Faktor apa saja yang Memungkinkan dan Membatasi Penerapan Revolution In Military Affairs (RMA)?

Konsep RMA menurut Krevinevich (2007), adalah bahwa Revolution In Military Affairs RMA muncul pada saat penggunaan teknologi baru ke dalam sistem militer yang digabungkan dengan konsep operasional yang inovatif dan adaptasi organisasional yang merubah secara mendasar karakter dan terjadinya sebuah konflik.

Hal ini terjadi dengan menghasilkan peningkatan yang dramatis dalam kekuatan pertempuran dan efektivitas militer suatu angkatan bersenjata.

Faktor apa saja yang Memungkinkan dan Membatasi Penerapan Revolution In Military Affairs (RMA) ?

image

Negara yang mengadopsi RMA perlu mengukur apakah negara tersebut dapat menyerap dan mengimplementasikan teknologi dan berbagai kebiasaan baru. Terdapat berbagai faktor yang dapat memungkinkan penerapan RMA, tetapi juga terdapat faktor yang dapat membatasi. Goldman (2004) membagi faktor- faktor tersebut sebagai berikut:

1. Politik

Pada faktor ini negara dan pemerintah memiliki peran yang besar. Menurut Hoyt, dalam Goldman (2004), negara yang memiliki struktur negara yang kuat cenderung mendapatkan kesuksesan terkait RMA karena mereka bisa mendapatkan keuangan dan sumber daya manusia yang dibutuhkan.

Sebaliknya, inovasi akan terbatasi apabila negara lemah dan kekuasaanya tersebar. Dalam keragaman politik, bila terdapat keragaman kepentingan dalam koalisi yang dominan, maka dapat memungkinkan penerapan RMA. Sebaliknya akan membatasi bila koalisi yang dominan membangun konsensus.

Dalam kerangka hukum dan aturan, bila hukum melindungi hak atas kekayaan intelektual, dapat menjadi enabler dalam penerapan RMA. Hukum juga dapat membatasi RMA apabila konstitusi dan hukum melarang aktivitas militer sehingga menghambat inovasi.

Fokus keamanan dari angkatan bersenjata menjadi faktor berikutnya. Bila angkatan bersenjata memfokuskan kepada keamanan eksternal, maka akan menciptakan daya saing dan superioritas. Sementara itu, bila fokus keamanan angkatan bersenjata ke internal, maka tentara yang terbaik hanya akan menjadi pendukung rezim.

Dalam hubungan sipil-militer, militer profesional dan otonom akan menjadi faktor enabler sedangkan militer yang dipolititisasi oleh intervensi sipil akan menjadi penghambat.

Tabel Faktor Politik Yang Mempengaruhi RMA

Faktor Enabler Constraint
Struktur Negara Sentralisasi, Kuat Tersebar, lemah
Keanekaragaman Politik Beragam kepentingan dalam koalisi dominan Konsensus di koalisi dominan
Kerangka Hukum dan Aturan Perlindungan HaKI Konstitusi dan hukum melarang aktivitas militer
Fokus keamanan dari angkatan bersenjata Eksternal, menggerakkan daya saing dan superioritas Internal, tentara terbaik menjadi pendukung rezim
Hubungan sipil-militer Profesional dan otonom Militer di politisasi dengan intervensi sipil

Sumber: Goldman (2004)

2. Ekonomi

Terdapat tiga tipe faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi inovasi dan penerapan RMA. Antara lain, pertumbuhan ekonomi, kapabilitas industri & teknologi dan anggaran pertahanan.

Pertumbuhan ekonomi berhubungan dengan potensi jangka panjang negara dalam membangun kekuatan militer. Sementara itu, anggaran pertahanan (defense spending) akan merefleksikan komitmen negara untuk mereformasi kekuatan militer.

Sedangkan kemampuan teknologi dan industri pertahanan negara bermakna kemampuan untuk meningkatkan melalui pengembangan industri pertahanan dari dalam negeri melalui litbang, atau dengan cara transfer teknologi dari sumber luar negeri (buying off the shelf).

Tabel Faktor Ekonomi Yang Mempengaruhi RMA

Faktor Enabler Constraint
Pertumbuhan Ekonomi Kuat Lemah
Anggaran Pertahanan (Defense spending) Tinggi Rendah
Basis industri dan teknologi Integrasi dengan ekonomi global, litbang secara mandiri, memiliki industri informasi yang kuat Norma kemandirian (Self reliance), ketergantungan akan impor dan reverse engineering, industri informasi yang lemah
Keterhubungan antar sektor Integrasi horizontal antara sektor pertahanan dan komersial Sektor pertahanan yang terpisah-pisah
Insentif produksi Fokus kepada ―spin on Fokus kepada komersial
Kelonggaran organisasi Ekonomi pasar Ekonomi terpusat
Transfer teknologi Kontrol ekspor yang rendah di negara penerima Kontrol ekspor yang ketat di negara penerima

Sumber: Goldman (2004)

3. Masyarakat dan Budaya

Faktor masyarakat dan budaya memegang peranan dalam enabling atau constraint terjadinya RMA. Bahkan Goldman (2004) menyatakan bahwa faktor masyarakat dan budaya adalah sangat penting.

Terdapat banyak kajian bahwa difusi inovasi teknologi militer di masa lalu memperlihatkan bahwa inovasi membutuhkan perubahan nilai dan perilaku kultur sosial yang tersebar lebih lambat, dan dengan dampak yang tidak dapat diperkirakan. Faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi penerapan RMA dapat diringkas dalam tabel sebagai berikut:

Tabel Faktor Sosial dan Budaya Yang Mempengaruhi RMA

Faktor Enabler Constraint
Struktur sosial Struktur sosial yang bersatu, adanya ideologi pemersatu Konflik sosial di dalam negeri
Sumber daya manusia Tingginya tingkat pendidikan teknis, masyarakat terbiasa dengan penggunaan komputer Rendahnya tingkat pendidikan teknis, masyarakat tidak terbiasa dengan penggunaan komputer
Toleransi budaya Toleran terhadap keanekaragaman, debat internal memfasilitasi inovasi Ortodoks dan menghindar dari inovasi
Kultur nasional Partisipatori Dikendalikan

Sumber: Goldman (2004)

4. Organisasi Militer

Goldman (2004) membagi organisasi militer kedalam tiga sistem, natural system, rational system, dan open system. Natural system memiliki arti bahwa organisasi militer berjuang untuk mempertahankan diri dan melindungi kepentingannya dalam sebuah lingkungan yang langka sumber daya dan terjadinya sengketa. Rational system bermakna organisasi militer bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam caranya mengamankan negara.

Organisasi militer seperti ini akan menentukan strategi berdasarkan geografi, pengembangan teknologi, dan perilaku musuhnya. Sedangkan open system bermakna bahwa organisasi militer adalah manifestasi dari aturan-aturan institusional yang kuat dan mitos yang mengikat para anggotanya.

Ketiga jenis organisasi militer ini akan mempengaruhi RMA dan inovasi sebagaimana diperlihatkan tabel berikut:

Tabel Faktor Organisasi Militer Yang Mempengaruhi RMA

Faktor Enabler Constraint
Preferensi organisasi yang ada saat ini Kesamaan kekuatan antar matra Tidak simetrisnya kekuatan diantara matra
Tekanan domestik Tinggi dan berbagai sumber Rendah
Pengalaman Kuat Lemah
Kerawanan internasional Tinggi Rendah
Tipe organisasi Rasional, sistem belajar Sosial politik, militer dipolitisasi
Kepercayaan organisasi Bertautan dengan inovasi Konflik dengan inovasi
Keterhubungan Mempromosikan keterpaduan secara tinggi Persaingan antar matra

Sumber: Goldman (2004)

Berbagai faktor di atas dapat menjadi faktor yang memungkinkan terjadinya RMA (enabler) dan sebaliknya dapat membatasi terlaksananya RMA (constraint). Suatu negara yang menginginkan terlaksananya RMA perlu memperbanyak faktor enabler dan meminimalkan faktor yang dapat membatasi.

Sumber :

  • R. Mokhamad Luthfi, Implementasi Revolution in Military Affairs (RMA) Dalam Kebijakan Pertahanan Indonesia