Dari mana datangnya Kesadaran Kita?

Kita manusia memiliki kesadaran lingkungan sekitar kita dan juga dari diri kita sendiri. pikiran kita berkerumun dengan percakapan dalam dan pertanyaan tentang siapa kita dan tujuan kita di dunia. Otak kita mengendalikan fungsi biologis dan membantu kita berpikir dengan cara kita melalui semua siklus hidup dan rintangan. Tapi otak bukanlah pikiran. aktivitas listrik tidak menjelaskan bagaimana zat fisik dapat menciptakan kondisi non-fisik seperti kesadaran. Orang-orang beragama menjelaskan kesadaran sebagai hadiah dari Tuhan, tertanam ke dalam tubuh kita untuk membimbing kita melalui dunia ini. Para ilmuwan lebih ke arah asal-usul biologis - mereka melihat kesadaran sebagai kumpulan proses biologis yang membangun terhadap pemikiran yang lebih rumit yang akhirnya berpuncak pada kesadaran diri. Tapi para Ilmuwan masih belum bias membuktikan teori mereka.

Begitu juga dengan kesadaran. Jika sekelompok partikel berkumpul menjadi atom, lalu sekelompok atom berkumpul menjadi molekul, lalu menjadi sel, jaringan dan tubuh manusia secara lengkap, dimana manusia itu memiliki kesadaran, maka kita perlu mencari bahan baku induk mana yang bisa menjadi cikal bakal kesadaran itu.

Secara fisik kita hanya bisa mengamati partikel, atom dan molekul, dan kemudian kita beramsumsi bahwa partikel, atom dan molekul itu tidak memiliki kesadaran. Dari materi-materi yang tidak memiliki kesadaran, tiba2 bisa muncul properties berupa kesadaran pada manusia. Ini janggal dan tidak logis jika disesuaikan dengan fakta tentang kayu tersebut di atas. Kita harus mencari Asumsi mana yang kira2 bisa dipakai agar runutan partikel -> materi -> manusia -> kesadaran itu bisa terlihat logis.
Asumsi-asumsi yang digunakan oleh beberapa kelompok manusia adalah sebagai berikut :

  1. Kelompok A ini berasumsi bahwa kesadaran itu muncul sebagai produk by accident dan by chance. Atau sebut saja sebagai akibat dari random chance. Muncul secara kebetulan sebagai akibat dari evolusi. Sebagai sebuah asumsi, hal ini boleh-boleh saja walaupun itu tidak menjelaskan mengapa properties bernama kesadaran itu tidak ditemukan sebagai properties pada bahan baku induknya, artinya tidak menjelaskan mengapa partikel dan atom yang tidak memiliki kesadaran ternyata bisa menurunkan produk yang memiliki kesadaran.

  2. Kelompok B ini berasumsi bahwa ada kesadaran tinggi yang menjadi cikal bakal semua kesadaran manusia yang ada di alam ini. Setiap manusia yang lahir akan ditiupkan kesadaran ke dalam dirinya. Dengan asumsi seperti ini, masih sejalan dengan teori pohon kayu tadi, karena properties kesadaran ternyata berasal dari luar system. Masalahnya, yang meniupkan itu siapa dan jika si peniup itu memiliki kesadaran, maka kesadarannya dituipkan oleh siapa lagi.

  3. Kelompok C yang ini adalah kelompok tengah yang mencoba menjembatani kesalahan pemikiran dari dua kelompok sebelumnya. Sama saja dengan dua kelompok sebelumnya, kelompok C ini juga berasumsi bahwa pada saat alam ini mulai terbentuk, entah dari nol atau terbentuk ulang dalam sebuah proses yang circular atau recycle, di alam ini sudah muncul berbagai materi dan enerji yang memiliki properties, characteristics dan attributes nya masing-masing. Sebagai contoh, atom Hidrogen itu memiliki properties satu nucleus dan satu electron. Dengan properties seperti itu, maka space yang ada di sekitar atom Hidrogen itu memungkinkan untuk ditempati oleh satu electron lagi, begitu seterusnya sampai puluhan electron bisa menempati space yang ada di dalamnya dan bisa membentuk Chemical Table Elements. Selain partikel dan atom, ada beberapa fields yang sudah diketahui manusia yaitu gravitation field, electromagnetic fields dan Higgs field yang baru-baru ini saja bisa dibuktikan. Munculnya bukti beberapa fields itu tidak otomatis membuktikan bahwa fields yang ada hanyalah itu saja. Masih ada probabilitas untuk diketahuinya field-field yang lain, misalnya Information Fields, dan Consciousness Fields. Dua fields ini masih belum terbukti secara ilmiah, tetapi dua fields ini bisa digunakan sebagai ASUMSI yang berbeda dari asumsi-asumsi di atas, yaitu diasumsikan dari dua fields inilah bisa muncul berbagai kesadaran pada setiap spesies. Kesadaran yang muncul sebagai faktor dari luar partikel dan atom.

Jadi dari tiga kelompok itu kita bisa melihat berbagai asumsi yang berbeda-beda. Tinggal kita sendiri yang perlu mencoba menganalisa dan memilah-milah kira-kira kelompok mana yang lebih cocok dengan pemikiran kita. Yang penting kita tetap menyadari bahwa apapun yang kita pilih, itu bukanlah kebenaran yang sesungguhnya tetapi hanya kebenaran yang kita asumsikan memiliki probabilitas lebih baik dibandingkan asumsi-asumsi yang lain.

Sumber: