Cinta tak seindah senja

Semilir angin berhembus mengibas rambut panjangku.Ku terduduk menatap setiap sudut dinding kamarku.Farhan,nama itu sekarang telah mengelilingi seisi pikiranku.Namun kini ku mulai berpikir untuk belajar mengikhlaskan kepergiannya dariku.Seketika itu,kuraih buku diary ku dan kutuliskan keluh kesahku.Karena tak mungkin juga untukku menghubunginya apalagi saat ia tak ingin ku berada di sekitarnya.Jadi kutuangkan semuanya melalui coretan di kertas.
Kutatap fotonya di handphone ku dan mulai menghapusnya satu persatu.Tak hanya itu,ku juga menghapus history chatku dengannya. Entahlah,kalau tidak kuhapus saat hatiku rindu aku pasti membacanya lagi.Jadi,ku berpikir saat telah kuhapus semuanya maka ku harus terbiasa dengan itu.
Esoknya,ku mulai mengikuti berbagai kegiatan untuk menyibukkan diriku dan membuatku tidak sempat memikirkannya.Semua ku ikuti mulai dari seminar,kelas online,volunteer,dan lainnya. Seminggu dua minggu terasa teramat berat karena terkadang harapku tak dapat kukendalikan.Kalau boleh jujur,ku masih sangat menyayanginya.
Setelah beberapa bulan,semua kulakukan hingga ku mulai terbiasa tanpa notifikasi darinya.Ku mulai sibuk memperbaiki diriku belajar dari hal yang telah kulalui dan mencoba menata hatiku kembali,mempelajari hal yang belum kuketahui dulu dan dari situ ku menyadari bahwa banyak hal di dunia ini yang belum ku mengerti dan juga banyak waktu yang ku buang percuma.

1 Like