Dietrich Mastechitz Tokoh dibalik Red Bull

Sumber

Biografi Dietrich Mastechitz

Pekerjaan
Founder perusahaan Red Bull,Co Founder Wings For Life Foundation

Afiliasi lainnya

  • Red Bull Racing Team
  • Red Bull Energy Shot
  • Red Bull Total Zero
  • Wings For Life Foundation

Tempat dan Tanggal lahir
Dietrich Mateschitz lahir di Sankt Marein im Mürztal, Austria, 20 Mei 1944

Kebangsaan
Austria

Pendidikan
Master of Business Administration, University of Vienna

Kekayaan
12.6 miliar dollar Forbes(2016)

Riwayat hidup

Dietrich Mateschitz lahir di Sankt Marein im Murztal (Steiermark) pada 20 Mei, 1944, Orang tuanya adalah guru sekolah dasar dan berpisah ketika ia masih muda. Dia tinggal di Fuschl am See, Austria tetapi juga memiliki Laucala Island, off Fiji, yang ia beli dari keluarga Forbes untuk £ 7 juta.

Riwayat karier

Setelah SMA ia belajar di University of World Trade di Wina. Dia kemudian bekerja sebagai karyawan marketing di beberapa perusahaan (seperti Unilever, Jacobs dan Blendax) dan Direktur Pemasaran akhirnya pada “Blendax” di Jerman.

Dalam bisnis ia belajar di Asia ke waktu dengan kami pasar hampir tidak dikenal energi dan Aufputschgetränken tahu, diperoleh pada tahun 1983 lisensi untuk minuman seperti itu, memulai bisnis sendiri dan didirikan pada tahun 1984 Red Bull GmbH Fuschl di Salzburg.
(Dia memiliki 49% saham, sisanya 51% masih salah satu Thai keluarga Yoovidhya, produsen pertama dari “Krating Daeng”, yang secara operasional tidak pernah ikut campur.

Fakta Diestrich Malteschitz

  • Ditinggal kedua orangtua sejak kecil
  • Memiliki seorang anak walaupun tidak menikah
  • Mempunyai sebuah kapal selam seharga 1,7 juta dollar
  • Memegang 49% saham Red Bull
  • Terinspirasi membentuk red bull dari minuman asal Thailand Krating Daeng
  • Mempunyai banyak Tim Olahraga Seperti F1 Red Bull Racing Team

Quotes

  • The most dangerous thing for a branded product is low interest.
  • It is a must to believe in one’s product.
  • When launching a product called an Energy Drink and named Red Bull, a product that stimulates body and mind, it is
    a short step to the roots where Red Bull came from. We have been doing this for 20 years - now it’s called adventure
    sports, extreme sports, and outdoor sports.
  • There are almost no sports within which mortal accidents are not a reality

[details=Referensi]https://www.brainyquote.com/quotes/authors/d/dietrich_mateschitz.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Dietrich_Mateschitz
https://en.wikipedia.org/wiki/Red_Bull
http://www.forbes.com/profile/dietrich-mateschitz/
https://id.wikipedia.org/wiki/Dietrich_Mateschitz
http://austria-forum.org/af/Wissenssammlungen/Biographien/Mateschitz,_Dietrich[/details]

Dietrich Mateschitz (lahir di Sankt Marein im Mürztal, Austria, 20 Mei 1944; umur 73 tahun) merupakan seorang pengusaha asal Austria. Ia merupakan salah satu pendiri dari perusahaan minuman terkemuka dunia, Red Bull. Ia saat ini memiliki sekitar 49% saham di Red Bull. Pada tahun 2009 ia menjadi orang terkaya ke-287 dengan kekayaan yang diprediksi mencapai $3 billiun. Mateschitz juga memiliki beberapa tim olahraga, yaitu tim balap F1 Red Bull Racing dan Scuderia Toro Rosso; dua klub sepak bola yaitu Red Bull Salzburg, dan Red Bull New York, dan terakhir tim balap NASCAR yang dinamakan Team Red Bull.

Kehidupan Dietrich Mateschitz

Dietrich lahir dari keluarga keturunan Kroasia, dan kedua orang tuanya adalah guru sekolah dasar. Ia berpisah dari keluarganya pada usia yang sangat muda. Meski dia tidak menikah, Mateschitz punya anak laki-laki. Dia mengambil 10 tahun untuk menyelesaikan kelulusannya dalam pemasaran, dan mulai memasarkan deterjen untuk Unilever. Setelah itu, ia bergabung dengan Blendax untuk memasarkan pasta gigi mereka. Selama perjalanan dibuat untuk Blendax, ia menemukan Krating Daeng, yang kemudian diciptakan kembali sebagai Red Bull. Pada tahun 1984, ia mendirikan Red Bull GmbH, dan meluncurkan minuman tersebut pada tahun 1987. Seiring waktu, minumannya menjadi pemimpin pasar di antara industri minuman energi dunia. Red Bull adalah perusahaan yang memproduksi minuman berenergi.
Dietrich hidup seukuran raja, dan memiliki Pulau Laucala, Fiji senilai £ 7 juta. Baru-baru ini, ia juga membeli kapal selam senilai $ 1,7 juta untuk tamunya di resor. Selain ini, dia memiliki lisensi pilot, dan memiliki bandara jet dan hanggar sendiri. Dia adalah pemilik tim balap juga, bersama dengan koleksi pesawat eksklusif, Flying Bulls. Dietrich telah menetapkan “tujuannya yang tinggi dan tidak akan berhenti sampai dia sampai di sana.”

Awal karir

Anda tidak akan terkejut mengetahui bahwa Red Bull didirikan oleh seorang mantan eksekutif pemasaran. Austria Dietrich Mateschitz lulus dengan gelar pemasaran dari University of Commerce di Wina pada usia 28. Selanjutnya, dia bekerja untuk Unilever dan German’s Jacobs Coffeee, sebelum menjadi direktur pemasaran internasional untuk Blendax, sebuah perusahaan Jerman (kemudian dibeli oleh Procter & Gamble) yang menjual pasta gigi, krim kulit, dan sampo.

Awal mula Red Bull

Suatu kali, Dietrich mencicipi minuman manis Thailand yang memberinya dorongan energi yang cepat. Dengan ini, ia memutuskan untuk mengembangkan minumannya sendiri, dan bermitra dengan Chaleo Yoovidhya untuk memenuhi misinya. Pada tahun 1987, Red Bull GmbH kemudian meluncurkan Red Bull versi Austria, dimana minuman tersebut sudah dikarbonasi dan tidak semanis resep Thailand aslinya. Formula tersebut kemudian berhasil menguasai setengah pasar minuman berernegi di Amerika Serikat dan menguasai 80% industry minuman berernegi di negara lain.

Masing-masing pasangan mengambil 49% saham perusahaan, dan 2% sisanya diberikan kepada anak Yoovidhya. Selama awal Red Bull, tidak ada pasar minuman energi yang ada, namun Dietrich tahu produknya akan menciptakannya. “Ketika kami pertama kali memulai, kami mengatakan tidak ada pasar untuk Red Bull,” kata Mateschitz kepada Forbes pada 2005. “Tapi Red Bull akan menciptakannya dan inilah yang akhirnya menjadi kenyataan.” Setelah sukses resepsi, banyak orang mengatakan bahwa itu hanya mode, tapi tak lama kemudian, mereka melihat banyak perusahaan lain memproduksi minuman serupa, dan ini memberinya dorongan rasa percaya diri.

Dengan latar belakangnya dalam periklanan tradisional, Mateschitz menghindari jalan yang normal sejak awal. Gaya pemasaran Dietrich Mateschitz berbeda, dan dia banyak berinvestasi dalam membangun mereknya. Tagline Red Bull ‘Ini memberi Anda sayap’ tidak nyata, namun mudah diingat. Seiring waktu, Red Bull menjadi salah satu merek global pertama dari Austria, bahkan sebelum Lipizzaner Horses. Terlepas dari kenyataan bahwa Red Bull berasal dari Timur, pertumbuhan utamanya berasal dari Jepang dan India.

Dia mensponsori sebuah kontes “Flugtag” di mana orang biasa membangun mesin terbang buatan sendiri dan mencoba membuatnya menjadi yang terjauh di atas air. Dia juga menargetkan siswa dan bar, mendorong penggunaannya sebagai mixer dengan alkohol. Red Bull mulai mensponsori atlet, terutama yang dalam olahraga ekstrim - sebuah sudut yang akan membuat perusahaan itu identik dengan dorongan energi yang jauh melampaui kampanye televisi manapun. “Kami selalu mencari sudut pandang yang lebih kreatif dan berbeda,” jelas Mateschitz.


https://successstory.com/people/dietrich-mateschitz

Dietrich-Mateschitz-008

Menjiplak ? Apakah etis ? Bagaimana dengan mengadaptasi ide seseorang lalu mengembangkan menjadi hal baru tetapi tidak merubah semua bagian dari hal tersebut mampu membuat seseorang sukses siapa yang menyangka orang tersebut adalah Dietrich Mateschitz yang menjadikan nama REDBULL menjadi merek yang begitu terkenal.Ia lahir di Sankt Marien im Műrztal,Styria,Autria pada tanggal 20 Mei 1944 .

Kedua orang tuanya bercerai ketika ia masih duduk di bangku SD lalu melanjutkan pendidikannya sampai mendapatkan gelar sarjana di Vienna University of Economics and Business Administration dan perusahaan pertama yang menjadi tempat ia bekerja adalah unilever dimana ia ditempatkan pada bagian pemasaran deterjen.Blendax merupakan perusahaan kosmetik yang berada di jerman yang menjadi tempat kedua ia bekerja ketika berada di perjalanan bisnisnya yaitu Blendax ia menemukan minuman yang berlabel Krating Daeng (dikenal dengan nama REDBULL) tetapi saat ini ia belum mencoba minuman tersebut ia hanya melihat dan memikirkan mengapa minuman ini begitu bervariasi dari segi rasa meskipun ada beberapa yang memiliki rasa yang aneh.

Pertama kali ia mencoba minuman sejenis Krating Daeng ketika ia berada di Mandarin Hotel di Hongkong dan pada saat juga ia mendapakan ide untuk bisinisnya yaitu membuat minuman berenergi.Potensi pemasaran langsung ia selidiki ketika itu karena ia ingin mengetahui apakah potensi penjualan bisa meningkat atau tidak setelah itu ia memulai mencari formula tradisional untuk membuat minuman tersebut tetapi beberapa kali ia mencoba begitu banyak juga ia gagal.Mateschitz berkunjung di Thailand pada tahun 1987 dan menemukan minuman berenergi yang mampu menghilangkan mabuk pasca terbang dimana minuman itu adalah Krating Daeng.Kunjungannya di Thailand membuahkan hasil yaitu ia mendapatkan ide untuk menginovasi minuman tersebut.

Pada tahun 1984 dan 1987 ia resmi mengadaptasi Krating Daeng tetapi dengan cara baik-baik yaitu melakukan kerja sama dengan Chaleo Yoovidhya,untuk meracik minuman tersebut bagi konsumen Eropa ia bekerja sama dengan TC Pharmaceutical dan pada saat yang sama mereka mendirikan Red Bull GmbH,jadi Krating Daeng ini berasal dari Thailand sebelum menjadi REDBULL. Pemasaran pertama yang ia lakukan untuk minumannya tersebut yaitu dengan menyewa sebuah toko dan menjual minumannya untuk pertama kali tapi sayangnya hasilnya nihil karena orang-orang bahkan tidak percaya dengan logo,merek,dan rasanya yang tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

Tapi pada saat ia diberitahu tentang hal itu ia tidak memperdulikan hal tersebut dan kembali mengerjakan projeknya dan sekarang ketika ia mengingat hal tersebut ia hanya bisa tersenyum dan berkata “Saya tidak sampai fikir bahwa hal itu akan menjadi sebuah bencana bagi saya” .Titik awal minuman ini menjadi laris di pasaran pada saat ia memperkenalkan RED BULL di Austria pada tahun 1984 dimana minuman sejenis itu hanya ada satu yaitu yang mereka pasarkan tadi dan di bantu dengan TCBG Pharmacutical untuk meracik minuman tersebut agar cocok dengan lidah orang di bagian barat. Adapun saham yang ia miliki dari REDBULL ini yaitu 49%,strategi pemasaran yang dilakukan oleh Dietrich sangat hebat karena ia mempromosikan minuman tersebut ke atlet olahraga ekstrim dan ia juga mensponsori lebih dari 300 atlet olahraga yaitu sebuah tim balap F-1 tapi hal ini bukan main menghabiskan dana sebesar 80 juta dollar AS.

Dana besar yang ia keluarkan tidak sia-sia karena dengan cara seperti itu pemasukan ia bertambah dan pendistribusian ke berbagai toko juga semakin gencar-gencarnya. Adapun kekayaan yang ia miliki adalah sebuah pulau di Fiji, memiliki tim sepakbola di Austria. Dirinya juga memiliki pesawat terbang dan taman bermain di Austria. Akuisisi terbaru Red Bull adalah tim bisbol MLB seharga 100 juta AS dan juga memiliki klub sepakbola MLS Red Bull New York. Pada tahun 2006, penjualan tahunan mencapai 3,5 miliar dolar AS dan perusahaan ini kini tengah melirik Meksiko, Rusia, dan Timur Tengah sebagai pasar baru minuman berenergi ini. Dengan kekayaan 3 miliar dolar AS dalam genggaman, Dietrich Mateschitz kini telah merancang minuman berenergi baru untuk disandingkan dengan Red Bull.

Source :

redbull

Dietrich Mateschitz lahir di Sankt Marein im Mürztal, Austria, 20 Mei 1944. Merupakan seorang pengusaha asal Austria. Ia merupakan salah satu pendiri dari perusahaan minuman terkemuka dunia, Red Bull. Ia saat ini memiliki sekitar 49% saham di Red Bull. Pada tahun 2009 ia menjadi orang terkaya ke-287 dengan kekayaan yang diprediksi mencapai $3 billiun. Mateschitz juga memiliki beberapa tim olahraga, yaitu tim balap F1 Red Bull Racing dan Scuderia Toro Rosso; dua klub sepak bola yaitu Red Bull Salzburg, dan Red Bull New York, dan terakhir tim balap NASCAR yang dinamakan Team Red Bull.

Red Bull merupakan perusahaan yang memproduksi minuman berenergi yang berlokasi di Austria. Di Asia Tenggara minuman itu dikenal dengan nama Kratingdaeng yang berarti banteng merah dalam bahasa Thailand. Perusahaan Red Bull didirikan oleh Dietrich Mateschitz pada tahun 1987.

Dietrich Mateschitz terinspirasi mendirikan Red Bull karena mengunjungi Thailand pada tahun 1982. Disana dia menemukan minuman berenergi yang bisa mengobati mabuk yang dia alami setelah menempuh perjalanan. Minuman tersebut bernama Kratingdaeng.

Dietrich Mateschitz yang mengubah tonik menyehatkan asal Thailand. Kerbau merah alias Krating Daeng ini diubah oleh Dietrich menjadi manis dan berbuih agar cocok untuk orang-orang Austria. Dia kemudian mengemasnya lebih menarik dalam kaleng ramping dan memberinya merek Red Bull. Dengan klaim sebagai “minuman cerdas” yang mampu meningkatkan kinerja seseorang, Red Bull meraih sukses besar. Tahun 2006, penjualan Red Bull mencapai 3,5 miliar dolar AS dan kini diperkirakan jauh melebihi angka itu.

Quotes
I don’t believe in 50 friends. I believe in a smaller number. Nor do I care about society events. It’s the most senseless use of time. Dietrich Mateschitz
The most dangerous thing for a branded product is low interest. Dietrich Mateschitz

source