Dendam Positif ; Mengubah Kebencian Menjadi Kemenangan

dendam positif

Penulis Ubaydillah Anwar (Human Learning Specialist)
Penerbit Sinergi Aksara
ISBN 978-602-7252-32-5
Cetakan Pertama Mei 2015
Jumlah Halaman 212 hal
Ukuran Buku 13,5 x 20 cm

Deskripsi Buku :

Buku ini memilki dua bagian, yakni bagian pertama dan bagian kedua. Pada bagian pertama buku ini, terdapat 3 bahasan utama, yakni :

  1. Dendam Positif Versus Dendam Negatif
  2. Jangan Biarkan Dendam Memangsa Anda
  3. Inilah yang Harus Anda Lakukan: Mendobrak

Kemudian, pada bagian keduanya terdapat lebih banyak bahasan, yakni:

  1. Maafkan Dulu Tapi Jagan Hanya Memaafkan
  2. Semua Berawal dari Kesadaran
  3. Mengubah Demotivator Menjadi Motivator
  4. Hadirkan Bimbingan dan Petunjuk Jalan
  5. Keluarkan Kreativitasmu
  6. Jangan Berpikir

Apa yang dimaksud dengan Dendam Positif?

Sederhananya, penulis mendefinisikan Dendam Positif adalah,

Dendam positif adalah bagaimana kita menggunakan ledakan energi negatif untuk tujuan yang positif dengan cara yang positif supaya hasilnya positif. Dendam positif adalah buah dari kemampuan kita mengontrol diri sendiri agar jangan sampai energi, pikiran, dan kemampuan kita terbuang sia-sia hanya memikirkan hal yang kita benci.

Buku ini sangat layak untuk Anda baca. Saya yakin semua orang pernah mengalami yang namanya kesal, marah, atau dendam kepada orang lain. Maka tidak ada pengecualian bagi siapapun untuk membaca ini, baik yang masih memiliki dendam ataupun sudah sembuh dendamnya. Bagi yang yang sudah terlepas dari jeratan dendam, buku ini akan menjadi pegangan yang menguatkan kita atas pilihan yang kita putuskan, yakni tidak menyimpan dendam. Namun, bagi yang masih memiliki dendam, buku ini sebagai penyembuh untuk kita dengan memberikan cara-cara yang dapat kita aplikasikan untuk kebaikan diri.

Berikut adalah alasan mengapa Anda harus membaca buku ini, adalah :

1. Cara Menulis yang Mudah Dipahami

Buku ini berfokus pada bagaimana manusia mengolah emosi dan kesadarannya. Tentunya hal ini sangat erat kaitannya dengan dunia psikologi. Namun, penulis dapat menyampaikan istilah psikologi dengan caranya yang mudah dipahami, agar pembaca yang bukan dari latarbelakang psikologi bisa memahaminya dengan baik. Contohnya ketika penulis menjelaskan tentang praktek dari dendam positif yang masih cukup awam didengar, penulis memberikan contoh kasus dari negara Korea yang memiliki dendam positif kepada Jepang yang telah menjajahnya selama 35 tahun. Berikut kutipannya,

“Para ahli menyimpulkan mengapa Korea menjadi salah satu negara tercepat pertumbuhan ekonominya adalah selain kualitas pemimpin dan kualitas pemerintahan, peran rakyat pun sangat menentukan. Homogenitas masyarakat juga menjadi jalan untuk mempermudah mempersatukan rakyatnya. Persatuan dan kekompakan itu semakin solid tatkala mereka memiliki dendam kolektif terhadap Jepang yang selama menjajah telah membuat rakyat Korea sangat menderita. Dendam kolektif secara tidak langsung juga menajamkan nasionalisme rakyat Korea. Setidaknya dalam pemakaian produk, mereka menomorsatukan produk negertinya sendiri, karena memang itulah satu-satunya jalan untuk menghidupkan industry yang mereka bangun. Bahkan mereka ‘mengharamkan’ rakyatnya memakai produk buatan Jepang.”

2. Teknis Menjelaskan yang Mengalir

Ini bukan novel, namun cara penulis menyampaikan gagasan untuk setiap paragrafnya sangat mengalir dan membuat pembaca lebih mudah memahaminya. Menurut saya, buku pengembangan diri memang sangat dibutuhkan kemampuan menjelaskan yang mengalir, agar pembaca dapat dengan segera memahaminya dengan baik. Kalimat dalam tiap paragraph di buku ini mengandung ilmu yang sangat sayang jika dilewatkan oleh pembaca.

3. Terdapat Sisipan Quotes yang Menarik

Pada setiap pembahasan, penulis selalu menyisipkan quotes yang harus pembaca perhatikan lebih. Penggunaan kalimat dalam setiap quotesnya pun sangat menyentuh pembaca. Berikut beberapa quotes yang terdapat dalam buku Dendam Positif :

“……yang menjadi sumber daya juang dan kreativitas adalah dendamnya terhadap kemiskinan” (hal. 8)

“Orang yang terlalu permisif dan tidak jelas sikapnya akan lemah pula power dan karakternya.” (hal. 11)

“Dendam positif adalah dendam yang diolah dengan sikap dan tindakan batin yang positif.” (hal.13)

“Rahasia kesuksesan adalah belajar menggunakan kesengsaraan dan kesenangan untuk kemajuan.” (hal. 16)

“Kegagalan yang membuat kita pintar adalah kegagalan yang sudah kita cerna.” (hal. 22)

“Di momen yang sangat khusus, terkadang nekat dibutuhkan untuk memotong mata rantai.” (hal. 29).

Pada quotes ini, disajikan cerita nyata tentang perjalanan hidup seseorang bernama Najih yang tidak lulus sekolah namun menjadi sarjana luar negeri yang mendapatkan beasiswa. Saat ini ia pun pengurus pondok pesantren di Tasikmalaya. Kisahnya yang berawal dari pemahaman diri (self understanding) yang muncul menjadi dorongan untuk berubah dengan menggunakan energi dari dendam positif. Hijrah untuk memotong mata rantai adalah memberi ruang bagi munculnya pemahaman diri dan kesadaran diri akan pentingnya perubahan.

Jika memberikan apresiasi dalam bentuk nilai, saya akan memberikan nilai 8,5/10 atas buku ini. Saya berharap Anda bisa mendapatkan manfaat dari buku ini, terutama yang sedang mengalami kesulitan mengolah dendam negatifnya. Selamat membaca dan ayo berdiskusi tentang buku ini.

1 Like