hobi atau pekerjaan dari pada tentang keadaan ekonomi dan kehidupan keluarga. Umumnya topik yang bersifat pribadi dan informasi yang kurang baik akan menimbulkan kemungkinan kecil individu terbuka.

  4. Gender atau Jenis Kelamin
    Keterbukaan diri cenderung dimiliki oleh wanita dari pada pria. Wanita lebih senang lekas membagikan informasi tentang dirinya ataupun orang lain. Sebaliknya pria lebih senang diam atau memendam sendiri permasalahannya dari pada membeberkan kepada orang lain.

  5. Kompetensi
    Keterbukaan dianggap berhasil apabila seseorang memahami betul terhadap apa yang diinformasikan, baik positif maupun negatifnya karena hal itu sangat menentukan dalam perkembangan selanjutnya.

  6. Penerima Hubungan
    Keterbukaan diri dianggap berhasil bila ada umpan balik dari pendengar informasi. Pria cenderung lebih terbuka kepada teman-temannya dari pada kepada orang tuanya karena merasa memiliki satu tujuan. Sebaliknya wanita lebih suka terbuka kepada orang tuanya atau teman prianya karena dianggap mampu memberikan perlindungan.

  7. Kepribadian
    Individu dengan kepribadian ekstrovert dan nyaman dalam berkomunikasi lebih banyak melakukan keterbukaan diri dari pada individu dengan kepribadian introvert dan kurang berani dalam berbicara.
    Individu cenderung terbuka tentang informasi mengenai hobi atau pekerjaan dari pada tentang keadaan ekonomi dan kehidupan keluarga. Umumnya topik yang bersifat pribadi dan informasi yang kurang baik akan menimbulkan kemungkinan kecil individu terbuka.

  8. Gender atau Jenis Kelamin
    Keterbukaan diri cenderung dimiliki oleh wanita dari pada pria. Wanita lebih senang lekas membagikan informasi tentang dirinya ataupun orang lain. Sebaliknya pria lebih senang diam atau memendam sendiri permasalahannya dari pada membeberkan kepada orang lain.

  9. Kompetensi
    Keterbukaan dianggap berhasil apabila seseorang memahami betul terhadap apa yang diinformasikan, baik positif maupun negatifnya karena hal itu sangat menentukan dalam perkembangan selanjutnya.

  10. Penerima Hubungan
    Keterbukaan diri dianggap berhasil bila ada umpan balik dari pendengar informasi. Pria cenderung lebih terbuka kepada teman-temannya dari pada kepada orang tuanya karena merasa memiliki satu tujuan. Sebaliknya wanita lebih suka terbuka kepada orang tuanya atau teman prianya karena dianggap mampu memberikan perlindungan.

  11. Kepribadian
    Individu dengan kepribadian ekstrovert dan nyaman dalam berkomunikasi lebih banyak melakukan keterbukaan diri dari pada individu dengan kepribadian introvert dan kurang berani dalam berbicara.
    Pada taraf ini masing-masing individu sudah berani mengungkapkan perasaanya dan sudah berani untuk bersikap jujur, terbuka terhadap lawan bicaranya, dan berani menanggung resiko bila kelemahan dan kelebihannya diketahui orang lain. Isi pembicaraannya biasanya mengenai masalah yang dialami masing-masing individu atau salah satu individu yang diceritakan pada lawan bicaranya, sehingga hubungan individu semakin akrab.

  12. Taraf Pertama adalah hubungan puncak
    Pada taraf ini komunikasi ditandai dengan kejujuran, keterbukaan, dan saling percaya dintara kedua belah pihak. Tidak ada lagi ganjalan rasa takut dan cemas diantara maisng-masing. Individu bebas mengungkapkan perasaannya, dan biasanya antar individu ini memiliki kesamaan dalam banyak hal.

Dalam upaya untuk mengungkapkan diri, Devito menyebut beberapa faktor yang mempengaruhinya. Beberapa faktor yang mempengaruhi keterbukaan diri diantaranya adalah (Devito, 1995 : 139-142) :

  1. Pengungkapan orang lain
    Secara umum, pengungkapan diri adalah timbal-balik. Dalam interaksi apapun adalah lebih mungkin terjadi jika orang lain telah mengungkapkan diri sebelumnya. Ini adalah efek diadik dimana satu orang melakukan diad, yang lain akan meresponnya. Pengaruh diad dalam pengungkapan diri membentuk semacam bentuk spiral, dengan masing- masing pengungkapan diri mendorong tambahan pengungkapan diri oleh orang lain, yang pada gilirannya mendorong keterbukaan diri lebih banyak, dan seterusnya.

    Pengungkapan dibuat sebagai tanggapan terhadap pengungkapan dari orang lain yang umumnya lebih intim daripada yang bukan hasil dari efek diad.

  2. Ukuran audiens
    Pengungkapan diri adalah lebih mungkin terjadi dalam kelompok kecil daripada yang besar. Sebuah diad lebih cocok untuk pengungkapan diri karena lebih mudah untuk berurusan dengan reaksi dan tanggapan dari satu orang daripada dengan beberapa orang.

  3. Topik
    Seseorang lebih cenderung membuka diri tentang topik tertentu daripada topik yang lain. Misalnya, seseorang akan lebih mungkin memberikan informasi mengenai pekerjaan atau hobi daripada informasi tentang kehidupan seks atau situasi keuangannya.

  4. Jenis kelamin
    Pada umumnya, wanita cenderung lebih terbuka daripada pria. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa perempuan mengungkapkan diri lebih banyak daripada pria. Lebih khusus lagi, wanita mengungkapkan lebih banyak daripada pria tentang hubungan romantis mereka, perasaan mereka tentang teman terdekatnya, ketakutan terbesarnya, dan apa yang tidak mereka sukai tentang pasangan mereka.

  5. Hubungan penerima
    Seseorang membuka diri kepada orang-orang yang disukai atau dicintainya dan orang tersebut tidak akan membuka diri kepada orang yang tidak disukainya. Kebanyakan penelitian menunjukkan bahwa seseorang lebih sering mengungkapkan diri kepada orang-orang yang dekat dengannya seperti pasangannya, keluarganya atau teman dekatnya.

Faktor yang Mempengaruhi Self disclosure


Tidak semua individu mampu melakukan self disclosure begitu saja, karena tingkat kepribadian yang dimiliki seseorang cenderung berbeda-beda. Untuk itu, DeVito mengemukakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi self disclosure , yaitu:

  • Besaran Kelompok
    Besaran kelompok atau ukuran audience , maksimal 4 orang. Pengungkapan diri lebih banyak terjadi dalam kelompok kecil dari pada kelompok besar. Diad (kelompok yang terdiri atas dua orang) merupakan lingkungan yang paling cocok untuk pengungkapan diri. Bila, ada lebih dairi satu orang pendengar, pemantauan seperti ini menjadi sulit, karena tanggapan yang muncul pasti berbeda dari pendengar yang berbeda.

  • Perasaan menyukai
    Kita membuka diri kepada orang-orang yang kita sukai atau cintai, dan kita tidak akan membuka diri kepada orang yang tidak kita sukai.

  • Efek diadik
    Seseorang melakukan pengungkapan diri bila bersama-sama orang yang melakukan pengungkapan diri juga. Efek diadik ini mungkin membuat seseorang merasa lebih aman dan nyatanya memperkuat perilaku pengungkapan diri.

  • Kompetensi
    Orang yang kompeten lebih banyak melakukan dalam pengungkan diri daripada orang yang kurang kompetensi.

  • Kepribadian
    Orang yang pandai bergaul ( sociable ) dan extrovet melakukan pengungkapan diri lebih banyak daripada mereka yang kurang pandai bergaul dan lebih introvert. Orang yang kurang berani bicara pada umumnya juga kurang mengungkapkan diri daripada mereka yang merasa lebih nyaman dalam berkomunikasi.

  • Topik
    Kecenderungan memilih topik pembicaraan, seseorang lebih cenderung membuka diri tentang topik pekerjaan atau hobi daripada tentang kehidupan seks atau situasi keuangan. Umumnya, makin pribadi dan makin negatif suatu topik, makin kecil kita mengungkapkannya.

  • Jenis Kelamin
    Faktor terpenting yang mempengaruhi pengungkapan diri adalah jenis kelamin.

    • Wanita: wanita lebih terbuka daripada laki-laki, dan wanita akan lebih terbuka kepada orang yang disukainya
    • Laki-laki: laki-laki lebih terbuka pada orang yang dipercayai.