Efek Samping Prosedur dari Laser

Masalah kulit wajah seperti jerawat, kulit kusam, pori-pori besar dan flek hitam bisa diatasi dengan laser wajah. Sebab seiring bertambahnya usia hingga perubahan gaya hidup membuat masalah kulit wajah tersebut semakin muncul dan terlihat.

  1. Kulit Terasa Panas
    Saat kita menjalani metode ini, sinar laser tersebut menyentuh kulit maka kita dan membuat kulit terasa panas seketika seperti terbakar oleh sinar matahari. Karena sinar dari laser yang memancar tersebut mengenai kulit kita secara langsung. Dalam proses penyinaran ini jangan di anggap tidak ada rasa sakit, untuk mendapatkan hasil maksimal memang harus merasakan sakitnya dahulu. Walaupun tidak nyaman, namun rasa panas tersebut tidak akan lama dirasakan.

  2. Tidak boleh terkena matahari
    Untuk keberhasilan metode laser jerawat ini, ada aturan yang harus di patuhi oleh pasien. Setelah proses penyinaran dilakukan, pasien tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung. Hal itu di ungkapkan oleh Dr. Kisman, ada aturan pasca tindakan yang harus di patuhi oleh pasien agar hasilnya maksimal. Selama proses pemulihan masih berlangsung, pasien tidak boleh berada di bawah sinar matahari, untuk menghindari terjadinya infeksi.
    Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa aturan tersebut bisa disiasati dengan menggunakan krim anti matahari. Namun cara ini juga masih dikaji oleh para pakar, mengenai efek yang akan terjadi jika kulit hasil treatment laser ini, di beri krim anti matahari.

  3. Terjadi bengkak
    Setelah proses cara menghilangkan jerawat dengan laser ini dilakukan, maka kemungkinan akan timbul eritma atau kemerah-merahan pada kulit wajah. Dalam kasus lain, kemungkinan dapat juga merasakan gatal-gatal pada bagian yang sudah di sinari laser. Bahkan akan terjadi bengkak di bagian kulit tersebut.
    Namun jangan kahwatir, kondisi tersebut tergolong sangat umum terjadi dan hanya butuh waktu sekitar satu minggu untuk menghilangkannya.

  4. Mengalami Iritasi Ringan
    Saat selesai proses penyinaran tersebut, masih harus berhati-hati saat proses pemulihannya. Mitos jerawat seperti tidak menyentuh, menggosok, atau bahkan menggaruk kulit juga harus dilakukan setelah selesai melakukan laser jerawat ini. Hal ini justru akan membuat bekas luka jerawat bisa mengalami iritasi.
    Dan jika hal itu terjadi dapat berdampak pada hasil pengobatan jerawat yang tidak maksimal, membuat wajah menjadi tidak halus lagi seperti semula.

  5. Penggelapan kulit
    Keberhasilan treatment laser jerawat ini dipengaruhi juga oleh faktor pigmen kulit pasiennya. Laser ini memberikan hasil berbeda pada kulit putih dan kulit hitam.
    Penelitian yang dilakukan para pakar menyatakan bahwa, treatment laser ini jauh lebih aman jika di lakukan kepada pasien yang memiliki kulit putih di banding pasien dengan kulit hitam. Dampak yang mungkin di timbulkan adalah terjadinya Hiperpigmentasi dan hipopigmentasi pada kulit, dikhawatirkan pada pigmen hitam akan menjadikan kulit menjadi lebih gelap.
    Para pakar menyebut bahwa kulit orang asia lebih rentan terhadap terjadinya penggelapan kulit tersebut. Sumber lain disebutkan oleh skinecea.com mengatakan bahwa, untuk yang memiliki kulit gelap sebaiknya mempertimbangkan sebelum melakukan perawatan wajah berjerawat ini.

  6. Kulit mengering pada Masa Perawatan
    Saat proses penyinaran laser memang efek yang di rasakan hanya rasa panas pada kulit. Pengorbanan yang dibutuhkan lebih kepada saat masa perawatan atau pemulihan pasca penyinaran. Bagi kulit-kulit tertentu setelah mendapatkan sinar laser tersebut akan membuat kulit anda mudah mengering. Namun jangan khawatir, biasanya pada treatment ini juga disertai krim untuk mendukung proses pemulihan agar lebih aman.
    Selain itu, banyak pakar yang menyarankan AGAR kulit kita tidak tampak kering, perlu untuk konsumsi air putih lebih banyak agar peredaran darah dalam kulit lebih lancar. Selain itu, bisa gunakan pelembab alami wajah yang aman.

  7. Kerusakan Kulit Permananen jika Gagal
    Ini adalah efek terburuk yang mungkin anda alami. Seperti halnya yang dialami oleh wanita 42 tahun asal Amerika Serikat, Daphne Caroll yang menyesal melakukan treatment laser tersebut yang akhirnya gagal dan membuat kulitnya terbakar. Hal itu di sinyalir karena kesalahan tindakan yang dilakukan klinik yang menanganinya. 12 dokter spesialis kulit mengklaim bahwa kerusakan yang di alami caroll adalah kerusakan permanent.
    Artinya sudah tidak bisa disembuhkan lagi oleh tindakan medis. Namun, kondisi ini cukup jarang terjadi dan hanya sebagian kecil saja yang mengalami kegagalan treatment laser ini. Walaupun demikian, apa yang di alami oleh caroll tersebut bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk selektif dalam memilih klinik atau dokter spesialis yang menyediakan jasa treatment laser ini. Jika kita salah memilih, justru akan memberi efek samping laser jerawat yang mengerikan seperti terbakarnya kulit kita secara permanen.

Sumber: