[Fakta atau Hoax] Apakah Laser dari termometer akan merusak struktur otak?

5f164bdda265e122124968

  • Fakta
  • Hoax

0 voters

Sinar laser yang ada pada termometer non-kontak bukan untuk mengukur temperatur, melainkan hanya sebagai alat bantu untuk membidik area mana yang akan diukur suhunya. Laser yang dipergunakan adalah warna merah; daya yang dipergunakan lebih rendah dari 1 mW (miliWatt), dan cuma berbahaya jika disorot langsung ke mata. Energinya yang sangat kecil tidak akan mampu membuat kerusakan pada jaringan kulit manusia, apalagi sampai menembus ke dalam otak. Sebagai perbandingan, sinar matahari yang jatuh ke permukaan bumi kekuatannya antara 1321 sampai 1413 watt per meter persegi, 1.3 sampai 1.4 juta kali lebih kuat daripada energi sinar laser dari termometer gun tadi, namun tidak ada yang takut otaknya akan rusak terkena radiasi sinar matahari.

Cara kerja termometer IR (infra red), laser termometer ataupun temperature gun (thermogun) adalah mengukur energi dan emisivitas gelombang infra merah yang diradiasikan oleh objek yang ingin diukur suhunya; sinar laser yang dikeluarkan oleh alat tersebut hanya untuk membantu untuk memvisualisasikan area yang diukur suhunya, bukan untuk mengukur suhunya sendiri.

Jenis termometer non-kontak ini juga secara umum terbagi dua: untuk kepentingan industri, yang disebut oleh Noorsy untuk mengukur panas kabel, dan untuk keperluan medis. Untuk keperluan medis ini sudah ada perhitungan khusus untuk menghitung suhu pada pertengahan dahi diukur dari jarak maksimal 4 cm dikonversikan menjadi sama dengan suhu dari dalam mulut (oral-equivalent), jadi seperti memasukkan termometer konvensional ke dalam mulut.

Kesimpulannya, klaim sinar laser dari termometer IR akan merusak struktur otak itu tidak benar, dan pengukuran termometer IR untuk keperluan medis memang harus pada dahi agar hasilnya akurat

Dilansir Kompas.com, Masih dari sumber yang sama, Guru besar pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RS Cipto Mangunkusumo Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP juga menegaskan hal sama. Ari menyampaikan, thermo gun sudah lolos uji kesehatan dan aman digunakan. Thermo Gun, kata Ari, tidak akan berpengaruh pada sistem saraf dan retina karena tidak memancarkan radiasi seperti sinar-X.

“Thermal gun sudah lulus uji kesehatan, jadi sudah diperhitungkan bahwa alat ini aman. Thermometer inframerah tidak memancarkan radiasi seperti sinar-X. Dan karena itu, tidak mempengaruhi sistem saraf termasuk juga tidak merusak retina,” jelas dia.

Sumber : https://www.google.com/amp/s/m.medcom.id/amp/5b2XnnvK-cek-fakta-thermo-gun-disebut-berbahaya-untuk-otak-hoaks-ini-faktanya

1 Like

Menurut berita yang dirilis oleh Kompas, Dr. Maria Shanty yang merupakan Dokter Pendamping Pasien Kanker RS Kanker Dharmais mengungkapkan bahwa thermo gun tidak berbahaya untuk otak.
“Logika itu (thermo gun dapat merusak otak) tidak benar,” ungkap Dr. Shanty saat dihubungi oleh kompas. Dr. Shanty juga menegaskan bahwa thermo gun menjadi salah satu alat medis dan sudah lama digunakan di rumah sakit mana pun. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa para ahli kedokteran telah melakukan penelitian dan hasilnya mengatakan bahwa sinar infrared pada thermo gun tidak memancarkan energi atau radiasi.