Do What You Love or Love What You Do?

1280-1200-511205120-do-what-you-love-quote
“Hidup hanya sekali, lakukan apa yang kamu cintai”
“Kita harus realistis, apapun pekerjaanmu saat ini, kamu harus menoba untuk menyukainya”

Duh, bingung nggak sih kalau dikasih pilihan kaya gini? Tapi aku yakin tiap orang punya pendapat yang berbeda. So, let’s discuss!

Both, why not both? haha!
Menurut saya sih,

Pertama, kalau kita emang passion-nya dalam melakakukan hal tersebut maka: love what you do!, karena kalau tidak apa pentingnya hal yang kita kerjakan? sekalipun itu menjadi hasil kuantitas pekerjaan kita, tapi belum tentu berkualitas

Kedua, jikalau konteksnya kita harus memilih passion kita yang perlu dikembangkan maka do what you love!, karena sama seperti tadi

The point is, lakukan hal yang kau sukai, jika kau tidak menyukai hal yang kau lakukan dan kau harus tetap menjalankannya maka belajarlah menyukai hal yang kau lakukan

Karena, menurut pribadi saya enak atau tidak itu subjektif- tiap orang bisa mencoba menyukai dan lama-lama kelamaan suka juga :joy:. Tapi bagus atau buruknya itu objektif!

1 Like

Wahh keren perspektifnya, betul bgt point yang “belajarlah menyukai hal yang kau lakukan”, karena apapun yang kita kerjakan sebetulnya udah jadi tanggungjawab kita buat ngasih yang terbaik entah kita suka atau enggk krna itu udh jadi pilihan kita. Btw, THANK YOU udh diskusi

tapi kalau kita melakukan hal yang tidak kita sukai dan itu dilakukan secara terus menerus. tetapi itu bukan passion kita, apakah tidak bahaya untuk kita sendiri? misalnya kayak stress, bingung dan ingin menyerah saja. gimana pendapatmu untuk hal ini?

1 Like

Hmm, iya betul kak
Sebaiknya jangan dipaksakan jika memang benar-benar tidak suka
tapi ada baiknya kita mencoba dulu, dan kalau memang betul bukan passionnya seperti kata saya tadi: tidak usah dipaksakan

Terimakasih sudah menambahkan kak…sangat bermanfaat :grin:

Iya kakk… terima kasih kembali :grin:
Tapi perlu diingat belajar menyukai itu dalam konteks dia ada kemauan, tapi jangan terlalu dipaksakan hehe
Ingat kata pepatah “Dimana ada kemauan disitu ada jalan:laughing:

siap kak terima kasih juga atas pendapatnyaa. intinya kita harus belajar melakukan apapun yang sesuai dengan passion kita, dan jangan lupa untuk selalu konsisten melakukannya. semangat untuk kita semuaaa.hehee

Idealnya ya do what you love. Kalau kita mengerjakan apa yang bener-bener kita cintai, maka kita akan mengerjakannya dengan maksimal dan terasa ringan. Kalau love what you do, kesannya kaya terpaksa banget ya.

Makannya, ketika kita dalam fase mempersiapkan diri, misalnya ketika kuliah, kita sudah bener-bener tau apa yang ingin kita lakukan. Mau jadi apa kita nantinya, di bidang apa kerjaan kita dan lingkungan seperti apa yang menarik dalam bekerja seharusnya sudah tergambar dalam pikiran kita. Hal ini penting banget agar kita bisa bener-bener mempersiapkan diri agar mendapatkan kerjaan yang sesuai dengan bayangan kita, yaitu do what you love.

Kalau love what you do, itu jadikan exit plan aja. Kalau kita sudah bener-bener ngga bisa mendapatkan kerjaan yang memang susai dengan passion kita, tetapi lingkungan menuntuk kita untuk bekerja. Ya mau gimana lagi, satu-satunya cara ya dengan belajar mencintai apa yang kita kerjakan. Sekali lagi, itu hanya exit plan aja ya.

Kenyataannya, banyak sekali orang yang tidak mempersiapkan dirinya dengan baik ketika kuliah, akhirnya mendapatkan kerjaan seadanya saja. Nah kasus yang kaya gini ini yang biasanya kalimat “love what you do” menjadi pembenarnya. Padahal aslinya ya untuk menutupi kegagalannya dalam mencari pekerjaan yang memang menjadi impiannya.

1 Like

“Manusia hanya bisa merencanakan tetapi Tuhan lah yang menentukan”
Ada baiknya kamu melakukan apa yang kamu cintai terlebih dahulu
Kejar mimpimu itu
Berjuanglah sekuat tenaga
Nantinya disaat kau gagal rasa kecewa pasti tidak akan terasa, tidak ada lagi penyesalan karena kau sudah berjuang semaksimal mungkin.
“berjuanglah, tapi kamu harus tahu kapan harus berhenti”
ini lah yang sering dilupakan orang orang
Mereka memaksakan kehendak mereka dan malah melupakan apa yang sudah miliki
Disaat kau sudah berjuang semaksimalmungkin namun gagal
Ada baiknya kau merelakan dan mulai mencintai serta menjaga apa yang kamu punya saat ini
Demikian pendapat saya, mari kita saling berdiskusi juga di artikel saya Bagaimana pendapatmu mengenai “inspirasi” sebagai salah satu katalisator Self-Improvement ? Apakah sudah tepat? Ditunggu kehadirannya.