[Fakta Atau Hoax] Homo & Lesbian Sudah Tertanam dari Lahir

  • Fakta
  • Hoax

0 voters

Manusia memiliki preferensi seksual nya masing-masing. Ada yang menyukai lawan jenis nya dan ada menyukai sesama jenis. Kaum yang menyukai sesama jenis disebut Homo (Laki-Laki) dan Lesbian (Perempuan). Homo & Lesbian sampai sekarang masih menjadi polemik. Ada yang dikarenakan memang dari lahir dia memang menyukai sesama jenis pula ada juga yang terbawa lingkungan dari sesama Homo/Lesbian. Apakah Homo & Lesbian memang diciptakan dari lahir.

Fakta atau Hoax ?

2 Likes

Menurut saya, perilaku LGBT tidak sepenuhnya dari faktor biologis atau genetik. Karena berdasarkan pada berbagai sumber yang saya baca ada juga yang disebabkan oleh pengaruh proses tumbuh kembang dan pengalaman traumatik seperti pelecehan seksual waktu kecil atau ada pengalaman buruk dengan lawan jenis.

Ya, saya setuju. LGBT juga bisa muncul dari faktor lingkungan. Bahkan lebih banyak kasus LGBT yang berasal dari lingkungan

Dari artikel yang saya baca, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa homo dan lesbian merupakan bawaan dari lahir. Tapi saya setuju bahwa homo dan lesbian ini terjadi dari faktor lingkungan, seperti dari pergaulan atau pertemanan si individu tersebut. Jadi, menurut saya hoax jika dikatakan homo dan lesbian merupakan bawaan dari lahir.

“Anybody who says ‘X% of sexuality is biological’ or ‘X%’ is cultural’ really misunderstands the situation. You can’t even say ‘it’s mostly biological’ or ‘it’s mostly cultural,’ because the two domains are interdependent. All the culture in the world can’t shape human sexuality without some kind of body to enable our actions and reactions, and there is simply no such thing as a human body outside of culture.”
Sumber: https://www.usatoday.com/story/news/2017/06/16/born-way-many-lgbt-community-its-way-more-complex/395035001/

Sains yang menjelaskan tentang perbedaan transgender’s brain dengan straight’s brain bisa ditonton disini

Menurutku sendiri, mungkin memang ngga ada gen yang mengatur seksualitas manusia. Tapi kita tahu bahwa gen manusia bisa salah terekspresikan. Ada beberapa penyakit yang diakibatkan oleh salah ekspresi gen / lemahnya ekspresi gen. Saya rasa hal ini juga bisa berlaku pada gen yang mengatur hal-hal seksualitas pada manusia, yang menyebabkan perbedaan orientasi seksual. Hanya karena lebih banyak orang gay yang terpengaruh karena lingkungan (nurture), bukan berarti orang gay disebabkan oleh biologis (nature) itu tidak ada / palsu. In this complexity, everything may happens.

Menurut saya LGBT tidak terbentuk dari lahir. Karena hal tersebut bisa terjadi karena pengalaman dari orang tersebut. Seperti di suatu keluarga LGBT saat mengadopsi anak llu anak tersebut akan menjadi LGBT juga karena lingkungan keluarganya yang mentoleransi hal tersebut.
Selain itu hal ini bisa terjadi akibat pengalaman seperti traumatis akibat pelecehan seksual atau didikan dari keluarganya yang tidak sesuai gendernya seperti anak laki-laki didandani menjadi perempuan dan merasa nyaman di posisi tersebut.

Berdasarkan penelitian para ahli menurut, Dr. Dean Hamer ditanya apakah homoseksualitas berakar hanya dalam biologi, dia menjawab:

“Sudah pasti tidak. Dari penelitian terhadap anak kembar, kami telah mengetahui bahwa separuh atau lebih dari variabilitas dalam orientasi seksual adalah tidak diturunkan. Penelitian kami mencoba mengarah ke faktor genetik… tanpa menyangkal faktor psikososial.”

–“Gay Genes, Revisited: Doubts arise over research on the biology of homosexuality,” Scientific American, November 1995, P. 26.

pada dasrnya bahwa gen homo karena adanya pengaruh lingkungan baik dari internal dan eksternal yang membuat seseorang beradaptasi dan adanya perilaku ikut-ikutan.