Egoisme Di Sekitar Kita : Berujung dalam Kesakitan

image

Empat Bulan Dunia terjangkit Wabah Virus yang mematikan, Virus ini bernama Corona bisa disebut dengan Covid-19 kepanjangan dari Co ( Corona), VI ( Virus), D (Desember), 19 (2019). Di Indonesia COVID-19 Kepanjangan dari C ( Cuci Tangan), O ( Olahraga), V (Vitamin), I (Ikhtiar) D ( Doa) 2019.

Apa itu Virus Corona? Virus yang menginfeksi sistem pernapasan dan paru – paru baik manusia maupun hewan. Para Ilmuwan mengatakan Virus Corona berasal dari Hewan kelelawar, mengapa berasal dari hewan kelelawar? karena tahun 2002 pernah terjadi juga di Negara China diujikan coba ditemukannya Virus SARS, Virus yang berpindah dari kelelawar tapal kuda ke musang sebelum akhirnya menginfeksi manusia…

Pemerintah memutuskan semua orang untuk mengkarangtina diri sendiri didalam rumah. Para Dokter dan Perawat menaruhkan nyawanya untuk keselamatan pasien yang terjangkit Virus Corona. Perjuangan dan kesedihan para medis pun selalu terpapar setiap saat.

Ada Seorang Gadis Remaja yang bernama Rasika ia Berusia 15 tahun tidak pernah mengertikan kondisi saat ini, orang tua ia pun selalu menyarankan untuk selalu tetap dirumah. sekolah ia pun diliburkan, karena mereka khawatir dengan kondisi negara yang semakin lama meningkat terjangkit positif Covid 19. Rasika sudah hampir 2 bulan di rumah saja ia pun merasakan sangat bosen, ingin sekali bermain keluar rumah.

Beberapa hari kemudian Rasika pun izin ke orang tuanya untuk main dengan tetangga sebelah rumahnya, tapi ayah pun tak mengizinkan. Rasika merasa tertekan dengan kondisi seperti ini beberapa jam kemudian rasika pun kabur dari rumah melewati jendela kamarnya untuk maen bersama temen sekolahnya tanpa sepengetahuan orang tuanya. Saat keluar rumah rasika pun merasakan kebebasan. Ia mengajak temen sekolahnya untuk bermain tetapi tidak ada satu pun temen rasika diizinkan main. Rasika kecewa ia pun balik kerumah, diperjalanan arah pulang rasika pun merasa tidak enak badan. Setelah sampai dirumah, ibu kaget melihat rasika dari luar rumah.

Ibu berkata

Ibu : kamu habis kemana nak, ibu sudah bilang jangan keluar. Mengapa kamu tak dengar Ibu.

Rasika : aku bosan dirumah, aku keluar hanya sebentar ibu dan tidak ada satu pun temen ku diizinkan main.

Rasika tidak bilang, badannya merasa tidak enak

Ibu : kamu mandi dulu sana, jika ayah mu tau ia akan marah pada mu.

Rasika : maafkan aku ibu.

Rasika langsung masuk kamar tidur untuk mengambil sebuah handuk, setelah masuk kamar ia tertidur karena tenggorakannya merasa sakit dan sesak nafas.

Beberapa jam kemudian Ibu buka pintu kamar Rasika, Ibu kaget melihat Rasika kejang – kejang diatas kasur. Kepanikan ibu tidak membuat ibu menghampiri rasika. Ayah sedang bekerja, Ibu menelpon Ayah dengan nada suara panik menceritakan yang terjadi oleh Rasika. Ayah menyuruh Ibu tenang agar semua baik – baik saja, air mata Ibu tidak pernah berhenti melihat keadaan Rasika. Ayah langsung menelpon pihak medis, pihak medis pun menghampiri rumah mereka dengan Pakaian APD, Masker, dan Perlengkapan lainnya untuk perlindung saat periksa pasien. Pihak medis membawa Rasika ke Rumah Sakit harapan di Bengkulu, setelah di Periksa Rasika terjangkit Covid-19. Kesedihan ibu tidak bisa dipendam air matanya menetes setiap saat. Tiba saatnya Ayah sampe di Rumah Sakit, Ayah sedih dan memeluk Ibu mendengar kabar yang ia khawatirkan ternyata terjadi. Ibu menceritakan hal perbuatan Rasika sebelum terjangkit Covid-19. Ayah kecewa dengan sifat Rasika yang sangat keras kepala. Diakhirnya, Rasika harus mengalami Kesakitan menaruhkan nyawa dan melawan penyakit seperti ini karena sifat keras kepalanya.

Rasika harus di karantina dan perawatan sampe ia sembuh, 4 bulan Orang tua Rasika tidak bisa melihat kondisi Rasika. Bebarapa hari kemudian Orang tua rasika dikabarkan oleh pihak Rumah Sakit, kabar Rasika membaik dan bisa pulang kerumah setelah 3 hari. Orang tua nya pun sangat bahagia mendengar kabar tersebut, 3 hari kemudian mereka pergi ke Rumah Sakit untuk menjemput Rasika. Setelah sampe dirumah, Rasika meminta maaf kepada orang tuanya ia sangat menyesal perbuatannya yang berujung dalam kesakitan dan kesedihan. Orang tua rasika memeluk rasika dan menyarankannya agar tidak terjadi lagi.

Rasika menonton tv salah satu berita kasus jenazah perawat dua kali ditolak oleh warga lantaran terkonfirmasi positif Covid-19. Para medis adalah pejuang karena berani mengambil risiko besar dengan merawat pasien positif covid-19, padahal para medis tahu itu mengancam keselamatannya, warga tega menolak jenazahnya yang telah berkorban untuk menyelamatkan para pasien. Rasika merasa bersyukur ia telah sembuh dari Virus-19.

#LombaCeritaMini #2.0
#dictiocommunity
#EgoismeDiSekitarKita
#CeritaDiRumahAja
#DiRumahAja

5 Likes