Di Balik Fenomena Siang dan Malam dalam Perspektif Al-Quran

Apabila Anda keluar rumah pada malam hari dan memandang langit malam, pasti Anda melihat langit begitu gelap dan hanya ada bintang dan redupnya bulan diiringi dengan dinginnya udara malam. Namun ketika malam berganti siang, perlahan kegelapan berganti menjadi langit yang terang dan matahari memancarkan kehangatan. Fenomena siang dan malam merupakan hal yang dianggap biasa oleh kebanyakan orang, akan tetapi bagi para astronom maupun astrofisikawan, fenomena siang dan malam memiliki rahasia yang begitu menakjubkan.

Posisi bumi terhadap matahari merupakan salah satu faktor terjadinya siang dan malam yang senantiasa seimbang di bumi ini. Dalam tata surya, bumi terletak setelah planet Merkurius dan Venus. Bayangkan apabila bumi berada di posisi Merkurius atau Venus, suhu di bumi akan berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan apabila posisi bumi tetap seperti sekarang. Dan bayangkan pula, apabila bumi berada pada posisi Uranus atau Neptunus, maka siang tidak akan pernah muncul hal ini di karenakan lamanya periode revolusi kedua planet tersebut mengelilingi matahari, yaitu Uranus denga periode revolusi 84 tahun dan Neptunus dengan periode revolusi 164,8 tahun.

Lalu, Bagaimana jika Bumi mengalami waktu siang atau malam sepanjang hari? Bumi memiliki sumbu sudut kemiringan 23,5o, apabila Bumi mengelilingi Matahari, poros Bumi akan selalu mengarah ke titik yang sama di angkasa. Titik tersebut berdekatan dengan Polaris (Bintang Utara). Oleh karena itu, ada kalanya salah satu belahan Bumi (dengan sudut kemiringan 23,5onya) mengalami lebih dekat atau lebih jauh dari Matahari dalam waktu 365,25 hari.

Peristiwa ini biasa terjadi pada tanggal 20 atau 21 Juni yang merupakan waktu titik balik musim panas (summer solstice) di belahan Bumi utara, sehingga di wilayah tersebut akan mengalami siang terpanjang. Kemudian, pada tanggal 21 atau 22 Desember merupakan waktu titik balik musim dingin (winter solstice) di belahan Bumi Utara, sehingga pada saat peristiwa ini Kutub Utara akan mengalami malam yang panjang dan sebaliknya di Kutub Selatan mengalami siang yang panjang.

Dalam kurun waktu dua kali dalam setahun, yakni pada tanggal 21 Maret dan 23 September, Matahari akan berada pada titik Ekuinoks (perpotongan garis ekliptika dan ekuator langit). Ketika poros Bumi mengarah ke titik Ekuinoks, Kutub Utara akan mengalami transisi waktu malam selama 24 jam ke waktu siang 24 jam, peristiwa ini biasa dikenal dengan istilah titik balik musim semi (vernal equinox) di mana peristiwa ini terjadi pada bulan Maret.

Sedangkan di bulan September, wilayah Kutub Utara akan mengalami titik balik musim gugur (autumnal equinox) di mana wilayah tersebut akan mengalami malam yang panjang dan Matahari tidak pernah terbit. Sebaliknya, Kutub Selatan akan mengalami siang yang panjang dan Matahari tidak pernah tenggelam.

Purwanto (2008) dalam bukunya, menyatakan bahwa matahari lahir dalam keadaan menyimpan sejumlah besar energi di dalam volume yang kecil. Energi ini dipancarkan dan menghangatkan alam semesta sampai akhirnya mencapai keadaan setimbang dengan seluruh ruangan yang tetap dingin. Menurut perhitungan ahli astrofisika, seandainya energi seluruh bintang di jagat raya dipancarkan, maka energi tersebut masih belum mampu untuk membuat alam semesta ini menjadi terang benderang.

Allah dengan kuasa-Nya menciptakan alam semesta ini dengan begitu seimbang. Dia menjadikan siang dan malam, lelaki dan wanita, bahkan kelahiran dan kematian. Alam semesta ini lahir, kemudian terus berkembang dan berkembang hingga akhirnya nanti alam semesta akan berakhir. Langit dan isinya semua binasa dan kita tidak akan pernah melihat siang dan malam lagi. Siang dan malam hanyalah satu dari sekian banyak tanda kekuasaan-Nya, yang dengannya kita menjadi tahu betapa alam semesta ini luas dan banyak pelajaran yang dapat kita peroleh jika kita memikirkannya.

Sumber:

  1. Purwanto, A., Ayat-Ayat Semesta Sisi Al-Quran yang Terlupakan, Mizan, Bandung, 2008.
  2. Planet-Planet Tata Surya. 2012.Diakses pada 4 Februari 2018).
  3. Foto Inet. 2017. Fenomena Mengejutkan yang Hanya Terjadi Jika Bumi Datar. https://inet.detik.com/fotoinet/d-3788938/fenomena-mengejutkan-yang-hanya-terjadi-jika-bumi-datar/3/#photos (diakses pada 4 Februari 2018).
  4. Astronomi Praktis. 2011. Bagaimana Terjadinya Siang & Malam? (diakses pada 7 Februari 2018).