Dimana kita dapat membeli kain ulos khas Medan?

Kain ulos khas Medan ini menjadi pembicaraan banyak orang. Kain tersebut menarik perhatian wisatawan terhadap penggunaan kain khas Medan. Dimana kita dapat membeli kain ulos khas Medan?

Samosir, pulau yang terletak di tengah Danau Toba ini, menjadi salah satu daerah pengrajin tenun ulos. Dikelilingi keindahan Danau Toba dan pegunungan di sekitarnya, banyak pengrajin ulos yang masih menggunakan peralatan tradisional.

Menurut kepercayaan Batak, ada tiga sumber kehangatan, yaitu matahari, api, dan kain ulos. Orang Batak tinggal di wilayah perbukitan yang cukup dingin, sehingga kain ulos dapat menyediakan kehangatan bagi mereka.

Kain ulos juga digunakan dalam acara penting, seperti pernikahan, kelahiran, dan pemakaman.
Namun, hati-hati jika ingin membeli kain ulos, jangan sampai tertipu. Kain ini banyak dipalsukan. Berikut cara memilih kain ulos asli:

  • Perhatikan tekstur kain
    Jangan hanya mengoleksinya. Ketika membeli, periksa tekstur kain. Kain tenun buatan tangan biasanya terdapat beberapa benang yang timbul karena proses pengerjaan yang kurang sempurna. Jadi, kalau kain tenun yang Anda temukan sangat rapi, bisa jadi itu kain buatan pabrik. Ketika membeli kain, coba untuk mengusap lembut permukaan kainnya. Kain tenun asli buatan tangan, akan terasa lebih kasar. Namun, kainnya lebih lembut dan ringan ketika dipakai.

  • Tidak luntur
    Ketika ingin membeli, coba mengusap tangan pada permukaan kain di bagian motifnya yang berwarna. Kain dengan kualitas baik dan teknik pewarnaan yang baik, tak akan meninggalkan bekas noda di tangan.

  • Harga
    Kain tradisional yang dibuat menggunakan tangan pasti memiliki harga yang tak murah. Mengingat pengerjaannya membutuhkan kesabaran dan waktunya berhari-hari, bahkan hingga bulanan. Jauh berbeda dengan kain buatan pabrik yang bisa tercetak puluhan kain dalam beberapa jam saja.

  • Kenali ciri-cirinya
    Warna dominan pada ulos adalah merah, hitam, dan putih yang dihiasi oleh ragam tenunan dari benang emas atau perak. Mulanya, ulos dikenakan dalam bentuk selendang atau sarung. Pemakaiannya juga kerap digunakan pada perhelatan resmi atau upacara adat Batak. Namun, kini banyak dijumpai dalam bentuk produk suvenir, sarung bantal, ikat pinggang, tas, pakaian, alas meja, dasi, dompet, dan gorden.

Sumber: