Darimana Asal Air Mata?

air mata

Our eyes are amazing! Dan untuk merawatnya, sebenarnya tubuh kita sudah punya ‘penjaga’ alami yang siap-sedia 24 jam yaitu air mata. Darimana asalnya?

Air mata berasal dari proses yang disebut lakrimasi. Lakrimasi diambil dari kata lacrima, yang dalam bahasa Latin berarti “air mata”. Lacrima gland (kelenjar air mata) yang terletak di bagian atas mata, tepatnya di bagian antara kelopak mata dan alis secara rutin menyebarkan cairan yang membasahi mata setiap kali mata berkedip.

Selain secara reflek, air mata juga dihasilkan karena sebab lain seperti rangsangan untuk meluapkan emosi. Baik itu emosi saat sedih, marah, atau haru.

Uniknya, sebenarnya mata kita sudah punya bak penampung air mata sendiri, yang disebut lacrima sac. Air mata yang sudah membasahi mata akan disalurkan kembali lewat kanal-kanal yang terhubung dengan lacrima sac.

Akan tetapi jika berlebih, maka tugas kelopak mata lah, yang membatasi jumlah cairan di mata dengan menjatuhkan ke pipi kita. Tahu kan kenapa airmata rasanya asin? Itu karena fungsinya yang sekaligus sebagai antiseptik alami.

Zat garam yang dikandungnya mampu membersihkan mata dari bakteri dan kotoran. Mata pun senantiasa terjaga kelembaban dan kebersihannya.

Sumber:

Air mata melewati empat proses yaitu produksi dari aparatus atau sistem sekretori lakrimalis, distribusi dengan berkedip, evaporasi dari permukaan okular, dan drainase melalui aparatus ekskretori lakrimalis. Kelainan salah satu saja dari keempat proses ini dapat menyebabkan mata kering (Kanski et al., 2011). Sistem lakrimal terdiri dari 2 sistem, yaitu :

  1. Sistem sekresi
  2. Sistem ekskresi

Sistemsekresi


Sistem sekresi kelenjar lakrimal terdiri dari kelenjar lakrimal utama, kelenjar lakrimal assesoris yaitu kelenjar Krausse dan Wolfring, glandula sebasea palpebra atau kelenjar Meibom, dan sel-sel goblet dari konjungtiva yang berupa musin. Sistem sekresi terdiri dari sekresi basal dan refleks sekresi. Sekresi basal adalah sekresi air mata tanpa ada stimulus dari luar sedangkan refleks sekresi terjadi hanya bila ada rangsangan eksternal (Kanski et al., 2011).

Sistem ekskresi


Komponen eksresi terdiri atas punktum lakrimalis, kanalikuli lakrimalis, sakkus lakrimalis, duktusnasolakrimalis, dan meatus nasi inferior. Setiap berkedip, palpebra menutup seperti risleting mulai dari lateral, menyebarkan air mata secara merata di atas kornea dan menyalurkannya ke dalam sistem ekskresi di sisi medial palpebra. Dalam keadaan normal, air mata dihasilkan dengan kecepatan yang sesuai dengan jumlah yang diuapkan. Oleh karena itu, hanya sedikit yang sampai ke sistem ekskresi (Roestijawati, 2007).

image

Faktor yang mempengaruhi sekresi air mata


Sekresi air matadiklasifikasikanmenjaditigatipeyaitu air mata basal, air mataemosionaldan air matarefleks. Air mata basal disekresi dan disebarkan secara terus menerus oleh mata dan berfungsi untuk melembabkan mata. Air mata refleks adalah air mata yang dihasilkan dari reaksi sakit, stimulus eksternal atau benda asing. Air mata basal sangat penting untuk kesehatan mata namun air mata refleks lebih banyak disekresi(Schnetler et al ., 2012; Phraba, 2014; Gupta, 2006).

Mekanisme hormonal berperan penting dalam pengaturan sekresi air mata dimanahormon androgen memiliki peranan penting antara lain mengatur anatomi, fisiologi dan sistem imun pada kelenjar lakrimal. Hormon lain seperti luteinizing hormone , follicle stimulating hormone , prolaktin, thyroid stimulating hormone , progesteron, dan estrogen juga berpengaruh terhadap fungsi lakrimal (Dry Eye Workshop, 2007; Lemp, 2008).

Fungsi Air Mata


Fungsi air mata yang paling penting adalah melindungi serta mempertahankan integritas sel-sel permukaan mata, terutama kornea dan konjungtiva (Meliala et al., 2007). Fungsi lainnya yaitu :

  1. Sebagai optik dimana lapisan air mata akan membentuk serta mempertahankan permukaan kornea untuk selalu rata dan licin sehingga dapat memperbaiki tajam penglihatan pada saat setelah berkedip.

  2. Secara mekanis dengan berkedip air mata akan mengalir membersihkan kotoran debu yang masuk ke mata.

  3. Sebagai lubrikasi agar ketika berkedip dan menggerakan bola mata ke segala arah terasa nyaman.

  4. Menjaga agar sel-sel permukaan kornea dan konjungtiva tetap lembab.

  5. Sebagai mekanisme pertahanan mata dan proteksi terhadap kemungkinan infeksi karena mengandung antibakteri, lisozim, betalisin dan antibodi.

  6. Sebagai media transpor bagi produk metabolisme yang menuju ataupun meninggalkan sel-sel epitel kornea dan konjungtiva, terutama oksigen dan karbondioksida (40% oksigen di dapat dari atmosfer).

  7. Sebagai nutrisi karena air mata mengandung sumber nutrisi seperti glukosa, elektrolit, enzim, dan protein. (Meliala et al., 2007)

1 Like